-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan HUT Kemerdekaan RI

Iklan HUT Kemerdekaan

SUYUDI RESMI JADI KAPOLRI, SOLON SIHOMBING: PERTAHANKAN POLRI HUMANIS DAN DEKAT DENGAN RAKYAT

Kamis, 01 Oktober 2026 | Kamis, Oktober 01, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-01T16:23:54Z

CNEWS | JAKARTA — Tongkat kepemimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memasuki babak baru setelah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi melantik Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri dan Komjen Polisi Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026.


Pelantikan tersebut berdasarkan Keppres Nomor 96/POLRI Tahun 2026 dan Keppres Nomor 97/POLRI Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan Kapolri serta Wakapolri. Suyudi menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, sedangkan Wahyu menggantikan Komjen Polisi Dedi Prasetyo.


Pergantian kepemimpinan tersebut selanjutnya akan memasuki tahapan internal Polri. Upacara serah-terima jabatan (sertijab), rangkaian pisah sambut, serta pelepasan dijadwalkan berlangsung di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 2 Oktober 2026.


Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir membenarkan agenda tersebut. Ia menyebut jajaran internal Polri masih melakukan persiapan teknis untuk mematangkan susunan acara.


Solon: Polri Harus Tetap Humanis dan Dekat dengan Rakyat


Menanggapi pergantian pucuk pimpinan Polri tersebut, praktisi media dan senior journalist Solon Sihombing menyampaikan harapan agar kepemimpinan Suyudi Ario Seto mampu menjaga sekaligus memperkuat hubungan Polri dengan masyarakat.


Solon mengatakan dirinya telah lama mengenal Suyudi, sejak yang bersangkutan bertugas sebagai Kapolsek Tanah Abang. Menurut Solon, pengalaman tersebut menjadi dasar pandangannya bahwa pendekatan humanis dan kedekatan dengan masyarakat perlu terus dipertahankan dalam menjalankan tugas kepolisian.


“Saya sudah lama mengenal Pak Suyudi sejak beliau menjabat Kapolsek Tanah Abang. Beliau adalah sosok polisi yang humanis. Harapan saya, Kepolisian tetap dekat dengan rakyat, karena kehadiran Polri harus dirasakan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” ujar Solon Sihombing kepada media.


Solon juga menekankan bahwa jabatan Kapolri bukan sekadar puncak karier seorang perwira tinggi, melainkan puncak tanggung jawab terhadap keamanan nasional.


“Kapolri bukan hanya puncak karier, tetapi memuncak tanggung jawabnya. Amanah tersebut harus digunakan untuk mengamankan kamtibmas, memberikan pelayanan kepada masyarakat, serta menjaga kepercayaan publik,” katanya.


Ia berharap slogan Presisi terus dipertahankan dan ditingkatkan melalui pelayanan kepolisian yang profesional, transparan, responsif, serta tetap mengedepankan pendekatan kemanusiaan.


“Polri harus terus hadir bersama rakyat. Ketika masyarakat membutuhkan perlindungan, pelayanan dan kepastian hukum, Polri harus menjadi institusi yang dapat diakses dan dipercaya,” pungkas Solon.


Listyo Sigit Beralih Menjadi Kepala Staf Kepresidenan


Sementara itu, pergantian Kapolri berlangsung bersamaan dengan perubahan penugasan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.


Presiden Prabowo Subianto pada hari yang sama resmi melantik Listyo Sigit sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP). Pengangkatan tersebut didasarkan pada Keppres Nomor 105/P Tahun 2026.


Presiden juga memberikan tanda kehormatan Bintang Mahaputera Adipurna kepada Listyo Sigit. Menurut Sekretariat Negara, penghargaan tersebut diberikan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 85/TK/Tahun 2026 sebagai penghargaan atas jasa dan pengabdian yang dinilai luar biasa bagi negara.


Dalam pernyataannya setelah pelantikan, Listyo Sigit menyampaikan ucapan selamat kepada Suyudi dan mendoakan agar Kapolri baru tersebut sukses menjalankan amanah. Ia juga menyebut Suyudi sebagai sosok yang dikenalnya sebagai pekerja keras serta memiliki kreativitas dan integritas.


Dedi Prasetyo Pimpin BRAN

Komjen Pol Dedi Prasetyo yang sebelumnya menjabat Wakapolri juga mendapatkan penugasan baru. Presiden Prabowo melantiknya sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN).


Dedi turut menerima tanda kehormatan Bintang Mahaputera Adipradana berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 85/TK/Tahun 2026

.

Dengan pelantikan Suyudi dan Wahyu, kemudian dilanjutkan sertijab di Mabes Polri, struktur kepemimpinan baru Polri secara resmi memasuki fase transisi.


Menanti Kepemimpinan Baru Polri


Secara kelembagaan, perhatian publik kini tertuju pada arah kepemimpinan Suyudi Ario Seto dan Wahyu Hadiningrat dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, pelayanan publik, serta hubungan Polri dengan masyarakat.


Bagi kalangan media dan masyarakat sipil, harapan terhadap kepemimpinan baru tersebut antara lain menyangkut konsistensi pendekatan humanis, profesionalisme anggota, keterbukaan informasi, penghormatan terhadap hukum, serta penguatan kepercayaan masyarakat.


Sementara itu, proses pergantian kepemimpinan Polri berlangsung melalui mekanisme kelembagaan. Suyudi sebelumnya mendapat persetujuan Komisi III DPR setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan pada 1 Oktober 2026, sebelum kemudian dilantik Presiden sebagai Kapolri. ( Mus)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update