CNews, BOGOR — Aksi pencurian menyasar gudang milik Kapten Tatang Taryono di Jalan Dharmais, Desa Cimandala, Kabupaten Bogor, memicu kemarahan sekaligus keprihatinan warga. Pasalnya, gudang tersebut bukan sekadar ruang penyimpanan pribadi, melainkan fasilitas sosial gratis yang selama ini digunakan masyarakat untuk nonton bareng (nobar), olahraga bulu tangkis, serta dilengkapi toilet umum demi kenyamanan warga.
Sejumlah televisi dan peralatan elektronik dilaporkan raib digondol pelaku. Ironisnya, fasilitas yang dicuri justru berasal dari ruang yang selama ini tidak pernah memungut biaya sepeser pun dari masyarakat.
“Kalau barang itu dicuri untuk menghidupi keluarga yang benar-benar kelaparan, saya ikhlas. Tapi ini pelaku pakai motor bahkan mobil. Kalau ini profesinya maling, harus diviralkan agar tidak menimpa orang lain,” ujar salah seorang warga dengan nada geram namun masih menyisakan sisi kemanusiaan.
Fasilitas Sosial, Bukan Sekadar Gudang
Gudang tersebut selama ini menjadi ruang berkumpul warga lintas usia, terutama saat agenda nobar pertandingan olahraga dan aktivitas bulu tangkis rutin. Keberadaannya dianggap sebagai oase sosial di tengah minimnya ruang publik gratis di wilayah Cimandala.
Karena itu, pencurian ini tidak sekadar merugikan pemilik, tetapi juga merampas hak sosial masyarakat.
“Kalau pelaku datang meminta maaf, meski barang sudah tidak ada, saya maafkan,” lanjut pernyataan warga, mencerminkan sikap moral tinggi yang kontras dengan tindakan pelaku.
Pertanyaan Serius Soal Motif dan Moralitas
Kasus ini memunculkan pertanyaan tajam:
Apakah pencurian ini didorong kebutuhan mendesak, atau murni kejahatan oportunistik?
Indikasi penggunaan kendaraan bermotor oleh pelaku menimbulkan dugaan kuat bahwa aksi ini bukan pencurian karena lapar, melainkan kejahatan yang terencana.
Desakan Penegakan Hukum dan Efek Jera
Warga mendesak aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus ini, bukan hanya demi keadilan, tetapi juga untuk mencegah terulangnya kejahatan serupa terhadap fasilitas sosial lainnya.
Pihak kepolisian telah diminta turun tangan melakukan penyelidikan, termasuk menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi serta mengumpulkan keterangan saksi.
Peringatan untuk Semua
Peristiwa ini menjadi peringatan keras bahwa bahkan ruang-ruang kebaikan sekalipun kini tak luput dari ancaman kriminalitas. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, sementara aparat diharapkan tidak abai terhadap kejahatan yang merusak sendi solidaritas sosial.
Ketika fasilitas gratis untuk rakyat kecil pun dijarah, maka yang terluka bukan hanya pemilik, tetapi nurani bersama.
Jika Anda memiliki informasi terkait pelaku, segera laporkan kepada pihak berwajib.
Melindungi ruang publik adalah tanggung jawab bersama. ( Red)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar