CNEWS,| KABUPATEN MAJALENGKA —
Gerakan Warga Sutawangi Bongkar Sumbatan SPAL: Gotong Royong Jadi Benteng Lawan Banjir dan Ancaman Penyakit
Semangat gotong royong kembali membuktikan daya tahannya sebagai fondasi sosial masyarakat. Warga Dusun 03 RT 002/RW 006 Desa Sutawangi, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, turun langsung melakukan kerja bakti massal membersihkan sekaligus memperbaiki Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) rumah tangga, Kamis (23/04/2026).
Kegiatan yang diprakarsai Paguyuban Sauyunan Jaga Lembur ini bukan sekadar aksi bersih-bersih rutin. Di tengah meningkatnya ancaman banjir dan potensi penyakit berbasis lingkungan, gerakan ini menjadi langkah konkret warga dalam menutup celah kelalaian pengelolaan lingkungan permukiman.
Sejak pagi, puluhan warga bersama relawan terlihat menyisir saluran drainase yang tersumbat oleh sampah rumah tangga, daun kering, hingga ranting pohon. Tidak hanya itu, mereka juga melakukan perbaikan struktur saluran air yang rusak serta memangkas pepohonan rimbun yang berpotensi menghambat aliran air di masa mendatang.
Ketua Paguyuban Sauyunan Jaga Lembur, Otong Kolep, menegaskan bahwa kegiatan ini lahir dari kesadaran kolektif warga atas pentingnya menjaga lingkungan secara mandiri.
“Kalau bukan kita yang bergerak, siapa lagi? Saluran air yang tersumbat bukan hanya soal kotor, tapi bisa jadi sumber bencana. Ini bentuk kepedulian kami agar lingkungan tetap aman dan sehat,” ujarnya.
Antisipasi Nyata: Dari Banjir hingga Ancaman Penyakit
Koordinator kegiatan, RW Edi bersama RT Dede dan Dede Indra selaku perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), memastikan kerja bakti berjalan terorganisir dan tepat sasaran. Fokus utama diarahkan pada titik-titik rawan genangan yang selama ini menjadi sumber persoalan saat musim hujan tiba.
Ketua RT 002, Dede, menekankan bahwa kerja bakti ini memiliki urgensi tinggi, bukan hanya dari sisi kebersihan, tetapi juga kesehatan masyarakat.
“Saluran air yang tersumbat bisa menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab penyakit seperti Demam Berdarah Dengue (DBD). Ini bukan hal sepele. Lingkungan bersih adalah langkah awal mencegah wabah,” tegasnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan kesadaran warga terhadap hubungan langsung antara sanitasi lingkungan dan kesehatan publik, sesuatu yang kerap diabaikan hingga terjadi krisis.
Gotong Royong sebagai Modal Sosial yang Kian Langka
Di tengah arus individualisme yang semakin kuat di banyak wilayah perkotaan, apa yang dilakukan warga Sutawangi menjadi potret kontras: solidaritas masih hidup dan bekerja nyata.
Antusiasme warga terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Tidak hanya kaum pria, ibu-ibu hingga pemuda turut ambil bagian, menunjukkan bahwa isu lingkungan menjadi tanggung jawab bersama lintas generasi.
“Manfaatnya bukan hanya lingkungan bersih, tapi juga mempererat hubungan antarwarga. Kita saling kenal, saling bantu, dan itu yang membuat kampung ini tetap hidup,” tambah Otong Kolep.
Kepala Dusun 03, Eva, turut mengapresiasi inisiatif warga yang dinilai mampu menjadi contoh bagi wilayah lain.
“Lingkungan yang bersih akan melahirkan masyarakat yang sehat. Ini bukan hanya kegiatan sesaat, tapi harus menjadi budaya yang dijaga bersama,” ujarnya.
Pesan Kuat dari Akar Rumput
Kegiatan ini mengirimkan pesan tegas: pengelolaan lingkungan tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah. Peran aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan kawasan yang layak huni, bebas banjir, dan minim risiko penyakit.
Di saat banyak daerah masih berkutat dengan persoalan drainase buruk dan sanitasi yang diabaikan, warga Dusun 03 Desa Sutawangi justru mengambil langkah progresif—bergerak, bekerja, dan menyelesaikan masalah secara kolektif.
Ke depan, Paguyuban Sauyunan Jaga Lembur berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, sebagai bagian dari sistem pengawasan lingkungan berbasis masyarakat.
Apa yang terjadi di Sutawangi hari ini bukan sekadar kerja bakti. Ini adalah peringatan sekaligus inspirasi: ketika masyarakat bergerak bersama, persoalan lingkungan bukan lagi ancaman, melainkan tantangan yang bisa ditaklukkan.
Sumber: Paguyuban Sauyunan Jaga Lembur RT/RW 002/006 Desa Sutawangi
Reporter: Edo Lembang

Tidak ada komentar:
Posting Komentar