CNEWS | Deli Serdang — Tumpukan sampah rumah tangga kembali mencemari ruas Jalan Sultan Serdang, jalur lintas strategis menuju Bandara Internasional Kualanamu, tepatnya di Dusun IV Desa Buntu Bedimbar, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang. Kondisi ini memantik keluhan warga yang menilai pembiaran berlarut-larut telah mencoreng wajah desa sekaligus mengancam kesehatan lingkungan.
Pantauan tim CNEWS di lokasi mendapati sampah berserakan di badan dan bahu jalan, terdiri dari popok bayi, sandal dan sepatu bekas, sisa sayuran, kulit jagung, kulit nanas, hingga limbah rumah tangga lainnya. Ironisnya, lokasi tersebut berada di jalur utama yang kerap dilintasi pejabat daerah maupun tamu yang hendak menuju Bandara Kualanamu.
Warga menilai persoalan ini tidak semata disebabkan rendahnya kesadaran sebagian masyarakat, tetapi juga lemahnya pengawasan dan minimnya fasilitas pendukung. Salah satu faktor yang disorot adalah tidak berfungsinya lampu penerangan jalan umum (PJU) di wilayah Dusun IV, yang diduga dimanfaatkan oknum warga—bahkan dari desa lain—untuk membuang sampah secara sembunyi-sembunyi, terutama pada malam hari.
“Lampu jalan mati sudah lama. Kondisi gelap ini membuat orang bebas membuang sampah. Bukan hanya warga sini, kami menduga banyak juga dari desa lain,” ungkap seorang warga kepada tim CNEWS.
Temuan di lapangan juga mengindikasikan masih rendahnya kepatuhan sebagian warga dalam membayar iuran kebersihan. Akibatnya, pengelolaan sampah tidak berjalan optimal, sementara titik pembuangan liar terus bermunculan.
Warga Dusun IV pun mendesak Pemerintah Desa Buntu Bedimbar untuk segera mengambil langkah konkret, salah satunya dengan memasang kamera pengawas (CCTV) di titik rawan pembuangan sampah ilegal guna mengidentifikasi pelaku dan memberikan efek jera.
“Ini seharusnya menjadi perhatian perangkat desa, terutama kepala dusun, untuk mengawasi wilayahnya. Kalau dibiarkan, ini sangat memalukan bagi kami sebagai warga Dusun IV,” ujar seorang warga berinisial PG.
PG menambahkan, persoalan sampah bukan sekadar soal estetika, tetapi menyangkut tanggung jawab bersama. Menurutnya, jika kesadaran menjaga kebersihan tidak dimulai dari hal paling mendasar, maka sulit berharap masyarakat memiliki kepedulian terhadap persoalan yang lebih besar.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik terkait peran dan respons Pemerintah Desa Buntu Bedimbar dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di jalur strategis yang menjadi wajah daerah. Warga berharap, selain pemasangan CCTV, pemerintah desa juga segera memperbaiki PJU, menertibkan sistem iuran kebersihan, serta menegakkan sanksi tegas bagi pelanggar.
Hingga berita ini ditayangkan, Pemerintah Desa Buntu Bedimbar belum memberikan keterangan resmi terkait rencana penanganan tumpukan sampah di Dusun IV tersebut.
(Red/Tim)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar