Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan Prabowo

Iklan Prabowo

Harga Emas 17 Januari 2026 Bergejolak: Logam Mulia Anjlok, Pegadaian Justru Menguat

Minggu, 18 Januari 2026 | Minggu, Januari 18, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-17T20:37:45Z



CNews, Yogyakarta — Pergerakan harga emas di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menunjukkan kontradiksi pasar. Pada Sabtu, 17 Januari 2026, harga emas Antam Logam Mulia tercatat turun, sementara produk-produk emas Pegadaian justru mengalami penguatan, menandai dinamika tajam antara harga pabrikan dan pasar ritel.


Data resmi yang dihimpun hingga pukul 09.10–09.15 WIB menunjukkan bahwa emas Antam Logam Mulia 1 gram turun Rp 6.000 dari hari sebelumnya, kini berada di level Rp 2.663.000 per gram. Sebaliknya, emas Antam Pegadaian naik Rp 4.000 ke posisi Rp 2.936.000 per gram.


Perbedaan arah pergerakan ini mengindikasikan adanya perbedaan strategi harga, margin distribusi, serta respons pasar terhadap permintaan emas ritel di tengah ketidakpastian ekonomi global.


Logam Mulia Melemah, Harga Dasar Turun


Berdasarkan pembaruan resmi laman Logam Mulia, berikut harga emas batangan Antam di Jogja:


0,5 gram: Rp 1.381.500

1 gram: Rp 2.663.000

2 gram: Rp 5.276.000

5 gram: Rp 13.130.000

10 gram: Rp 26.180.000

25 gram: Rp 65.285.000

50 gram: Rp 130.405.000

100 gram: Rp 261.660.000


Harga tersebut merupakan harga dasar pabrik dan belum termasuk PPh 0,25%, sesuai ketentuan perpajakan pembelian emas batangan.


Penurunan harga Logam Mulia dinilai membuka ruang beli strategis bagi investor jangka panjang, terutama bagi pembeli dengan orientasi lindung nilai.


Produk Pegadaian Menguat Serentak


Berbeda dengan Logam Mulia, seluruh produk emas Pegadaian hari ini tercatat mengalami kenaikan, meski dalam rentang terbatas.


Harga Emas Pegadaian – 17 Januari 2026


Antam Pegadaian

1 gram: Rp 2.936.000

UBS Pegadaian

1 gram: Rp 2.749.000

Antam Mulia Retro

1 gram: Rp 2.922.000


Galeri 

1 gram: Rp 2.695.000

Kenaikan paling konsisten terjadi pada produk UBS dan Antam Mulia Retro, masing-masing naik Rp 7.000, menandakan permintaan ritel yang masih kuat, khususnya di segmen menengah.


Selisih Harga Lebar, Investor Diminta Cermat


Selisih harga emas 1 gram antara Logam Mulia dan Antam Pegadaian kini mencapai Rp 273.000, angka yang cukup signifikan dan berpotensi memengaruhi keputusan beli masyarakat.


Kondisi ini menegaskan bahwa berat emas bukan satu-satunya faktor penentu investasi, melainkan juga asal produk, likuiditas, biaya tambahan, dan tujuan kepemilikan.


Emas Masih Aman, Tapi Tidak Bisa Asal Beli


Emas tetap menjadi instrumen investasi defensif, namun pembelian tanpa strategi berisiko menurunkan keuntungan. Investor disarankan:


Membeli hanya di gerai resmi

Memastikan sertifikat dan QR Code aktif

Menjaga kemasan tetap utuh

Membandingkan harga lintas produsen

Tidak terpancing fluktuasi harian tanpa analisis


Kesimpulan

Pada 17 Januari 2026, pasar emas Jogja memperlihatkan anomali harga: Logam Mulia melemah, Pegadaian menguat. Situasi ini menuntut investor untuk lebih kritis, selektif, dan strategis, bukan sekadar mengikuti tren.

Emas tetap aman — tetapi keputusan membelinya harus cerdas. (APL/Red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update