Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan Prabowo

Iklan Prabowo

YAMAN MENUJU PERANG PROKSI TERBUKA

Rabu, 31 Desember 2025 | Rabu, Desember 31, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-12-30T18:44:20Z




Bombardir Mukalla Bongkar Konflik Bisnis–Militer Saudi–UEA, STC Diduga Jadi Instrumen, Iran dan AS Mengintai


CNews, Sana’a – Mukalla — Eskalasi militer di Yaman Selatan menandai babak baru konflik yang jauh melampaui perang saudara atau isu separatisme lokal. Serangan udara Arab Saudi ke Pelabuhan Mukalla justru membuka lapisan terdalam dari pertarungan kepentingan ekonomi, jalur logistik strategis, dan operasi militer bayangan yang selama ini tersembunyi di balik label “koalisi Arab”.


Penetapan status darurat nasional selama 90 hari oleh pemerintah Yaman yang diakui secara internasional menjadi indikator bahwa konflik kini telah bertransformasi menjadi konfrontasi terbuka antar sekutu Teluk, dengan risiko destabilisasi regional dan dampak global yang signifikan.


 Siapa Diuntungkan? Jejak Bisnis Strategis di Balik Pelabuhan Mukalla


Pelabuhan Mukalla bukan sekadar titik bongkar muat logistik militer. Berdasarkan penelusuran diplomatik dan laporan keamanan kawasan, Mukalla merupakan:


Gerbang utama ke Laut Arab

Jalur alternatif strategis di luar Selat Bab el-Mandeb

Koridor aman perdagangan energi non-Houthi

Aset logistik bernilai miliaran dolar dalam rantai pasok regional


Dalam beberapa tahun terakhir, operator pelabuhan dan perusahaan logistik yang berafiliasi dengan kepentingan UEA dilaporkan memiliki pengaruh signifikan atas:


Manajemen pelabuhan dan arus barang

Sistem pengamanan kawasan pesisir


Distribusi komoditas strategis, termasuk energi dan logistik sensitif


Dukungan Abu Dhabi terhadap Dewan Transisi Selatan (STC) dinilai bukan semata solidaritas politik, melainkan investasi geopolitik jangka panjang untuk:


Menguasai pelabuhan-pelabuhan utama

Membentuk zona ekonomi khusus

Mengendalikan jalur perdagangan Laut Arab–Afrika Timur


Jika Yaman Selatan berdiri sebagai entitas terpisah, UEA berpotensi memperoleh kontrol ekonomi langsung tanpa harus tunduk pada Sana’a maupun Riyadh.


STC dan Dugaan “Militer Bayangan”: Pola Proxy yang Terstruktur


Meski diproyeksikan sebagai gerakan lokal, kapabilitas militer STC menunjukkan karakter berbeda:


Persenjataan berat di luar standar milisi lokal

Kendaraan tempur modern

Sistem logistik laut yang terorganisir

Laporan SPA, dikutip AFP, menyebutkan:

Kapal-kapal dari UEA mematikan sistem pelacakan

Pembongkaran senjata dilakukan secara tertutup

Dukungan bersifat berulang dan terstruktur


Pola ini memperkuat dugaan bahwa STC berfungsi sebagai proxy militer, menyerupai model:


Iran dengan Houthi

AS dengan pasukan Kurdi Suriah

Rusia dengan kontraktor militer swasta


Mengapa Saudi Bereaksi Keras? Hadramout adalah “Garis Merah”


Bagi Arab Saudi, Hadramout memiliki makna strategis yang jauh melampaui batas administratif:


Benteng keamanan perbatasan selatan

Zona penyangga terhadap ekspansi pengaruh Iran

Wilayah dengan ikatan historis elite Saudi

Jika wilayah ini jatuh ke tangan STC yang didukung UEA:

Saudi kehilangan buffer keamanan utama

Pengaruh Riyadh di Yaman tergerus drastis


Ancaman tidak langsung Iran mendekati wilayah Saudi

Inilah latar di balik keputusan Riyadh:

Melancarkan serangan udara ke Mukalla

Mengultimatum UEA agar menarik pasukan

Mendukung penuh dekret darurat Presiden Rashad al-Alimi


Konflik ini tak lagi berskala domestik, melainkan pertarungan dominasi geopolitik Teluk.


 Analisis Geopolitik: Saudi–UEA–Iran–AS

 Arab Saudi

Menginginkan Yaman tetap utuh

Menolak kemerdekaan Yaman Selatan

Fokus pada stabilitas perbatasan dan keamanan nasional


 Uni Emirat Arab

Berorientasi pada kontrol pelabuhan dan jalur dagang

Pendekatan pragmatis berbasis ekonomi-logistik

Mendukung aktor lokal demi pengaruh langsung


 Iran

Diuntungkan dari konflik antar sekutu Teluk

Tekanan terhadap Teheran terfragmentasi

Houthi memperoleh ruang manuver strategis


Amerika Serikat

Mengambil posisi observatif

Fokus pada Iran dan stabilitas energi global

Konflik Teluk melemahkan poros anti-Iran

 Pemenang jangka pendek: Iran

Korban terbesar: rakyat Yaman


Risiko Terbesar: Runtuhnya Koalisi Arab


Jika eskalasi berlanjut:

Koalisi Arab berpotensi kolaps

Perang Yaman berubah menjadi konflik multi-front


Jalur perdagangan Laut Arab terancam

Harga energi global berisiko melonjak

Status darurat 90 hari dapat menjadi:

Upaya terakhir menyelamatkan negara

Atau awal disintegrasi Yaman secara total


“Perang Kepentingan Teluk Meledak di Yaman: Saudi Bombardir Mukalla, UEA Disorot soal Milisi Separatis”


“Saudi–UAE Rift Deepens as Mukalla Strike Exposes Proxy Warfare and Strategic Port Interests”

“Mukalla di Bawah Api: Pelabuhan, Senjata, dan Perang Proksi Saudi–UEA di Yaman”(Red/RI)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update