![]() |
| POTO: PUSAT PASAR JAYAPURA |
CNEWS, Jayapura — Menjelang Hari Raya Idulfitri, desakan agar pemerintah bertindak tegas memastikan stabilitas harga bahan pokok semakin menguat. Aktivis sekaligus Ketua LSM WGAB, Yerry, meminta Provinsi Papua dan Kota Jayapura segera turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional dan supermarket.
Yerry menegaskan, hanya tinggal hitungan minggu umat Muslim akan merayakan Idulfitri. Pemerintah, kata dia, memiliki tanggung jawab penuh memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil dan terjangkau masyarakat.
“Pemerintah tidak boleh menunggu gejolak. Sidak harus dilakukan sekarang untuk memastikan tidak ada permainan harga di pasar dan supermarket,” tegas Yerry kepada media.
Ia mengungkapkan adanya dugaan kuat praktik pedagang nakal yang dengan sengaja menaikkan harga bahan pokok demi meraup keuntungan berlipat di momen bulan suci. Menurutnya, tindakan tersebut tidak hanya melanggar etika, tetapi juga menyengsarakan masyarakat kecil.
“Mencari keuntungan dengan menaikkan harga bahan pokok di bulan penuh berkah adalah perbuatan yang salah dan tidak dapat dibenarkan. Harga harus stabil, bukan dinaikkan sepihak,” ujarnya.
Yerry menilai lemahnya pengawasan menjadi celah bagi oknum pedagang untuk memainkan harga. Karena itu, ia mendesak pemerintah provinsi dan kota tidak hanya melakukan pemantauan administratif, tetapi turun langsung ke lapangan.
“Kalau ditemukan pedagang yang sengaja menaikkan harga dan menyusahkan rakyat, pemerintah wajib bertindak tegas. Jangan ragu menjatuhkan sanksi. Ini soal keadilan sosial dan keberpihakan kepada masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, stabilitas harga bahan pokok menjelang Idulfitri adalah ujian nyata kehadiran negara di tengah rakyat. Tanpa tindakan konkret, pemerintah dinilai abai terhadap penderitaan masyarakat yang semakin tertekan oleh beban ekonomi.
“Jangan sampai setiap Idulfitri rakyat selalu jadi korban permainan harga. Negara harus hadir dan melindungi,” tutup Yerry. ( Tim)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar