Ketua LSM WGAB: Jangan Sampai Januari 2026 Anak Sekolah Masih Keracunan Makanan Bergizi
CNews, PAPUA— Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan tajam. Aktivis sekaligus Ketua LSM WGAB, Yerry Basri, S.H., M.H., M.Ak, mendesak evaluasi total dan menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), menyusul banyaknya persoalan serius di lapangan.
Menurut Yerry, masa libur sekolah saat ini merupakan momentum krusial bagi pemerintah untuk melakukan pembenahan total, sebelum MBG kembali berjalan penuh pada Januari 2026.
“Dalam masa libur Natal dan Tahun Baru ini, MBG harus dievaluasi total. Banyak masalah terjadi di lapangan, mulai dari kualitas makanan hingga distribusi ke sekolah-sekolah,” tegas Yerry kepada media, Jumat.
Ia menekankan, MBG bukan sekadar program simbolik, melainkan program strategis nasional yang menyangkut keselamatan, kesehatan, dan masa depan anak-anak Indonesia.
Soroti Kualitas Makanan dan Dampak Kesehatan
Yerry secara khusus menyoroti keluhan orang tua dan siswa terkait menu makanan yang dinilai tidak layak, tidak bergizi, bahkan berujung pada anak-anak harus dirawat di rumah sakit setelah mengonsumsi makanan MBG.
“Ini bukan soal gratis atau tidak. Ini soal mutu, gizi, dan keamanan makanan. Jangan sampai ada lagi orang tua mengeluh, apalagi anak sekolah masuk rumah sakit karena makanan bergizi yang justru membahayakan,” ujarnya keras.
Ia menilai, jika evaluasi tidak dilakukan secara serius dan menyeluruh—mulai dari rantai pasok, dapur penyedia, standar higienitas, hingga pengawasan distribusi—maka MBG berpotensi menjadi bom waktu sosial dan kesehatan.
Desak Pemerintah Bertindak Tegas
Yerry meminta pemerintah dan pihak terkait untuk tidak menutup mata dan tidak sekadar melakukan evaluasi administratif, melainkan evaluasi faktual di lapangan dengan melibatkan pengawasan independen.
“Libur sekolah ini adalah kesempatan emas. Jangan disia-siakan. Saat MBG berjalan lagi Januari 2026, tidak boleh ada lagi masalah di sekolah-sekolah seluruh Indonesia,” tegasnya.
Ia menutup pernyataannya dengan peringatan keras: jika MBG terus bermasalah, kepercayaan publik terhadap program negara akan runtuh, dan yang paling dirugikan adalah anak-anak.
( YBM)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar