-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan HUT Kemerdekaan RI

Iklan HUT Kemerdekaan

MERAH PUTIH SETINGGI 25 METER AKAN BERDIRI DI TAPAL BATAS NKRI, KNPI KEEROM KOBARKAN NASIONALISME PEMUDA

Sabtu, 31 Oktober 2026 | Sabtu, Oktober 31, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-30T22:35:47Z


Dari Kampung Banda, Keerom, Pemuda Kirim Pesan Kebangsaan: Nasionalisme Tidak Boleh Padam di Beranda Depan Indonesia


CNEWS | KEEROM, PAPUA — Semangat nasionalisme dan persatuan bangsa kembali digaungkan dari wilayah perbatasan Indonesia–Papua Nugini (PNG). Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98, DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Keerom mencanangkan pembangunan tiang bendera Merah Putih setinggi 25 meter di Kampung Banda, Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Papua, pada 28 Oktober 2026.


Pembangunan tersebut bukan sekadar menghadirkan infrastruktur simbolik, melainkan membawa pesan kebangsaan yang kuat: bahwa semangat nasionalisme, persatuan, dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus terus hidup, khususnya di kawasan perbatasan negara.


Ketua DPD KNPI Kabupaten Keerom, Yan Christian May, menegaskan bahwa kehadiran Merah Putih di wilayah tapal batas merupakan representasi semangat generasi muda dalam menjaga identitas dan kedaulatan bangsa.


" Kami ingin Merah Putih berdiri tegak di beranda depan NKRI. Dari tapal batas Keerom, pemuda mengirim pesan yang jelas: nasionalisme tidak boleh padam dan semangat menjaga NKRI tidak boleh surut," tegas Yan Christian May.


Didukung Pemerintah Daerah dan TNI


Pencanangan pembangunan tiang bendera tersebut mendapat dukungan Bupati Keerom, Piter Gusbager, S.Hut., MUP, serta dukungan TNI melalui Satgas Prayudha Mamta Sektor Keerom di bawah pimpinan Mayor Inf. Suroto.


Dukungan lintas unsur ini memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara organisasi kepemudaan, pemerintah daerah, dan aparat keamanan dalam memperkuat semangat kebangsaan serta membangun kehidupan sosial masyarakat di kawasan perbatasan.

.

Tidak hanya mengedepankan simbol nasionalisme, kegiatan tersebut juga diisi dengan aksi bakti sosial berupa pembagian bahan pokok kepada masyarakat Kampung Banda.


Langkah tersebut menjadi wujud kepedulian KNPI terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus menegaskan bahwa semangat Sumpah Pemuda harus diterjemahkan melalui tindakan nyata, bukan sebatas seremoni dan slogan.


Adat, Agama, dan Merah Putih: Simbol Persatuan di Tanah Keerom


Kehadiran tiang bendera setinggi 25 meter itu direncanakan menjadi simbol kebangsaan yang melengkapi simbol adat dan agama yang telah dibangun Pemerintah Kabupaten Keerom di pintu masuk kabupaten.


Menurut Yan Christian May, ketiga simbol tersebut memiliki makna yang saling melengkapi dalam kehidupan masyarakat Keerom.


"Adat adalah jati diri, agama adalah landasan moral, dan Merah Putih adalah simbol persatuan serta kedaulatan bangsa. Ketiganya berdiri bersama di tanah Keerom," ungkapnya.


Pesan tersebut mengandung makna penting bahwa keberagaman adat, budaya, dan keyakinan bukanlah penghalang persatuan. Sebaliknya, keberagaman merupakan kekuatan yang harus dijaga dalam bingkai NKRI.


KNPI: Pemuda Harus Berkarya, Bukan Sekadar Berbicara


Sebagai organisasi kepemudaan dan mitra strategis pemerintah, KNPI Keerom menegaskan komitmennya untuk terus mengambil bagian dalam pembangunan daerah melalui karya nyata, kegiatan sosial, serta penguatan karakter dan nasionalisme generasi muda.


Yan Christian May menekankan bahwa pemuda harus hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai tantangan pembangunan, terutama di wilayah perbatasan yang memiliki posisi strategis bagi keutuhan dan masa depan bangsa.


"Kami tidak ingin pemuda hanya berbicara. Pemuda harus berkarya dan meninggalkan jejak. Dari Waris, dari tapal batas, kami tegaskan: Merah Putih harus tegak, pemuda harus bergerak, dan Keerom harus maju," tegasnya.


Pesan Nasional dari Beranda Depan NKRI


Pencanangan tiang bendera Merah Putih setinggi 25 meter di Kampung Banda menjadi momentum untuk mengingatkan bahwa menjaga perbatasan bukan semata-mata tugas aparat keamanan.


Masyarakat, pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, serta generasi muda memiliki tanggung jawab bersama dalam merawat persatuan, memperkuat rasa kebangsaan, dan mendorong kemajuan daerah.


Dari Distrik Waris, Kabupaten Keerom, pesan nasionalisme itu digaungkan: perbatasan bukan halaman belakang Indonesia, melainkan beranda depan NKRI yang harus mendapatkan perhatian, penghormatan, dan pembangunan berkelanjutan. ( YBM)


KARYA TANPA BATAS DI NEGERI TAPAL BATAS.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update