-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan HUT Kemerdekaan RI

Iklan HUT Kemerdekaan

Prabowo Terima 7 Agenda Strategis DEN: Bansos Digital, MBG, Ketahanan Energi hingga Reformasi Pasar Modal

Rabu, 21 Oktober 2026 | Rabu, Oktober 21, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-20T20:56:51Z


CNEWS | JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan beserta jajaran DEN dan sejumlah menteri terkait di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (20/10/2026). Pertemuan tersebut membahas rekomendasi strategis untuk merespons dinamika ekonomi global sekaligus memperkuat ketahanan perekonomian nasional.


Dalam pertemuan tersebut, DEN menyampaikan sejumlah kajian dan data mengenai berbagai persoalan strategis, mulai dari digitalisasi perlindungan sosial, evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), hilirisasi industri, ketahanan energi, ancaman perubahan iklim, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga reformasi pasar modal.


Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan bahwa rekomendasi tersebut disusun berdasarkan perkembangan ekonomi dunia dan persoalan yang telah diidentifikasi. DEN juga menawarkan alternatif solusi untuk menjadi bahan pertimbangan pemerintah.


Pertemuan itu turut menjadi forum konfirmasi data bersama jajaran pemerintah dan otoritas ekonomi yang hadir. Presiden Prabowo disebut memberikan perhatian terhadap data dan kajian yang dipaparkan.


Informasi mengenai pertemuan tersebut juga disampaikan melalui keterangan resmi Presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober 2026.


Tujuh Agenda Strategis yang Menjadi Perhatian

1. Digitalisasi perlindungan sosial: bantuan harus tepat sasaran


DEN menyoroti pentingnya digitalisasi perlindungan sosial untuk meningkatkan transparansi, memperbaiki akurasi data penerima, dan memastikan bantuan pemerintah diterima masyarakat yang benar-benar berhak.


Penguatan sistem data menjadi penting agar penyaluran bantuan dapat dipantau dan dievaluasi secara lebih akuntabel. Pemerintah juga perlu memastikan masyarakat rentan yang memenuhi kriteria tidak tertinggal akibat persoalan administrasi maupun ketidaksesuaian data.


2. Program MBG: kualitas menu dan pemerataan penerima manfaat


Program Makan Bergizi Gratis turut menjadi perhatian dalam kajian DEN. Pembahasan mencakup dampak program terhadap kehadiran siswa, semangat belajar, kualitas menu makanan, serta pemerataan penerima manfaat.


Evaluasi berbasis data diperlukan untuk menilai pelaksanaan program secara menyeluruh. Selain menjangkau penerima manfaat, kualitas gizi, keamanan pangan, pengawasan penyedia makanan, dan efektivitas penggunaan anggaran juga menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan.


3. Hilirisasi industri: memperkuat nilai tambah nasional


DEN juga membahas pengembangan hilirisasi industri, termasuk komoditas nikel, aluminium, dan komponen baterai litium.


Hilirisasi diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri, memperkuat industri pengolahan, serta memperluas peluang ekspor produk bernilai tinggi.


Tantangan yang perlu diperhatikan meliputi daya saing industri, kebutuhan investasi, penguasaan teknologi, penciptaan lapangan kerja, dan keberlanjutan lingkungan. Keberhasilan hilirisasi tidak cukup diukur dari peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga dari manfaat ekonomi yang dihasilkan bagi Indonesia.


4. Ketahanan energi: menjaga pasokan dan ketepatan subsidi


Pada sektor energi, rekomendasi DEN mencakup strategi menjaga harga BBM bersubsidi, memperkuat ekosistem pengadaan bahan bakar, serta meningkatkan ketepatan sasaran subsidi energi.


Persoalan ini berkaitan dengan daya beli masyarakat, biaya transportasi, distribusi barang, dan keberlangsungan kegiatan ekonomi. Kebijakan energi perlu mempertimbangkan stabilitas pasokan, kemampuan fiskal negara, serta perlindungan terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan subsidi.


Pengawasan distribusi juga penting agar subsidi tidak dinikmati pihak yang tidak berhak dan dapat memberikan manfaat secara optimal bagi masyarakat sasaran.


5. Antisipasi El Niño dan La Niña: lindungi produksi pangan


Perubahan iklim dan potensi cuaca ekstrem menjadi agenda penting lainnya. DEN menekankan perlunya kesiapsiagaan menghadapi kekeringan maupun banjir yang dapat memengaruhi produksi pertanian dan ketersediaan pangan.


Antisipasi perlu dilakukan melalui koordinasi lintas sektor, pemantauan kondisi iklim, pengelolaan sumber daya air, serta persiapan langkah perlindungan terhadap wilayah dan komoditas pangan yang rentan.


Ketahanan pangan membutuhkan perencanaan yang terukur agar gangguan produksi tidak berkembang menjadi persoalan distribusi, kenaikan harga, dan penurunan daya beli masyarakat.


6. Penanganan karhutla: pengairan gambut dan perlindungan kesehatan


DEN turut menyoroti penanganan kebakaran hutan dan lahan, termasuk upaya pengairan lahan gambut dan penguatan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.


Karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, melainkan juga ancaman terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, transportasi, dan kualitas hidup warga.


Karena itu, pencegahan kebakaran, deteksi dini titik api, pengelolaan lahan gambut, kesiapan petugas, dan pelayanan kesehatan bagi warga yang terpapar asap perlu berjalan secara terpadu.


7. Reformasi pasar modal: penegakan aturan dan tata kelola


Agenda berikutnya adalah reformasi pasar modal melalui penguatan penegakan aturan dan tata kelola.


Kepercayaan investor merupakan salah satu unsur penting dalam menjaga kredibilitas pasar keuangan. Pengawasan yang efektif, keterbukaan informasi, perlindungan investor, serta penegakan aturan secara konsisten diperlukan untuk memperkuat integritas pasar modal Indonesia.


Reformasi tersebut juga perlu memperhatikan kepastian hukum dan penerapan standar tata kelola yang dapat meningkatkan kepercayaan pelaku pasar domestik maupun internasional.


Presiden Perhatikan Data dan Kajian Ekonomi


Dalam keterangannya setelah pertemuan, Luhut menyampaikan bahwa Presiden memberikan perhatian terhadap data ekonomi yang dipaparkan DEN.


Menurut Luhut, pembahasan bersama jajaran pemerintah dan otoritas ekonomi juga memungkinkan konfirmasi terhadap data yang digunakan sebagai dasar penyusunan rekomendasi.


DEN berharap proses pengambilan keputusan pemerintah semakin bertumpu pada data yang akurat, kajian yang dapat dipertanggungjawabkan, serta analisis terhadap risiko yang mungkin muncul di masa mendatang.


Pendekatan berbasis bukti diperlukan agar kebijakan tidak hanya merespons persoalan yang sedang berlangsung, tetapi juga mengantisipasi dampak perubahan ekonomi global terhadap Indonesia.


Tantangan Selanjutnya: Mengubah Rekomendasi Menjadi Hasil Nyata


Pertemuan Presiden dengan DEN memperlihatkan luasnya agenda yang harus diperhitungkan dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional. Persoalan bantuan sosial, pemenuhan gizi, industri, energi, pangan, lingkungan, dan pasar modal saling berkaitan serta membutuhkan koordinasi antar lembaga.


Namun, penyampaian rekomendasi belum dengan sendirinya berarti seluruh usulan telah ditetapkan sebagai kebijakan. Pelaksanaan setiap agenda tetap bergantung pada keputusan pemerintah, kesiapan regulasi, kemampuan anggaran, serta mekanisme pengawasan dan evaluasi.


Publik perlu memperoleh informasi yang jelas mengenai tindak lanjut setiap rekomendasi, indikator keberhasilan, dan manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat.


Digitalisasi bansos, misalnya, perlu dibuktikan melalui peningkatan ketepatan penerima. Program MBG perlu dievaluasi melalui kualitas makanan dan manfaatnya bagi siswa. Sementara itu, kebijakan energi dan pangan perlu dinilai dari ketahanan pasokan, keterjangkauan harga, dan kemampuan melindungi masyarakat dari risiko ekonomi.


Pada sektor pasar modal dan hilirisasi, transparansi, kepastian hukum, daya saing, serta manfaat ekonomi jangka panjang juga menjadi ukuran penting.


Dengan demikian, kekuatan rekomendasi DEN tidak hanya terletak pada luasnya persoalan yang dibahas, tetapi juga pada kemampuannya menjadi dasar kebijakan yang terukur, transparan, dan dapat dievaluasi.( Tim/RAN)


CNEWS | Menggali Informasi Bersama Rakayat Mengawal Kebijakan, Menguji Data, dan Menyuarakan Kepentingan Publik.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update