-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

KARYOTO MASUK BURSA CALON KAPOLRI, ASPIRASI PUBLIK MENGUAT

Minggu, 02 Agustus 2026 | Minggu, Agustus 02, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-01T18:33:18Z


Profesionalisme dan Independensi Dinilai Menjadi Kunci Menentukan Masa Depan Kepemimpinan Polri


CNEWS | JAKARTA - Wacana pergantian Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) mulai menjadi perhatian publik. Sejumlah nama disebut dalam berbagai aspirasi dan diskusi publik, salah satunya Kabaharkam Polri, Komjen Pol. Karyoto, yang dinilai memiliki rekam jejak panjang di bidang penegakan hukum, pemeliharaan keamanan, dan pemberantasan korupsi.


Hingga saat ini, pemerintah belum mengumumkan secara resmi adanya proses maupun keputusan mengenai pergantian Kapolri. Karena itu, seluruh nama yang beredar, termasuk Komjen Pol. Karyoto, masih sebatas wacana dan aspirasi dari berbagai kalangan.


Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI), Ical Syamsudin, S.Sos., S.H., menyampaikan dukungannya terhadap Komjen Pol. Karyoto. Menurutnya, Karyoto memiliki pengalaman, integritas, serta kepemimpinan yang dinilai layak menjadi modal memimpin institusi Polri.


Ia juga menilai Karyoto memiliki hubungan komunikasi yang baik dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi antikorupsi, organisasi kemasyarakatan, dan sejumlah lembaga keagamaan.


Di sisi lain, muncul pula berbagai analisis politik yang berkembang di ruang publik mengenai kedekatan hubungan keluarga Komjen Pol. Karyoto dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Sejumlah pengamat menilai faktor tersebut menjadi salah satu isu yang diperbincangkan menjelang dinamika politik nasional. Namun, hingga kini tidak ada pernyataan resmi pemerintah yang mengaitkan hubungan keluarga tersebut dengan proses penentuan Kapolri.


Secara karier, Komjen Pol. Karyoto dikenal sebagai perwira reserse lulusan Akademi Kepolisian angkatan 1990 Batalyon Dhira Brata. Pengalamannya mencakup berbagai jabatan strategis, mulai dari penyidik tindak pidana korupsi di Bareskrim Polri, Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Kapolda Metro Jaya, hingga saat ini menjabat sebagai Kabaharkam Polri.


Saat menjabat sebagai Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, ia turut memimpin penanganan sejumlah perkara korupsi yang menjadi perhatian publik. Sementara ketika memimpin Polda Metro Jaya, Karyoto menghadapi berbagai tantangan keamanan dan ketertiban di wilayah ibu kota yang memiliki kompleksitas tinggi.


Dalam aspek transparansi, Komjen Pol. Karyoto juga tercatat rutin menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), yang menjadi salah satu indikator akuntabilitas pejabat publik.


Riwayat Jabatan

  • Kapolres Ketapang (2008)
  • Kasubbid Infodata Kominter Set NCB Interpol (2009)
  • Penyidik Utama Tk II Dit III/Kor dan WCC Bareskrim Polri (2010)
  • Kasubdit III Dittipidkor Bareskrim Polri (2011)
  • Kapolresta Barelang (2012)
  • Dirreskrimum Polda DIY (2014)
  • Wakapolda Sulawesi Utara (2018)
  • Wakapolda DIY (2019)
  • Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK (2020)
  • Kapolda Metro Jaya (2023)
  • Kabaharkam Polri (2025)


Komjen Pol. Karyoto dilantik sebagai Kabaharkam Polri pada Agustus 2025 menggantikan Komjen Pol. Mohammad Fadil Imran.


Dalam sejarah Polri, sejumlah mantan Kapolda Metro Jaya pernah dipercaya menjadi Kapolri, di antaranya Widodo Budidarmo, Anton Soedjarwo, Banurusman Astrosemitro, Dibyo Widodo, Timur Pradopo, Sutarman, Tito Karnavian, dan Idham Azis. Fakta tersebut membuat latar belakang sebagai Kapolda Metro Jaya kerap menjadi salah satu sorotan dalam pembahasan mengenai figur calon Kapolri.


Di tengah berkembangnya berbagai aspirasi tersebut, masyarakat berharap sosok Kapolri mendatang mampu menjaga profesionalisme, independensi, supremasi hukum, serta memberikan rasa aman dan kepercayaan kepada seluruh masyarakat Indonesia.


Penentuan Kapolri merupakan kewenangan konstitusional pemerintah dan dilakukan sesuai mekanisme peraturan perundang-undangan yang berlaku. Oleh karena itu, publik masih menantikan keputusan resmi terkait siapa yang akan memimpin Korps Bhayangkara pada periode berikutnya.


Sumber: Divisi Humas MIO Indonesia DKI Jakarta

Reporter: Edo


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update