-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan HUT Kemerdekaan RI

Iklan HUT Kemerdekaan

JEMBATAN KM 110 TRANS WAMENA–JAYAPURA SEMPAT RUSAK PARAH, BPJN PAPUA GERAK CEPAT PERBAIKI AKSES KENDARAAN DI YALIMO

Sabtu, 26 September 2026 | Sabtu, September 26, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-26T06:30:59Z


CNEWS | PAPUA — Kerusakan infrastruktur pada jalur Trans Wamena–Jayapura, tepatnya di Jembatan Kilometer 110 wilayah Yalimo, Papua Pegunungan, mendapat perhatian serius setelah kondisi lantai kayu dan papan lajur kendaraan dilaporkan mengalami kerusakan hingga mengganggu mobilitas pengguna jalan.


Kerusakan tersebut sebelumnya dikeluhkan karena menyebabkan kendaraan, khususnya kendaraan yang melintas di jalur tersebut, mengalami kesulitan bahkan tidak dapat melintas dengan normal.



Menanggapi kondisi itu, aktivis LSM WGAB Papua Yerry Basri Mak, SH., MH., kemudian melakukan komunikasi langsung dengan pihak terkait untuk memastikan penanganan terhadap jembatan yang merupakan bagian dari jalur strategis Trans Wamena–Jayapura tersebut.


Yerry mengatakan, pihaknya mengonfirmasi langsung kepada Satker Wilayah Wamena–Jayapura yang menangani ruas jalan Trans Wamena–Jayapura mengenai kondisi Jembatan KM 110 di wilayah Yalimo.



SATKER KONFIRMASI PERBAIKAN SUDAH DILAKUKAN


Dari hasil komunikasi tersebut, pihak Satker menyampaikan bahwa perbaikan terhadap bagian jembatan yang rusak telah dilakukan, termasuk penggantian bagian papan/lantai yang mengalami kerusakan.


Pihak Satker juga mengirimkan dokumentasi kondisi jembatan setelah dilakukan penanganan. Berdasarkan informasi yang diterima Yerry, kendaraan kini sudah dapat kembali melintas di Jembatan KM 110.



"Setelah saya konfirmasi langsung kepada pihak Satker, disampaikan bahwa jembatan tersebut sudah diperbaiki. Papan yang rusak sudah diganti sehingga kendaraan sudah bisa kembali melintas," ujar Yerry Basri Mak kepada media.


Menurut Yerry, respons cepat tersebut menunjukkan pentingnya komunikasi antara masyarakat, aktivis, dan penyelenggara infrastruktur dalam mengawal kondisi jalan dan jembatan yang menjadi akses vital masyarakat.


APRESIASI RESPONS CEPAT PENANGANAN INFRASTRUKTUR


Yerry memberikan apresiasi terhadap respons pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) di wilayah Papua, Satker Wilayah Wamena–Jayapura, PPK, serta pihak kontraktor yang menangani perbaikan Jembatan KM 110.


Menurutnya, keberadaan jalan Trans Wamena–Jayapura memiliki arti penting bagi konektivitas masyarakat di wilayah pedalaman Papua. Karena itu, setiap kerusakan pada jembatan maupun badan jalan yang berpotensi menghambat arus kendaraan perlu mendapatkan perhatian dan penanganan secara cepat.


"Sebagai Ketua LSM WGAB Papua, saya mengucapkan terima kasih kepada pihak balai, Satker Wilayah Wamena–Jayapura, PPK, serta pihak kontraktor yang telah merespons kondisi Jembatan KM 110. Aspirasi dan keluhan masyarakat harus memang dijawab dengan kerja nyata," tegas Yerry.


INFRASTRUKTUR PAPUA TAK BOLEH MENUNGGU RUSAK TOTAL


Yerry menilai, kejadian di Jembatan KM 110 menjadi pengingat bahwa pemeliharaan rutin infrastruktur jalan dan jembatan di Papua harus terus dilakukan.


Jalur Trans Wamena–Jayapura bukan sekadar jalur transportasi, tetapi merupakan salah satu akses penting yang menghubungkan wilayah dan mendukung aktivitas masyarakat, distribusi kebutuhan pokok, mobilitas ekonomi, serta pelayanan pemerintahan.


Karena itu, menurut Yerry, kerusakan kecil sekalipun perlu segera diidentifikasi dan ditangani sebelum berkembang menjadi kerusakan yang lebih berat dan mengancam keselamatan pengguna jalan.


"Kita mengapresiasi kalau pemerintah cepat merespons. Jangan menunggu jembatan rusak total baru dilakukan perbaikan. Infrastruktur harus dirawat secara berkelanjutan demi keselamatan masyarakat dan kelancaran konektivitas Papua," ujarnya.


CNEWS mencatat, informasi mengenai kondisi awal kerusakan Jembatan KM 110 berasal dari laporan lapangan dan aspirasi masyarakat, sementara status bahwa perbaikan telah dilakukan diperoleh Yerry setelah melakukan konfirmasi kepada pihak Satker Wilayah Wamena–Jayapura. Dokumentasi perbaikan juga disebut telah diterima dari pihak Satker.


Dengan demikian, perhatian berikutnya bukan hanya memastikan jembatan dapat kembali dilalui, tetapi juga memastikan kualitas pekerjaan, ketahanan material, serta pemeliharaan berkala dilakukan agar akses strategis Trans Wamena–Jayapura tetap aman dan dapat digunakan masyarakat dalam jangka panjang. ( YBM/Tim).

.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update