-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan HUT Kemerdekaan RI

Iklan HUT Kemerdekaan

JOE KACAW PULANG KE SUNGAI ARA: DARI AKTIVIS KRITIS MENUJU PENGABDIAN UNTUK KAMPUNG HALAMAN

Kamis, 01 Oktober 2026 | Kamis, Oktober 01, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-01T10:50:23Z


CNEWS | PELALAWAN — RIAU — Juhendri, yang akrab disapa Joe Kacaw, putra asli Sungai Ara, Kabupaten Pelalawan, memilih kembali mendekatkan langkahnya dengan masyarakat di tanah kelahirannya. Sosok yang selama ini dikenal melalui aktivitas advokasi dan kepedulian terhadap persoalan masyarakat tersebut kini ingin menjadikan pengalaman panjangnya sebagai bekal untuk ikut mendorong kemajuan Desa Sungai Ara.


Lahir di Sungai Ara pada 11 Mei 1989, Joe tumbuh di tengah kehidupan masyarakat desa. Berbagai persoalan yang ditemuinya sejak muda, mulai dari kondisi infrastruktur, pelayanan publik hingga aspirasi warga, membentuk kepeduliannya terhadap persoalan sosial di lingkungan sekitarnya.


Melalui Gerakan Pemuda Peduli Pelalawan (GP3), nama Joe Kacaw kemudian dikenal dalam aktivitas kepemudaan dan penyampaian aspirasi masyarakat.


KRITIK BUKAN SEKADAR SUARA


Joe memandang kritik sebagai bagian dari kontrol sosial. Namun, menurutnya, kritik akan lebih bermakna apabila disertai gagasan dan solusi.


“Kritik itu harus tajam, terukur dan elegan. Tapi jangan berhenti di kritik. Harus ada solusi yang bisa dirasakan rakyat.”


Prinsip tersebut menjadi salah satu landasan dalam aktivitasnya menyuarakan kepentingan masyarakat. Ia berupaya menjadi penghubung antara persoalan yang dirasakan warga dengan pihak-pihak yang memiliki kewenangan mengambil kebijakan.


KINI KEMBALI KE KAMPUNG HALAMAN


Setelah cukup lama berada dalam ruang advokasi masyarakat, Joe kini ingin memberikan perhatian lebih besar kepada Sungai Ara, desa tempat ia dilahirkan dan dibesarkan.


Baginya, membangun desa bukan pekerjaan satu orang. Pemerintah desa, pemuda, petani, pelaku UMKM, tokoh agama, tokoh adat, serta masyarakat secara keseluruhan memiliki peran dalam menentukan arah pembangunan.


“Ini bukan soal saya ingin jadi apa. Ini soal apa yang bisa saya perbuat untuk kampung halaman. Sungai Ara adalah rumah. Dan kalau rumah sendiri bocor, kita tidak bisa hanya menonton.”


Pernyataan tersebut menggambarkan keinginannya untuk tidak hanya berada pada posisi yang memberikan kritik dari luar, tetapi turut mengambil bagian dalam mencari jalan keluar atas persoalan yang dihadapi masyarakat.


DARI SUARA KRITIS MENUJU KERJA NYATA


Sungai Ara memiliki potensi sekaligus berbagai tantangan pembangunan yang membutuhkan kolaborasi. Karena itu, gagasan tentang kemajuan desa harus diterjemahkan ke dalam program yang terukur, pelayanan publik yang baik, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta keterlibatan generasi muda.


Bagi Joe Kacaw, keberhasilan pengabdian pada akhirnya bukan ditentukan oleh seberapa keras seseorang berbicara, melainkan seberapa nyata gagasan tersebut dapat diwujudkan dan dirasakan masyarakat.


Kini, Juhendri alias Joe Kacaw memasuki babak baru. Dari seorang aktivis yang dikenal menyuarakan keresahan masyarakat, ia memilih mendekat ke kampung halaman dan membawa pengalaman tersebut untuk ikut berkontribusi bagi Sungai Ara.


Perjalanan masih panjang. Kritik akan diuji oleh kerja, gagasan akan diuji oleh hasil, dan kepercayaan masyarakat akan ditentukan oleh tindakan nyata. ( Syd)

JOE KACAW — PUTRA SUNGAI ARA, PULANG UNTUK MENGABDI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update