-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan HUT Kemerdekaan RI

Iklan HUT Kemerdekaan

TPA Sergai Terbakar Hebat, Asap Hitam Nyaris Tutupi Jalan Penghubung Dolok Masihul–Sei Rampah,.

Rabu, 16 September 2026 | Rabu, September 16, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-16T18:46:51Z


CNEWS | SERDANG BEDAGAI, SUMATERA UTARA — Belum usai persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah, kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Kali ini, tumpukan sampah di lokasi tempat pembuangan sampah di kawasan yang menghubungkan Kecamatan Dolok Masihul dengan Kecamatan Sei Rampah dilaporkan terbakar hebat pada Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 13.20 WIB.


Kebakaran tersebut menimbulkan kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi dan menyebar hingga ke ruas jalan. Kondisi ini mengganggu jarak pandang para pengendara yang melintas serta dikhawatirkan berdampak terhadap permukiman warga di sekitar lokasi.



Pantauan di lapangan menunjukkan tumpukan sampah di lokasi tersebut telah menumpuk dalam jumlah besar, bahkan sebagian terlihat mendekati badan jalan. Ketika terbakar, material sampah menghasilkan asap pekat sehingga situasi di sekitar lokasi menjadi semakin mengkhawatirkan.


Tim pemadam kebakaran Kabupaten Serdang Bedagai bergerak cepat setelah menerima laporan masyarakat.


Ifan bersama tim pemadam kebakaran mengatakan pihaknya menerima laporan masyarakat sekitar pukul 13.34 WIB. Setelah menerima informasi tersebut, petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan.


"Kami belum mengetahui sumber api dari mana. Setelah mendapat laporan masyarakat sekitar pukul 13.34 WIB, kami langsung menuju TKP. Dengan tindakan cepat, tidak sampai setengah jam kami sudah sampai di lokasi," ujar Ifan.


Petugas kemudian melakukan upaya pemadaman dan pengamanan titik api untuk mencegah kobaran merambat ke area di sekitarnya.


Asap Ganggu Pengguna Jalan

Kepulan asap yang hampir menutupi ruas jalan menjadi persoalan serius bagi keselamatan pengguna jalan. Pengemudi yang melintas harus menghadapi jarak pandang yang terganggu akibat asap pekat.


Kondisi tersebut juga dikhawatirkan berdampak terhadap warga yang bermukim tidak jauh dari lokasi, terutama apabila asap terus menyebar akibat perubahan arah angin.


Situasi menjadi semakin penting untuk segera ditangani karena lokasi tempat pembuangan sampah tersebut berada tidak jauh dari perkebunan kelapa sawit milik masyarakat maupun perusahaan.


Apabila kobaran api tidak segera dikendalikan, api berpotensi menjalar ke vegetasi kering dan lahan perkebunan di sekitar lokasi.


Dugaan Pembakaran Harus Diusut

Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran, termasuk apakah api muncul akibat faktor alam, kelalaian, atau tindakan pembakaran oleh pihak tertentu.


Karena itu, dugaan adanya pembakaran sengaja tidak boleh langsung disimpulkan tanpa pemeriksaan dan bukti yang memadai. Namun, kondisi tersebut layak menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan aparat terkait.


Jika ditemukan unsur kesengajaan atau pelanggaran, masyarakat tentu berharap ada tindakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


Yang menjadi pertanyaan lebih besar adalah kondisi pengelolaan sampah di lokasi tersebut. Tumpukan sampah yang terlihat sudah mendekati ruas jalan menunjukkan persoalan kapasitas, pengelolaan, maupun pengawasan yang patut dievaluasi.


Jangan sampai masyarakat baru mendapatkan perhatian ketika api sudah membesar, asap telah menutup jalan, dan ancaman terhadap permukiman serta perkebunan sudah di depan mata.


Respons Cepat Damkar Patut Diapresiasi

Di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap meningkatnya ancaman kebakaran hutan, lahan, dan sampah, respons cepat tim pemadam kebakaran Kabupaten Serdang Bedagai patut mendapat apresiasi.

.

Kecepatan petugas mendatangi lokasi menjadi faktor penting dalam mencegah api semakin meluas.


Masyarakat menyampaikan apresiasi kepada petugas yang turun langsung mengamankan titik api dan berupaya mencegah kobaran merambat ke wilayah perkebunan maupun permukiman.


Namun, pemadaman bukan satu-satunya solusi.


.Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi tempat pembuangan sampah tersebut, termasuk kapasitas penampungan, sistem pengelolaan, pengawasan, potensi pembakaran terbuka, serta jaraknya terhadap jalan raya dan kawasan permukiman maupun perkebunan.


Jangan Tunggu Sampah Menjadi Api

Peristiwa ini menjadi peringatan bahwa persoalan sampah tidak boleh dianggap sebagai persoalan kecil.


Tumpukan sampah yang dibiarkan menumpuk, terlebih berada dekat jalan raya, permukiman dan perkebunan, dapat berubah menjadi persoalan keselamatan publik ketika terbakar.


Pemerintah daerah diminta tidak berhenti pada pemadaman api, tetapi menelusuri penyebab kebakaran dan memastikan tidak terjadi kembali pembakaran sampah secara sembarangan.


Jika terdapat pihak yang terbukti melakukan pembakaran secara sengaja atau melanggar ketentuan lingkungan dan keselamatan, masyarakat berharap aparat melakukan penindakan sesuai hukum.


CNEWS menilai peristiwa ini harus menjadi momentum evaluasi serius. Jangan sampai menunggu api menjalar ke perkebunan, rumah warga, atau menimbulkan korban, baru kemudian persoalan pengelolaan sampah dianggap sebagai keadaan darurat.


Masyarakat membutuhkan bukan hanya pemadam kebakaran yang bergerak cepat ketika api sudah membesar, tetapi juga sistem pencegahan dan pengelolaan sampah yang mampu mencegah kebakaran sejak awal.

( Tim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update