-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan HUT Kemerdekaan RI

Iklan HUT Kemerdekaan

Hormat Bendera di Atas Lumpur, PRCLH Gelorakan Semangat Kemerdekaan dan Pelestarian Mangrove

Selasa, 18 Agustus 2026 | Selasa, Agustus 18, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-18T13:40:43Z


CNEWS, SERDANG BEDAGAI— Ada yang berbeda dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Perjuangan Rakyat Cinta Lingkungan Hidup (PRCLH) menggelar upacara bendera 17 Agustus 2026 di kawasan Hutan Mangrove Desa Pematang Kuala, Kecamatan Teluk Mengkudu, Senin (17/8/2026).


Bukan di lapangan beraspal atau halaman gedung, upacara berlangsung di tengah kawasan mangrove dengan kondisi tanah berlumpur. Para peserta, mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa hingga lansia, tetap berdiri tegak mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan penuh semangat.


Ketua PRCLH, Rifaldi, bertindak sebagai pembina upacara, sementara Ali Lubis dipercaya sebagai pemimpin upacara. Sejumlah pengurus KUB Nelayan Sepakat Pematang Kuala juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.


Momentum pengibaran Sang Merah Putih di tengah kawasan mangrove itu menjadi simbol bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui seremoni, tetapi juga melalui kepedulian menjaga lingkungan dan mempertahankan tanah air dari ancaman abrasi.


Dalam amanatnya, Rifaldi menyampaikan ucapan Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 sekaligus mengajak masyarakat menjaga kelestarian alam dan hutan mangrove.


“Kemerdekaan sejatinya adalah ketika rakyat telah sejahtera dan alam lestari serta mangrove terus ditanami dan dirawat penuh cinta,” tegas Rifaldi.


Ia menekankan, tidak boleh ada sejengkal pun tanah Indonesia yang dibiarkan hilang akibat abrasi.


Menurutnya, penanaman dan perawatan mangrove merupakan bentuk nyata perjuangan masyarakat dalam menjaga wilayah pesisir sekaligus mempertahankan lingkungan bagi generasi mendatang.


“Kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga tentang bagaimana meneruskan perjuangan dengan menjaga tanah, laut, hutan dan lingkungan yang menjadi bagian dari kehidupan kita,” ujarnya.


Dari Lumpur untuk Negeri


Usai upacara, suasana kemerdekaan semakin meriah dengan berbagai perlombaan khas dan edukatif. PRCLH menggelar teka-teki mangrove, lomba makan kerupuk, hunting sampah, hingga joget kemerdekaan.


Meski harus berkotor-kotoran dan berlumpur, para peserta tampak antusias. Tawa dan kegembiraan masyarakat mewarnai kegiatan yang berlangsung di kawasan mangrove tersebut.


Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan aksi penanaman mangrove sebagai pesan kuat bahwa perayaan kemerdekaan harus meninggalkan manfaat nyata bagi lingkungan.


Kawasan yang dahulu merupakan wilayah perairan tersebut kini menjadi daratan yang terbentuk dan terjaga melalui kekompakan masyarakat dalam menanam serta merawat mangrove.


KUB Nelayan: Kegiatan Penuh Makna


Sekretaris KUB Nelayan Sepakat Pematang Kuala, Nikson, yang mewakili Ketua KUB Nelayan Sepakat Herman, menyampaikan apresiasi kepada PRCLH atas terselenggaranya kegiatan tersebut.


Ia menilai pelaksanaan upacara kemerdekaan di kawasan mangrove memiliki daya tarik tersendiri sekaligus mengandung pesan penting mengenai perlindungan pesisir.


“Kegiatan upacara 17 Agustus di Hutan Mangrove ini sangat menarik dan penuh semangat. Ini menambahkan nilai kemerdekaan kita tentang pentingnya menjaga hutan mangrove agar tidak terjadi abrasi,” ungkapnya.


Perayaan HUT ke-81 RI yang digelar PRCLH akhirnya bukan sekadar seremoni tahunan. Dari tengah lumpur mangrove, masyarakat Pematang Kuala menunjukkan bahwa mencintai Indonesia juga berarti merawat tanah, pesisir, laut dan lingkungan.


Merah Putih berkibar, lumpur menjadi saksi: perjuangan menjaga alam adalah bagian dari perjuangan mempertahankan negeri. ( Muslim/Red).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update