Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan Prabowo

Iklan Prabowo

Natal Nasional 2025 Dihelat Sederhana: 70% Dana Difokuskan untuk Korban Bencana dan Kaum Miskin

Rabu, 10 Desember 2025 | Rabu, Desember 10, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-12-10T03:15:25Z


CNEWS, Jakarta, Desember 2025 — Perayaan Natal Nasional 2025 dipastikan berlangsung dalam nuansa keprihatinan dan empati mendalam. Bencana banjir serta longsor yang melanda Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Aceh, disusul erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur, meninggalkan duka panjang: ratusan korban meninggal dan hilang, ribuan keluarga kehilangan rumah, pekerjaan, serta masa depan. Di tengah situasi ini, Panitia Nasional Natal menegaskan bahwa Natal tahun ini dirayakan dengan penuh kesederhanaan, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dan makna esensi Natal itu sendiri.


Ketua Panitia Natal Nasional Maruarar Sirait menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan Natal tahun ini “dibuat sesederhana mungkin, minim formalitas, efisien, dan harus berdampak langsung bagi masyarakat.”


Anggaran Natal Dipangkas: Hanya 30% untuk Acara, 70% untuk Aksi Sosial


Maruarar menyampaikan bahwa biaya penyelenggaraan acara puncak pada 5 Januari 2026 di Istora Senayan hanya menggunakan maksimal 30% dari total dana. Sisanya, 70% dialokasikan langsung untuk bantuan sosial.


Seluruh biaya kegiatan berasal dari donasi sukarela masyarakat lintas iman—Kristen, Katolik, Muslim, Buddha, dan Konghucu—tanpa menggunakan dana APBN maupun BUMN.


Tidak ada dana negara, semuanya murni gotong royong rakyat Indonesia,” tegas Maruarar. Total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp 58 miliar.


Aksi Cepat untuk Korban Bencana: Rp 2,8 Miliar dan 35 Ambulans


Panitia bergerak sejak akhir November 2025, menyalurkan bantuan ke berbagai lokasi bencana. Total bantuan yang telah digulirkan mencapai Rp 2,8 miliar, rinciannya:


  • Rp 350 juta untuk korban erupsi Semeru, Jawa Timur
  • Rp 550 juta untuk korban banjir & longsor Medan, Sumut
  • Rp 550 juta untuk Tapanuli Tengah–Sibolga, Sumut
  • Rp 550 juta untuk Aceh
  • Rp 800 juta untuk Padang, Sumbar

Selain itu, panitia juga menyiapkan 35 ambulans, yang akan didistribusikan ke 10 wilayah prioritas di Indonesia, termasuk Papua, Maluku, NTT, dan seluruh daerah terdampak bencana.


Bantuan Pendidikan Rp 10 Miliar untuk 1.000 Pelajar


Di bidang pendidikan, Panitia Natal mengalokasikan Rp 10 miliar bagi 1.000 siswa dan mahasiswa dari keluarga berpenghasilan rendah, anak yatim, serta pelajar di daerah terdampak bencana.
Setiap penerima mendapatkan Rp 10 juta dalam bentuk uang tunai, dikelola secara akuntabel dan terdokumentasi.


Maruarar menegaskan: “Penyaluran harus transparan, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan.”


Membangun 100 Gereja: Papua, NTT, Maluku Jadi Prioritas


Natal Nasional 2025 juga menghadirkan program besar: pembangunan 100 gereja di seluruh Indonesia, didukung antara lain oleh kontribusi Rp 10 miliar dari James Riady (Lippo Group).


  • Enam provinsi di Papua masing-masing mendapat 5 gereja
  • NTT, Maluku, Maluku Utara masing-masing 5 gereja
  • Sisanya dibagi ke 29 provinsi lain, khususnya wilayah bencana dan daerah dengan populasi Kristen–Katolik besar seperti Sulut, Kalbar, dan Kalteng.

Gereja-gereja di wilayah bencana diupayakan selesai lebih cepat agar dapat digunakan untuk pemulihan sosial–rohani masyarakat.


Acara Puncak: Tanpa Artis Nasional, 3.000 Pelayan Gereja Jadi Pengisi Utama


Acara puncak di Istora Senayan akan dihadiri sekitar 3.800 orang, di mana **3.000 di antaranya adalah koor, guru sekolah minggu, guru agama, koster, anak yatim-piatu, dan penyandang disabilitas Kristen–Katolik.


Tidak ada artis nasional yang tampil. Panitia menampilkan penyanyi daerah dan talenta lokal, serta pohon Natal yang dirangkai dari buah-buahan lokal, menyimbolkan berkat dan kesederhanaan.


Seluruh makanan acara disiapkan oleh UMKM, bukan hotel atau katering besar.


Seminar Nasional di 9 Kota: Mengangkat Tema Keselamatan Keluarga


Menjelang puncak perayaan, Panitia menggelar seminar di sembilan kota (10–19 Desember 2025) dengan tema:


“Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” (Matius 1:21–24)


Tema ini menekankan bahwa Tuhan hadir memulihkan keluarga-keluarga yang terluka, menguatkan mereka di tengah krisis, dan bahwa keselamatan berawal dari rumah tangga.


Seminar di Bandung menghadirkan pemateri dari berbagai latar:

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Uskup Bandung Mgr. Antonius S. Benyamin OSC, Staf Khusus Menag Gugun Gumilar, James Riady, akademisi Unpar Christian F. Naa, dan psikolog Lidwina Widyawati.


Pesan Utama Natal: Solidaritas, Kesederhanaan, dan Aksi Nyata


Mengutip Injil Matius 25:40, Maruarar menegaskan bahwa Natal tahun ini difokuskan untuk menyentuh kehidupan mereka yang menderita dan berkekurangan.


“Kasih tidak boleh berhenti pada kata-kata, tetapi harus menjadi tindakan nyata,” ujarnya.


Panitia berharap Natal Nasional 2025 bukan hanya menghadirkan sukacita spiritual, tetapi menjadi bukti bahwa solidaritas lintas iman masih menjadi kekuatan terbesar bangsa ini.

( Tim/Red) 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update