Bombardir Mukalla Bongkar Konflik Bisnis–Militer Saudi–UEA, STC Diduga Jadi Instrumen, Iran dan AS Mengintai
CNews, Sana’a – Mukalla — Eskalasi militer di Yaman Selatan menandai babak baru konflik yang jauh melampaui perang saudara atau isu separatisme lokal. Serangan udara Arab Saudi ke Pelabuhan Mukalla justru membuka lapisan terdalam dari pertarungan kepentingan ekonomi, jalur logistik strategis, dan operasi militer bayangan yang selama ini tersembunyi di balik label “koalisi Arab”.
Penetapan status darurat nasional selama 90 hari oleh pemerintah Yaman yang diakui secara internasional menjadi indikator bahwa konflik kini telah bertransformasi menjadi konfrontasi terbuka antar sekutu Teluk, dengan risiko destabilisasi regional dan dampak global yang signifikan.
Siapa Diuntungkan? Jejak Bisnis Strategis di Balik Pelabuhan Mukalla
Pelabuhan Mukalla bukan sekadar titik bongkar muat logistik militer. Berdasarkan penelusuran diplomatik dan laporan keamanan kawasan, Mukalla merupakan:
Gerbang utama ke Laut Arab
Jalur alternatif strategis di luar Selat Bab el-Mandeb
Koridor aman perdagangan energi non-Houthi
Aset logistik bernilai miliaran dolar dalam rantai pasok regional
Dalam beberapa tahun terakhir, operator pelabuhan dan perusahaan logistik yang berafiliasi dengan kepentingan UEA dilaporkan memiliki pengaruh signifikan atas:
Manajemen pelabuhan dan arus barang
Sistem pengamanan kawasan pesisir
Distribusi komoditas strategis, termasuk energi dan logistik sensitif
Dukungan Abu Dhabi terhadap Dewan Transisi Selatan (STC) dinilai bukan semata solidaritas politik, melainkan investasi geopolitik jangka panjang untuk:
Menguasai pelabuhan-pelabuhan utama
Membentuk zona ekonomi khusus
Mengendalikan jalur perdagangan Laut Arab–Afrika Timur
Jika Yaman Selatan berdiri sebagai entitas terpisah, UEA berpotensi memperoleh kontrol ekonomi langsung tanpa harus tunduk pada Sana’a maupun Riyadh.
STC dan Dugaan “Militer Bayangan”: Pola Proxy yang Terstruktur
Meski diproyeksikan sebagai gerakan lokal, kapabilitas militer STC menunjukkan karakter berbeda:
Persenjataan berat di luar standar milisi lokal
Kendaraan tempur modern
Sistem logistik laut yang terorganisir
Laporan SPA, dikutip AFP, menyebutkan:
Kapal-kapal dari UEA mematikan sistem pelacakan
Pembongkaran senjata dilakukan secara tertutup
Dukungan bersifat berulang dan terstruktur
Pola ini memperkuat dugaan bahwa STC berfungsi sebagai proxy militer, menyerupai model:
Iran dengan Houthi
AS dengan pasukan Kurdi Suriah
Rusia dengan kontraktor militer swasta
Mengapa Saudi Bereaksi Keras? Hadramout adalah “Garis Merah”
Bagi Arab Saudi, Hadramout memiliki makna strategis yang jauh melampaui batas administratif:
Benteng keamanan perbatasan selatan
Zona penyangga terhadap ekspansi pengaruh Iran
Wilayah dengan ikatan historis elite Saudi
Jika wilayah ini jatuh ke tangan STC yang didukung UEA:
Saudi kehilangan buffer keamanan utama
Pengaruh Riyadh di Yaman tergerus drastis
Ancaman tidak langsung Iran mendekati wilayah Saudi
Inilah latar di balik keputusan Riyadh:
Melancarkan serangan udara ke Mukalla
Mengultimatum UEA agar menarik pasukan
Mendukung penuh dekret darurat Presiden Rashad al-Alimi
Konflik ini tak lagi berskala domestik, melainkan pertarungan dominasi geopolitik Teluk.
Analisis Geopolitik: Saudi–UEA–Iran–AS
Arab Saudi
Menginginkan Yaman tetap utuh
Menolak kemerdekaan Yaman Selatan
Fokus pada stabilitas perbatasan dan keamanan nasional
Uni Emirat Arab
Berorientasi pada kontrol pelabuhan dan jalur dagang
Pendekatan pragmatis berbasis ekonomi-logistik
Mendukung aktor lokal demi pengaruh langsung
Iran
Diuntungkan dari konflik antar sekutu Teluk
Tekanan terhadap Teheran terfragmentasi
Houthi memperoleh ruang manuver strategis
Amerika Serikat
Mengambil posisi observatif
Fokus pada Iran dan stabilitas energi global
Konflik Teluk melemahkan poros anti-Iran
Pemenang jangka pendek: Iran
Korban terbesar: rakyat Yaman
Risiko Terbesar: Runtuhnya Koalisi Arab
Jika eskalasi berlanjut:
Koalisi Arab berpotensi kolaps
Perang Yaman berubah menjadi konflik multi-front
Jalur perdagangan Laut Arab terancam
Harga energi global berisiko melonjak
Status darurat 90 hari dapat menjadi:
Upaya terakhir menyelamatkan negara
Atau awal disintegrasi Yaman secara total
“Perang Kepentingan Teluk Meledak di Yaman: Saudi Bombardir Mukalla, UEA Disorot soal Milisi Separatis”
“Saudi–UAE Rift Deepens as Mukalla Strike Exposes Proxy Warfare and Strategic Port Interests”
“Mukalla di Bawah Api: Pelabuhan, Senjata, dan Perang Proksi Saudi–UEA di Yaman”(Red/RI)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar