Cnews, JAKARTA — Pergantian Direktur Utama PT PLN (Persero) dari Darmawan Prasodjo kepada Suroso Isnandar pada 14 Oktober 2026 menjadi perhatian publik, terutama setelah gangguan listrik besar di Batam dan sekitarnya pada 12 Oktober 2026 dilaporkan berlangsung hampir 16 jam. Meski pergantian tersebut terjadi berdekatan dengan insiden pemadaman, belum ada keterangan resmi yang memastikan bahwa blackout menjadi penyebab langsung perubahan kepemimpinan tersebut.
Berdasarkan informasi yang menjadi bahan kajian Green Berryl, keputusan pergantian pimpinan disebut ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Suroso Isnandar ditunjuk menggantikan Darmawan Prasodjo dan untuk sementara disebut merangkap jabatan sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan hingga penetapan pejabat definitif.
Namun, sejumlah informasi mengenai keputusan RUPSLB, susunan direksi terbaru, dan alasan resmi pergantian masih perlu dicocokkan dengan dokumen perusahaan serta keterangan pemegang saham.
BLACKOUT BATAM DAN PERTANYAAN TENTANG KEANDALAN SISTEM
Pemadaman listrik berkepanjangan di Batam kembali menempatkan keandalan pasokan listrik sebagai persoalan strategis. Gangguan yang berlangsung berjam-jam tidak hanya menghambat aktivitas rumah tangga, tetapi juga berpotensi mengganggu operasional usaha, industri, layanan publik, dan kegiatan ekonomi masyarakat.
Bagi kawasan industri dan perdagangan seperti Batam, stabilitas listrik merupakan kebutuhan mendasar. Gangguan berkepanjangan menimbulkan pertanyaan mengenai kesiapan infrastruktur, efektivitas pemeliharaan, sistem proteksi, serta kecepatan pemulihan pasokan.
Informasi awal yang dikaitkan dengan gangguan di Batam menyebut kemungkinan masuknya hewan liar ke Gardu Induk Sungai Harapan, disertai faktor cuaca dan persoalan teknis peralatan. Namun, penyebab akhir tidak semestinya disimpulkan sebelum hasil pemeriksaan teknis yang menyeluruh diumumkan secara resmi.
Publik berhak memperoleh penjelasan yang konsisten: komponen mana yang mengalami gangguan, bagaimana gangguan tersebut berkembang menjadi pemadaman luas, berapa lama proses pemulihan berlangsung, dan langkah apa yang akan dilakukan untuk mencegah kejadian serupa.
PERGANTIAN DIRUT: ADA KORELASI WAKTU, TETAPI SEBAB RESMI BELUM TERBUKTI
Kedekatan waktu antara blackout Batam dan pergantian Direktur Utama PLN memunculkan pertanyaan mengenai hubungan keduanya. Akan tetapi, korelasi waktu tidak otomatis membuktikan hubungan sebab-akibat.
Tanpa pernyataan resmi pemegang saham atau dokumen keputusan yang menjelaskan pertimbangannya, tidak tepat menyimpulkan bahwa Darmawan Prasodjo diganti semata-mata akibat pemadaman listrik.
Meski demikian, dari perspektif tata kelola perusahaan, gangguan pasokan listrik berskala besar patut menjadi bagian penting dalam evaluasi kinerja manajemen. Keandalan sistem merupakan salah satu indikator pelayanan publik yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat dan dunia usaha.
Evaluasi tersebut idealnya mencakup frekuensi gangguan, durasi pemadaman, kesiapan peralatan, efektivitas pemeliharaan, respons darurat, serta transparansi informasi kepada pelanggan.
Pertanyaan mendasarnya bukan hanya siapa yang menduduki kursi direktur utama, melainkan apakah perubahan kepemimpinan akan diikuti pembenahan nyata terhadap sistem kelistrikan nasional.
SUROSO ISNANDAR: TEKNOKRAT DENGAN LATAR BELAKANG SISTEM KELISTRIKAN
Suroso Isnandar, berdasarkan profil yang disampaikan dalam bahan kajian, memiliki latar belakang pendidikan teknik tenaga listrik dan pengalaman dalam pengelolaan sistem kelistrikan.
Ia disebut pernah menjabat sebagai General Manager Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran Sulawesi, General Manager Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali, serta menduduki sejumlah posisi di bidang teknologi informasi, manajemen risiko, dan pengembangan proyek energi baru terbarukan.
Pengalaman di bidang pengaturan beban dan operasi sistem tenaga listrik menjadi relevan dalam menghadapi tantangan integrasi pembangkit, penguatan transmisi, digitalisasi jaringan, dan peningkatan ketahanan pasokan.
Meski demikian, rekam jejak jabatan dan riwayat pendidikan tersebut tetap perlu diverifikasi melalui profil resmi PLN sebelum dipublikasikan sebagai fakta final.
Tantangan bagi pimpinan baru bukan sekadar melanjutkan program transformasi, melainkan memastikan bahwa investasi dan modernisasi benar-benar meningkatkan mutu pelayanan listrik bagi masyarakat.
ENAM LANGKAH YANG PERLU DITUNTASKAN PLN
Untuk memulihkan kepercayaan publik, terdapat sejumlah langkah yang patut menjadi prioritas manajemen baru PLN.
Pertama, audit teknis gangguan besar. PLN perlu melakukan analisis akar penyebab terhadap insiden Batam dan gangguan besar lainnya dengan metodologi yang dapat dipertanggungjawabkan. Ringkasan hasil pemeriksaan sebaiknya diumumkan kepada publik, dengan tetap menjaga informasi yang memang bersifat sensitif bagi keamanan infrastruktur.
Kedua, perkuat pemeliharaan preventif dan prediktif. Pemeriksaan gardu induk, transformator, jaringan transmisi, sistem proteksi, serta perangkat penangkal petir perlu dilakukan berdasarkan tingkat risiko dan kondisi aset. Perlindungan terhadap gangguan hewan liar juga harus menjadi bagian dari evaluasi fasilitas yang relevan.
Ketiga, modernisasi sistem kendali. Pemanfaatan SCADA, Energy Management System, sensor pemantauan, dan analisis data dapat membantu mendeteksi gangguan lebih dini serta mempercepat pengambilan keputusan saat terjadi keadaan darurat.
Keempat, benahi komunikasi krisis. Ketika pemadaman meluas, masyarakat membutuhkan informasi berkala mengenai wilayah terdampak, penyebab sementara, estimasi pemulihan yang realistis, serta kanal pengaduan yang berfungsi. Perubahan informasi teknis harus dijelaskan berdasarkan perkembangan pemeriksaan, bukan dibiarkan menimbulkan kebingungan.
Kelima, pastikan hak pelanggan. PLN perlu menjelaskan mekanisme pengaduan dan kompensasi sesuai ketentuan mutu pelayanan yang berlaku. Pelanggan rumah tangga maupun industri harus memperoleh informasi yang jelas mengenai persyaratan dan prosedur yang dapat mereka tempuh.
Keenam, seimbangkan transisi energi dengan keandalan jaringan. Pengembangan energi baru terbarukan perlu berjalan seiring dengan kesiapan transmisi, distribusi, fleksibilitas sistem, penyimpanan energi, dan cadangan operasi yang memadai.
DANANTARA DAN PEMEGANG SAHAM HARUS MENGAWASI HASIL, BUKAN SEKADAR PERGANTIAN JABATAN
Pergantian direksi akan kehilangan makna apabila tidak disertai target kinerja yang terukur dan mekanisme pertanggungjawaban yang transparan.
Pemegang saham dan regulator perlu memastikan bahwa indikator keandalan menjadi bagian penting dalam evaluasi manajemen. Ukuran seperti System Average Interruption Duration Index (SAIDI) dan System Average Interruption Frequency Index (SAIFI) dapat digunakan untuk menilai durasi dan frekuensi gangguan, termasuk berdasarkan wilayah pelayanan.
Evaluasi juga perlu mempertimbangkan karakteristik sistem, jumlah pelanggan, tingkat risiko aset, serta dampak gangguan terhadap kawasan industri dan layanan publik. Dengan demikian, kinerja tidak hanya dinilai melalui angka nasional yang dapat menutupi persoalan di wilayah tertentu.
Selain itu, kebutuhan peremajaan aset kritis perlu ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan kondisi teknis dan analisis risiko, bukan semata-mata usia peralatan.
UJIAN SESUNGGUHNYA ADALAH PEMULIHAN KEPERCAYAAN PUBLIK
Pergantian Darmawan Prasodjo kepada Suroso Isnandar menjadi momentum untuk mempertanyakan arah pengelolaan keandalan listrik nasional. Namun, publik perlu membedakan keputusan korporasi yang telah dikonfirmasi, penyebab teknis yang masih diperiksa, dan analisis mengenai kemungkinan hubungan antara keduanya.
Hingga terdapat penjelasan resmi yang dapat diverifikasi, blackout Batam tidak dapat dinyatakan sebagai penyebab langsung pergantian Direktur Utama PLN.
Yang jelas, pemadaman berkepanjangan harus menjadi bahan evaluasi serius. Masyarakat membutuhkan pasokan listrik yang andal, informasi yang terbuka, penanganan gangguan yang cepat, dan perlindungan hak pelanggan sesuai ketentuan.
Kini, ukuran keberhasilan kepemimpinan baru PLN bukan sekadar pergantian nama di pucuk pimpinan, melainkan hasil yang dapat diukur: gangguan berkurang, pemulihan semakin cepat, jaringan semakin tangguh, dan pelayanan semakin dapat dipercaya.
Catatan Redaksi CNEWS: Informasi mengenai keputusan RUPSLB, profil Suroso Isnandar, penyebab blackout Batam, serta pernyataan Presiden dan Danantara perlu diverifikasi melalui sumber resmi sebelum berita diterbitkan sebagai laporan faktual final. Hubungan antara pergantian direksi dan insiden pemadaman tidak boleh dinyatakan sebagai fakta tanpa bukti yang memadai. ( MS)
CNEWS — Menggali Informasi Bersama Rakyat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar