Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan Prabowo

Iklan Prabowo

Presiden Prabowo Tegaskan Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis: “Ini Bukan Hamburkan Uang, Ini Efisiensi untuk Rakyat”

Kamis, 19 Februari 2026 | Kamis, Februari 19, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-18T19:36:43Z


CNEWS, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Dalam pidatonya di peresmian 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan 18 Gudang Ketahanan Pangan milik Kepolisian Republik Indonesia di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2), Prabowo menepis tudingan bahwa MBG memboroskan anggaran negara.


“Kita menghadapi kampanye luar biasa — menjelek-jelekkan, mengatakan saya menghamburkan uang. Padahal uang ini hasil penghematan, hasil efisiensi,” tegas Prabowo di hadapan jajaran kabinet dan aparat kepolisian.


Menurut Presiden, program ini merupakan hasil dari efisiensi besar-besaran dalam belanja kementerian/lembaga serta transfer ke daerah, yang menghemat sekitar Rp306,6 triliun. Dana tersebut kemudian dialihkan untuk mendukung prioritas nasional seperti MBG dan pengentasan stunting.


“Kalau tidak kita hemat, uang ini akan dimakan oleh koruptor,” ujarnya.


Efisiensi Besar, Kritik Besar

Program MBG sejak awal peluncurannya di 2024 menjadi sasaran kritik sejumlah ekonom dan pengamat kebijakan publik. Mereka menilai beban anggaran MBG berpotensi mengganggu stabilitas fiskal negara.


Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengonfirmasi bahwa alokasi MBG tahun 2026 mencapai Rp335 triliun, naik tajam dari Rp71 triliun pada 2025.


“Kita mendapat pagu anggaran Rp268 triliun dengan dana standby Rp67 triliun, total Rp335 triliun,” kata Dadan, dikutip dari Kompas.


Namun, bagi Prabowo, lonjakan itu sepadan dengan manfaat yang telah terbukti nyata. Ia mengungkap, MBG telah menghasilkan 4,5 miliar porsi makanan dan menyerap ribuan ton hasil panen petani lokal, sekaligus menciptakan puluhan ribu lapangan kerja baru.


“Rakyat harus tahu, ini bukan hanya memberi makan anak-anak, tapi juga menghidupkan ekonomi desa,” katanya.



Dampak Sosial dan Skala Global


Prabowo menegaskan keberhasilan MBG dapat dilihat dari skalanya yang kini menjangkau 60,2 juta penerima, dan akan meningkat menjadi 80 juta jiwa pada akhir 2026.


“Jumlah ini setara memberi makan seluruh penduduk Afrika Selatan setiap hari, sepuluh kali Singapura, atau dua kali Malaysia,” ujarnya.


Populasi Afrika Selatan kini sekitar 65 juta jiwa, Singapura 6 juta, dan Malaysia 35 juta — menggambarkan besarnya skala distribusi MBG.


Kasus Keracunan: “Tidak Ada Usaha Manusia yang 100 Persen Sempurna”


Meski diakui masih terjadi insiden keracunan makanan di beberapa daerah — sebanyak 28.000 anak terdampak — Prabowo menyebut angka tersebut hanya 0,0006 persen dari total penerima manfaat.


“Artinya, 99,999 persen berhasil. Di mana ada usaha manusia yang 100 persen sempurna?” ucapnya disambut tepuk tangan.



Rekam Digital Kritik


Menariknya, Prabowo juga meminta Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) M. Qodari untuk mengarsipkan seluruh video kritik terhadap MBG sebagai “rekam digital” perjalanan kebijakan nasional.


“Saya minta biar tiap malam bisa saya lihat-lihat videonya,” katanya sambil tersenyum.



Kesimpulan: Program Sosial, Arah Politik


MBG kini bukan sekadar program sosial, tetapi menjadi simbol arah baru pemerintahan Prabowo — mengedepankan kemandirian pangan, efisiensi fiskal, dan pemerataan gizi nasional.

Meski kritik fiskal tetap bergema, bukti lapangan dan data capaian menjadi amunisi politik yang kuat bagi sang presiden untuk menunjukkan bahwa efisiensi anggaran bisa bermuara pada kesejahteraan rakyat, bukan sekadar angka dalam APBN.(Red)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update