Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan Prabowo

Iklan Ramadhan & Idil Fitri

Iklan Prabowo

Iklan Ramadhan & Idil Fitri

Telepon Satu Jam Trump–Putin Guncang Diplomasi Dunia: Iran, Ukraina, dan Pasar Energi Jadi Agenda Utama

Selasa, 10 Maret 2026 | Selasa, Maret 10, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-10T06:20:37Z


CNEWS |Jakarta - Moskow – Washington — Percakapan telepon antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin kembali memicu sorotan geopolitik global. Pembicaraan yang berlangsung sekitar satu jam itu membahas konflik Iran, perang Rusia–Ukraina, hingga stabilitas energi dunia. 


Keterangan resmi Kremlin yang disampaikan penasihat kebijakan luar negeri Rusia, Yury Ushakov, menyebut percakapan tersebut berlangsung “profesional, jujur, dan konstruktif.” Panggilan itu disebut diprakarsai oleh pihak Amerika Serikat dan menjadi salah satu komunikasi penting kedua pemimpin pada 


Menurut Ushakov, fokus utama dialog adalah situasi konflik Iran serta negosiasi trilateral yang sedang berlangsung terkait penyelesaian perang Ukraina, yang melibatkan perwakilan dari Washington, Moskow, dan Kyiv. 


Dalam percakapan tersebut, Trump kembali menegaskan kepentingan Washington untuk melihat gencatan senjata cepat dan solusi jangka panjang atas perang Rusia–Ukraina yang telah berlangsung bertahun-tahun. 


Di sisi lain, Putin dilaporkan menyampaikan sejumlah gagasan diplomatik untuk mengakhiri konflik Iran secara cepat melalui jalur politik dan negosiasi internasional, termasuk komunikasi yang telah dilakukan Rusia dengan para pemimpin negara Teluk dan pemerintah Iran. 


Trump juga menyatakan bahwa Putin menyampaikan keinginan Rusia untuk membantu meredakan ketegangan di Timur Tengah. Namun, Trump menanggapi dengan nada skeptis dan menegaskan bahwa langkah paling membantu adalah mengakhiri perang Rusia–Ukraina terlebih dahulu. 


Selain konflik Iran dan Ukraina, kedua pemimpin juga menyinggung situasi Venezuela serta dinamika pasar energi global, yang saat ini ikut tertekan akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. 



Kremlin menyebut kedua negara sepakat untuk menjaga komunikasi reguler di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dunia, terutama setelah perang Iran memicu kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan dan pasokan energi internasional. 


Percakapan ini menegaskan bahwa di tengah konflik bersenjata di berbagai kawasan, jalur diplomasi langsung antara Washington dan Moskow tetap menjadi kunci dalam menentukan arah stabilitas global dalam beberapa bulan ke depan. ( Red) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update