Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan Prabowo

Iklan Prabowo

Diduga Lakukan Pelecehan Seksual dan Korupsi Dana Desa, Oknum Kades Batu Gingging Diminta Segera Ditangkap

Selasa, 23 Desember 2025 | Selasa, Desember 23, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-12-23T14:52:33Z


CNEWS | DELI SERDANG — Gelombang kemarahan warga Desa Batu Gingging, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deli Serdang, memuncak. Oknum Kepala Desa berinisial CH diduga kuat melakukan tindakan asusila terhadap warga perempuan serta menyalahgunakan anggaran Dana Desa. Warga mendesak aparat kepolisian segera bertindak tegas dan transparan.


Dugaan pelecehan seksual ini diungkap langsung oleh Wiki Hardiyanti, warga Desa Batu Gingging, yang mengaku menjadi korban perlakuan tidak senonoh oleh CH.




“Kejadiannya sekitar bulan Agustus lalu. Saya diperlakukan tidak wajar, bagian tubuh saya dipegang dan diremas. Sejak itu saya trauma dan takut keluar rumah. Saya sudah melapor ke tetangga, Polsek, hingga Polresta Deli Serdang, tapi sampai sekarang tidak ada perkembangan,” ungkap Wiki dengan nada gemetar.


Pengakuan tersebut memperkuat keresahan warga yang selama ini menilai CH berperilaku arogan, tidak bermoral, dan kebal hukum.



Suami Korban Desak Polisi Tegakkan Keadilan


Sofyan, suami Wiki Hardiyanti, dengan tegas meminta aparat kepolisian tidak menutup mata atas laporan yang telah disampaikan secara resmi.


“Saya mohon kepada Polresta Deli Serdang agar menegakkan hukum seadil-adilnya. Saya tidak terima istri saya diperlakukan seperti itu. Jangan ada pembiaran,” tegas Sofyan.


Warga Murka: Kades Dinilai Biadab dan Tak Layak Memimpin


Amarah warga juga disuarakan Khaidir, warga Dusun III, yang menilai perbuatan CH telah mencoreng martabat desa.


“Kami malu punya kepala desa seperti itu. Kalau terbukti, proses hukum seberat-beratnya. Jangan dilindungi. Pemimpin seperti ini tidak layak,” ujar Khaidir dengan nada keras.



Dugaan Penyimpangan Dana Desa Menguat


Tak hanya dugaan asusila, indikasi penyalahgunaan Dana Desa turut menyeruak. Warga menuding CH tidak transparan dan kerap bertindak sepihak tanpa musyawarah.


Seorang warga berinisial BS, tetangga rumah CH, mengungkapkan bahwa selama menjabat, oknum kades kerap memanfaatkan tanda tangan warga dan mengelola anggaran tanpa keterbukaan.


“Banyak yang tidak beres. Pembagian BLT bermasalah, taman desa dirusak tanpa musyawarah, perbaikan jalan tidak jelas, hingga bantuan ternak yang justru dinikmati keluarga kades. Semua dilakukan sepihak,” beber BS.


Menurut BS, hampir seluruh kebijakan strategis desa dilakukan tanpa melibatkan masyarakat, bertentangan dengan prinsip transparansi dan partisipasi publik dalam pengelolaan Dana Desa.



Kades Menghilang Saat Dikonfirmasi


Saat tim media mencoba mengonfirmasi langsung ke kediaman CH, yang bersangkutan tidak berada di rumah. Warga sekitar mengaku tidak mengetahui keberadaan sang kades.


Desakan Tegas ke Aparat Penegak Hukum


Masyarakat Desa Batu Gingging kini secara terbuka meminta Polresta Deli Serdang, Inspektorat, dan Kejaksaan turun tangan serius, memeriksa dugaan pelecehan seksual dan menelusuri potensi korupsi Dana Desa.


Warga menilai, pembiaran atas laporan ini hanya akan memperparah krisis kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum dan pemerintah desa.


“Hukum jangan tumpul ke bawah dan tajam ke atas. Kami hanya ingin keadilan,” pungkas warga.

(Tim GP )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update