Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan Prabowo

Iklan Prabowo

Jiwa, Aktivis Papua Desak Pemprov Papua Tengah Segera Turun Tangan

Rabu, 07 Januari 2026 | Rabu, Januari 07, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-07T02:04:13Z


CNews, TIMIKA — Konflik sosial yang terjadi di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, dilaporkan telah menimbulkan korban jiwa. Kondisi tersebut memicu desakan keras dari kalangan aktivis Papua agar pemerintah segera mengambil langkah tegas dan terukur sebelum situasi semakin tidak terkendali.


Ketua LSM WGAB Papua, Yerry Basri Mak, S.H., M.H., kepada media menyatakan bahwa konflik yang dibiarkan berlarut-larut berpotensi memperluas dampak kemanusiaan dan keamanan di wilayah Timika dan sekitarnya.


“Ini bukan konflik biasa. Sudah ada korban jiwa. Pemerintah Provinsi Papua Tengah tidak boleh lamban. Harus segera turun tangan langsung untuk menghentikan konflik ini,” tegas Yerry, Rabu ( 7 /1/2026)


Menurut Yerry, keterlambatan respons pemerintah justru memperbesar risiko eskalasi kekerasan dan membuka peluang konflik horizontal yang lebih luas. Ia menilai pendekatan pasif hanya akan memperparah situasi di lapangan.


Selain dampak kemanusiaan, Yerry menyoroti lumpuhnya roda perekonomian masyarakat akibat konflik tersebut. Aktivitas warga terganggu, rasa takut meluas, dan stabilitas sosial terancam.


“Masyarakat menjadi takut beraktivitas. Ekonomi melambat, kehidupan sosial terganggu. Ini bukti nyata bahwa konflik ini sudah berdampak sistemik,” ujarnya.


Yerry juga mendesak TNI dan Polri agar bersikap tegas, profesional, dan netral dalam menjalankan fungsi pengamanan. Ia menekankan bahwa kehadiran aparat negara harus mampu memberikan rasa aman, bukan sekadar formalitas.


Tak hanya itu, ia meminta Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Pemerintah Kabupaten Mimika segera menginisiasi dialog terbuka dengan mempertemukan pihak-pihak yang bertikai guna mencari solusi damai dan berkelanjutan.


“Pemerintah harus mengumpulkan semua pihak yang berkonflik, duduk bersama, berdialog secara terbuka dan adil. Jalan damai harus diutamakan,” katanya.


Yerry menegaskan, perdamaian di Kwamki Narama merupakan syarat mutlak agar pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan publik di Kabupaten Mimika dapat kembali berjalan normal.


“Harapan kami sederhana tapi mendesak: Timika harus aman dan damai. Tanpa itu, pembangunan hanya akan menjadi slogan kosong,” pungkasnya.( YBM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update