Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan Prabowo

Iklan Prabowo

Posting Menu MBG Anak Sekolah, Jurnalis iNews Diduga Diteror Oknum Ormas: Ancaman Nyata bagi Kebebasan Berekspresi

Sabtu, 28 Februari 2026 | Sabtu, Februari 28, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-28T04:16:19Z


CNEWS, BANDUNG BARAT, JAWA BARAT — Dugaan intimidasi terhadap seorang jurnalis kembali mencuat dan menimbulkan alarm serius bagi kebebasan berekspresi serta fungsi kontrol sosial masyarakat. Seorang jurnalis media InfoIndonesiaiNews.com, berinisial DS, warga Kabupaten Bandung Barat, mengaku menerima teror dan tekanan dari oknum yang diduga berasal dari organisasi kemasyarakatan (ormas) usai mengunggah foto menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima anaknya di sekolah.


Unggahan tersebut dilakukan DS pada Kamis, 26 Februari 2026, melalui akun Facebook pribadinya. Foto yang diunggah hanya menampilkan menu MBG yang dibawa pulang oleh anaknya dari SD Margamekar, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cihampelas, dengan narasi singkat: “MBG Mekarjaya, Cihampelas, KBB.”


Tidak terdapat tudingan, kritik, maupun penyebutan nama pihak atau penyelenggara program tertentu.


Namun, sehari berselang, Jumat, 27 Februari 2026, DS mengaku mulai menerima rangkaian intimidasi.


Sekitar pukul 11.24 WIB, seseorang dari nomor tak dikenal mengirimkan tangkapan layar unggahan Facebook milik DS. Tak lama kemudian, DS menerima panggilan telepon dari seorang pria berinisial D, yang diduga anggota salah satu ormas. Dalam percakapan tersebut, DS diminta melakukan “klarifikasi” dan diarahkan untuk bertemu di lokasi yang telah ditentukan sepihak.


Tekanan tidak berhenti di situ. Dari nomor berbeda, DS kembali dihubungi dan didesak agar segera menghapus unggahan foto menu MBG tersebut dari media sosialnya.


“Saya benar-benar heran. Saya tidak menghina siapa pun, tidak menyebut yayasan atau SPPG mana pun. Itu dokumentasi pribadi saya sebagai orang tua murid. Kenapa harus ada klarifikasi dan tekanan?” ujar DS kepada redaksi dengan nada kecewa.


DS menegaskan bahwa dirinya bahkan tidak mengetahui SPPG atau pihak penyedia MBG dari menu yang diterima anaknya. Unggahan itu, menurutnya, murni sebagai dokumentasi dan bentuk kewajaran orang tua dalam melihat apa yang dikonsumsi anak di sekolah.


Peristiwa ini memunculkan kejanggalan serius dan pertanyaan mendasar: mengapa unggahan foto makanan anak sekolah justru memicu reaksi intimidatif dari pihak tertentu?


Jika dokumentasi sederhana dianggap ancaman, sementara transparansi dan keselamatan konsumsi anak justru diabaikan, maka publik patut curiga ada persoalan yang lebih besar di baliknya.


Hingga berita ini diturunkan, DS mengaku masih merasa was-was dan tertekan, terlebih adanya desakan berulang untuk menghapus unggahan tersebut. Kasus ini menjadi sorotan nasional karena menyentuh dua isu krusial sekaligus: pengawasan publik terhadap program pemerintah dan perlindungan kebebasan berekspresi, baik sebagai warga negara maupun insan pers.


Program MBG yang dibiayai negara semestinya terbuka terhadap pengawasan masyarakat. Setiap bentuk intimidasi terhadap warga atau jurnalis yang melakukan kontrol sosial justru mencederai prinsip transparansi, akuntabilitas, dan demokrasi.


Catatan Redaksi

Setiap warga negara memiliki hak menyampaikan pendapat dan informasi selama tidak melanggar hukum.

Intimidasi terhadap masyarakat dan jurnalis yang menjalankan fungsi pengawasan publik merupakan kemunduran serius bagi demokrasi dan kebebasan pers.

Redaksi mendorong aparat penegak hukum untuk mengusut dugaan teror dan intimidasi ini secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu.


Narasumber/Pewarta: DS / Ardi Istana NKRI

Reporter: Egha

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update