-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan Paskah

Iklan Paskah

GERENASI TERSUMBAT, JALAN PASAR YOTEFA RUSAK PARAH: LSM WGAB PAPUA DESAK PEMKOT JAYAPURA TURUN TANGAN

Selasa, 28 April 2026 | Selasa, April 28, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-28T07:09:32Z


CNEWS | Jayapura – Buruknya pengelolaan drainase kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) WGAB Papua secara tegas mendesak Pemerintah Kota Jayapura untuk segera bertindak atas kerusakan jalan utama menuju Pasar Yotefa yang diduga kuat dipicu oleh meluapnya air dari saluran drainase (gerenasi) yang tersumbat sampah.


Ketua LSM WGAB Papua, Yerry Basri Mak, dalam keterangannya kepada media mengungkapkan bahwa kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama tanpa penanganan serius dari pihak terkait.




“Jalan utama masuk ke Pasar Yotefa saat ini mengalami kerusakan yang cukup parah. Penyebab utamanya adalah saluran gerenasi yang sudah tertutup tumpukan sampah, sehingga tidak mampu lagi menampung debit air. Akibatnya, air meluap ke badan jalan,” tegas Yerry.


Menurutnya, kondisi ini sangat memprihatinkan mengingat ruas jalan tersebut sebelumnya telah dibangun dengan konstruksi betonisasi dan pelapisan aspal yang kuat. Namun, tanpa sistem drainase yang berfungsi optimal, infrastruktur tersebut justru menjadi sia-sia.



“Ini ironis. Jalan sudah dibangun dengan anggaran besar, menggunakan cor beton yang kuat dan dilapisi aspal. Tapi karena gerenasi tidak dirawat, air meluap dan perlahan merusak badan jalan. Ini jelas bentuk kelalaian dalam pemeliharaan,” ujarnya.


Pantauan di lapangan menunjukkan genangan air kerap terjadi di sejumlah titik, terutama saat hujan turun. Air bercampur lumpur dan sampah mengalir ke badan jalan, menciptakan lubang-lubang serta mempercepat kerusakan permukaan. Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas ekonomi di kawasan pasar, tetapi juga membahayakan pengguna jalan.



Pasar Yotefa sendiri merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi penting di Kota Jayapura. Kerusakan akses utama menuju pasar dinilai dapat berdampak langsung terhadap distribusi barang dan mobilitas pedagang maupun pembeli.


LSM WGAB Papua menilai, persoalan ini bukan sekadar teknis, melainkan mencerminkan lemahnya pengawasan dan minimnya respons cepat dari pemerintah daerah terhadap persoalan infrastruktur dasar.


“Kami mendesak Pemerintah Kota Jayapura untuk segera turun tangan. Jangan tunggu kerusakan semakin parah atau menimbulkan korban. Ini masalah klasik: drainase tersumbat, sampah menumpuk, tapi tidak ada tindakan konkret,” kata Yerry.


Ia juga meminta instansi terkait untuk tidak hanya melakukan perbaikan jalan, tetapi juga membersihkan dan menormalisasi saluran drainase secara menyeluruh agar persoalan serupa tidak terus berulang.


Selain itu, Yerry menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah, mengingat salah satu penyebab utama tersumbatnya saluran air adalah perilaku buang sampah sembarangan.


“Ini harus ditangani secara sistemik. Pemerintah harus tegas dalam penegakan aturan, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat. Kalau tidak, perbaikan apapun hanya akan bersifat sementara,” tambahnya.


Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kota Jayapura terkait keluhan tersebut. Namun, tekanan publik diperkirakan akan terus meningkat seiring memburuknya kondisi jalan yang menjadi akses vital menuju Pasar Yotefa.


Kasus ini kembali menegaskan bahwa persoalan infrastruktur di daerah tidak hanya soal pembangunan, tetapi juga konsistensi dalam pemeliharaan. Tanpa itu, proyek bernilai miliaran rupiah berisiko cepat rusak dan merugikan masyarakat luas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update