Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan Prabowo

Iklan Prabowo

Di Hadapan Ulama, Prabowo Tegaskan Indonesia Bisa Keluar dari Board of Peace Jika Tak Lagi Menguntungkan Palestina

Minggu, 08 Maret 2026 | Minggu, Maret 08, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-08T07:59:01Z

Prabowo: Indonesia Siap Evaluasi hingga Mundur dari Board of Peace Jika Tak Efektif Perjuangkan Palestina


CNEWS | Jakarta —  Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina melalui jalur diplomasi internasional. Namun pemerintah juga membuka kemungkinan mengevaluasi bahkan menarik diri dari forum Board of Peace (BoP) apabila forum tersebut dinilai tidak lagi memberikan manfaat nyata bagi rakyat Palestina maupun kepentingan nasional Indonesia.



Pernyataan tegas itu disampaikan Presiden saat menerima sejumlah ulama, kiai, dan tokoh organisasi kemasyarakatan Islam dalam pertemuan silaturahmi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis malam (6/3/2026).


Pertemuan tersebut membahas berbagai isu strategis, termasuk eskalasi konflik di Gaza, perkembangan geopolitik Timur Tengah, serta peran Indonesia dalam forum internasional yang berupaya mendorong penyelesaian konflik Palestina–Israel.


Indonesia Tak Akan Bertahan di Forum yang Tidak Efektif


Sekretaris Majelis Syuro DPP Front Persaudaraan Islam, Habib Hanif Alatas, yang hadir dalam pertemuan tersebut mengungkapkan bahwa Presiden berbicara secara terbuka mengenai posisi Indonesia di forum Board of Peace.


Menurut Hanif, Presiden menegaskan bahwa setiap keterlibatan Indonesia dalam forum internasional harus berorientasi pada kemaslahatan rakyat Palestina dan kepentingan bangsa Indonesia.


“Presiden menyampaikan, apabila suatu saat tidak ada lagi kemaslahatan bagi Palestina dan tidak sesuai dengan kepentingan nasional Indonesia, maka Indonesia tidak segan untuk menarik diri dari Board of Peace,” ujar Hanif kepada wartawan usai pertemuan.


Pernyataan tersebut dinilai sebagai sinyal kuat bahwa Indonesia tidak akan mempertahankan keanggotaan dalam forum internasional yang tidak efektif memperjuangkan hak rakyat Palestina.


Diplomasi Tetap Menjadi Strategi Utama


Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga memaparkan perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah yang terus memanas, khususnya konflik berkepanjangan di Gaza Strip yang memicu ketegangan global.


Pemerintah Indonesia, menurut Hanif, masih memandang diplomasi internasional sebagai jalur paling strategis untuk mendorong terciptanya perdamaian yang adil dan berkelanjutan bagi Palestina.


Selama puluhan tahun, Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang konsisten berada di garis depan dukungan internasional terhadap kemerdekaan Palestina di berbagai forum global.


Nusron Wahid: BoP Masih Jadi Ruang Diplomasi


Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid yang juga menghadiri pertemuan tersebut mengatakan Presiden turut menanggapi berbagai desakan dari sebagian kelompok masyarakat yang meminta Indonesia segera keluar dari forum Board of Peace.


Menurut Nusron, Presiden justru mempertanyakan alternatif forum diplomasi jika Indonesia benar-benar meninggalkan BoP.


“Pak Presiden mempertanyakan, jika Indonesia diminta keluar dari Board of Peace, lalu forum apa yang bisa digunakan untuk berunding dalam rangka menciptakan perdamaian Palestina dan Gaza. Saat ini forum yang tersedia memang Board of Peace,” kata Nusron.


Ia menambahkan, pemerintah menilai forum tersebut masih dapat dimanfaatkan sebagai ruang diplomasi untuk mendorong dialog dan negosiasi perdamaian.


Pemerintah Minta Publik Beri Ruang Diplomasi

Nusron juga mengimbau masyarakat agar memberikan waktu kepada pemerintah untuk menjalankan strategi diplomasi yang sedang ditempuh.


Menurutnya, pemerintah ingin memastikan bahwa setiap langkah yang diambil benar-benar memberikan dampak konkret bagi perjuangan rakyat Palestina.


“Posisi Presiden jelas, bangsa Indonesia sudah menerima BoP sebagai sarana ikhtiar menuju perdamaian. Setidaknya ikhtiar ini dicoba terlebih dahulu. Jangan sampai upaya belum dijalankan tetapi sudah diminta untuk keluar,” ujarnya.


Konsistensi Indonesia Dukung Kemerdekaan Palestina


Sejak lama Indonesia secara konsisten menegaskan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina serta penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi internasional yang adil, damai, dan berkelanjutan.


Selain melalui forum Board of Peace, Indonesia juga aktif mendorong berbagai upaya diplomasi di tingkat global untuk memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina serta terciptanya perdamaian permanen di Timur Tengah.


Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dunia, sikap pemerintah Indonesia menegaskan satu prinsip utama dalam politik luar negeri nasional:


diplomasi tetap menjadi senjata strategis Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina di panggung internasional. (Redaksi CNEWS)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update