CNEWS | SERDANG BEDAGAI — Suasana religius dan penuh kehangatan menyelimuti Desa Huta Durian, Kecamatan Bintang Bayu, Kabupaten Serdang Bedagai, pada Selasa (21/4/2026). Sedikitnya 800 jamaah muslimah memadati lokasi pelaksanaan kegiatan Majelis Taklim Muslimah Dambaan yang berlangsung sejak usai salat Zuhur hingga pukul 16.00 WIB.
Antusiasme masyarakat tampak begitu tinggi. Ratusan ibu-ibu muslimah hadir dengan penuh semangat, memperlihatkan kerinduan akan majelis ilmu sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah kehidupan sosial masyarakat.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh istri Bupati Serdang Bedagai, Rosmaidah Saragih, istri Wakil Bupati, Sekretaris Daerah (Sekda), Asisten II, Camat Bintang Bayu, perwakilan KUA Kecamatan Bintang Bayu, seluruh kepala desa se-Kecamatan Bintang Bayu, serta unsur TNI-Polri melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Rangkaian acara berlangsung khidmat dan penuh makna. Di antaranya prosesi tepung tawar bagi calon jamaah haji, santunan kepada anak yatim, serta penyelenggaraan pasar murah yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Rosmaidah Saragih menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas keagamaan, melainkan momentum penting untuk membangun kepedulian sosial dan meningkatkan kualitas spiritual masyarakat, khususnya kaum ibu.
“Melalui kegiatan ini, kita mengajak seluruh lapisan masyarakat Kecamatan Bintang Bayu untuk lebih peduli terhadap anak yatim, menumbuhkan semangat untuk menunaikan ibadah haji, serta menjadi muslimah yang semakin religius dan berakhlak mulia,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Bintang Bayu, Hendra, menegaskan bahwa kegiatan Majelis Taklim Muslimah Dambaan ini diharapkan mampu mempererat jalinan silaturahmi serta meningkatkan ketakwaan masyarakat kepada Allah SWT.
“Kami berharap kegiatan ini membawa manfaat besar bagi masyarakat. Dengan silaturahmi, kita dapat saling mengasihi, menyayangi, dan memperkuat kepedulian, terutama terhadap anak yatim yang membutuhkan perhatian kita bersama,” ungkapnya kepada wartawan.
Nilai kepedulian terhadap anak yatim menjadi salah satu pesan utama dalam kegiatan tersebut. Dalam ajaran Islam, menyantuni dan mencintai anak yatim merupakan amal mulia yang memiliki kedudukan istimewa. Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang memelihara anak yatim akan dekat dengan beliau di surga, seperti dekatnya jari telunjuk dan jari tengah.
Al-Qur’an juga menegaskan pentingnya memperhatikan anak yatim, di antaranya dalam QS. Al-Baqarah ayat 220 tentang kewajiban memperbaiki keadaan mereka, QS. Al-Insan ayat 8 tentang keutamaan memberi makan, serta QS. Ad-Duha ayat 9 yang melarang keras perlakuan semena-mena terhadap anak yatim.
Kepala Desa Huta Durian, Surya, turut menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi pemantik semangat religius masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini mampu membentuk masyarakat yang lebih peduli terhadap anak yatim, sekaligus memotivasi warga untuk memiliki cita-cita menunaikan ibadah haji. Harapan kami, desa ini bisa menjadi kampung yang religius dan penuh keberkahan,” ujarnya.
Di sisi lain, manfaat langsung juga dirasakan masyarakat melalui pasar murah yang digelar. Salah seorang warga, Ibu Atik, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut.
“Kami merasa sangat senang. Selain menambah ukhuwah sesama muslimah, adanya pasar murah sangat membantu kebutuhan dapur kami hari ini,” katanya.
Majelis Taklim Muslimah Dambaan ini bukan hanya menjadi ajang pengajian, tetapi juga ruang penguatan nilai-nilai keislaman, kepedulian sosial, serta kebersamaan antarwarga. Di tengah tantangan kehidupan modern, kegiatan seperti ini menjadi oase spiritual yang memperkuat iman, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan rasa kasih sayang dalam kehidupan bermasyarakat.
( RI.Tim)







Tidak ada komentar:
Posting Komentar