CNEWS | PONOROGO, JAWA TIMUR — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Pondok Modern Darussalam Gontor Putra Kampus Pusat, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).
Kehadiran Presiden menjadi bagian penting dari puncak peringatan satu abad perjalanan Gontor dalam bidang pendidikan dan pengabdian kepada umat, bangsa, serta negara. Rangkaian peringatan 100 tahun PMDG berlangsung pada 18–20 September 2026.
Dalam acara yang dihadiri ribuan santri, alumni, pimpinan pondok, pejabat negara, serta tamu undangan dari berbagai daerah dan negara tersebut, Presiden Prabowo memberikan apresiasi terhadap nilai-nilai pendidikan yang selama ini dikembangkan Gontor.
Presiden menyoroti Panca Jiwa Gontor, yakni keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, ukhuwah Islamiyah, dan kebebasan. Menurut Presiden, nilai-nilai tersebut memiliki keselarasan dengan semangat perjuangan bangsa dan penting dalam membentuk generasi Indonesia yang berintegritas, mandiri, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.
Prabowo: Indonesia Harus Berdiri di Atas Kaki Sendiri
Dalam sambutannya, Presiden juga menekankan pentingnya membangun Indonesia yang mandiri dan berdikari.
Kemandirian tersebut, kata Presiden, harus dimulai dari kemampuan bangsa memenuhi kebutuhan dasar rakyat, terutama pangan. Ia menegaskan bahwa kekayaan sumber daya Indonesia harus mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.
Presiden juga menyampaikan komitmennya untuk menghapus kemiskinan dan memastikan tidak ada masyarakat Indonesia yang kelaparan.
Selain pangan, Presiden menekankan pentingnya kemandirian energi serta penguatan sektor pertanian dan kelautan. Menurut Presiden, petani dan nelayan merupakan bagian penting dalam membangun ketahanan dan kedaulatan ekonomi nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyampaikan rencana pembangunan ribuan kapal nelayan untuk memperkuat pemberdayaan serta kesejahteraan nelayan Indonesia.
Dari Gontor, Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina
Suasana resepsi 100 tahun Gontor juga diwarnai penegasan kembali dukungan Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.
Saat menyapa Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdalfatah A.K. Alsattari, Presiden Prabowo menyerukan “Free Palestine” yang kemudian disambut oleh para santri, alumni dan tamu undangan.
Momentum tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam acara peringatan satu abad PMDG, sekaligus menegaskan kembali posisi dan komitmen Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan serta perdamaian Palestina.
Terima Mushaf Al-Qur'an dan Buku “Gontor untuk Indonesia”
Dalam rangkaian acara tersebut, Presiden Prabowo menerima Mushaf Al-Qur'an Gontor dan buku “Gontor untuk Indonesia”.
Mushaf Al-Qur'an Gontor diserahkan langsung oleh Pimpinan PMDG KH Akrim Mariyat, sedangkan buku “Gontor untuk Indonesia” diberikan oleh KH Hasan Abdullah Sahal.
Buku tersebut mendokumentasikan perjalanan serta kiprah alumni Gontor dalam berbagai bidang pengabdian kepada bangsa dan negara.
Sementara itu, Mushaf Al-Qur'an Gontor merupakan karya yang melibatkan para ustaz dan santri Gontor. Proses penulisan dilakukan oleh para khatthath dari lingkungan Gontor, kemudian diterbitkan dan dicetak secara mandiri oleh Percetakan Gontor setelah melalui proses tashih resmi.
Resmikan Renovasi Aula BPPM dan Fakultas Kedokteran UNIDA
Dalam kunjungan kerja tersebut, Presiden Prabowo juga meresmikan sejumlah legasi satu abad PMDG, termasuk renovasi Aula Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) dan Fakultas Kedokteran Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor.
Rangkaian kegiatan kemudian ditandai dengan penandatanganan prasasti sebagai bagian dari legasi peringatan satu abad PMDG.
Peringatan 100 tahun Gontor menjadi momentum refleksi perjalanan panjang lembaga pendidikan tersebut sekaligus memasuki abad kedua pengabdian bagi umat, bangsa dan dunia. ( AKBEDRAN).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar