CNEWS, KEEROM, PAPUA — Aktivis Papua sekaligus Ketua LSM WGAB, Yerry Basri Mak, SH, MH, melontarkan kritik keras terhadap pihak-pihak yang diduga terus mengunggah dan menyebarluaskan informasi maupun status di media sosial yang dinilainya sebagai hoaks dan berpotensi menyudutkan Bupati Keerom serta Pemerintah Kabupaten Keerom.
Yerry menegaskan, kebebasan menyampaikan pendapat dan kritik tidak boleh digunakan sebagai alasan untuk menyebarkan informasi yang tidak didukung data, fakta, dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami melihat akhir-akhir ini di media sosial muncul berbagai berita dan status yang diduga hoaks dan cenderung menyudutkan Bupati Keerom serta Pemerintah Kabupaten Keerom. Ini sangat disayangkan,” tegas Yerry kepada media.
Menurut Yerry, penyebaran informasi yang belum jelas kebenarannya bukan hanya berpotensi merugikan nama baik pihak tertentu, tetapi juga dapat mengganggu iklim pembangunan dan menciptakan kegaduhan di tengah masyarakat.
Ia meminta seluruh pihak, khususnya pengguna media sosial, agar lebih bijak sebelum mengunggah, membagikan, atau menyebarkan suatu informasi ke ruang publik.
“Jangan sembarangan menyebarkan berita atau status hoaks di media sosial. Kalau ingin menyampaikan kritik, sampaikan berdasarkan data dan bukti-bukti yang kuat. Jangan sampai media sosial menjadi tempat untuk menyebarkan tuduhan tanpa dasar,” ujar Yerry.
Yerry juga mempertanyakan motif pihak-pihak yang terus menyerang Pemerintah Kabupaten Keerom di tengah upaya pemerintah daerah menjalankan program pembangunan.
Menurutnya, Bupati Keerom Piter Gusbager bersama jajaran pemerintah daerah saat ini perlu diberikan ruang untuk bekerja dan merealisasikan program pembangunan bagi masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Keerom sedang bekerja untuk membangun daerah. Program pembangunan menyentuh berbagai sektor, mulai dari pertanian, infrastruktur, pendidikan hingga kesehatan. Kenapa justru ada pihak-pihak yang mengganggu dan terus menyudutkan pemerintah?” katanya.
Ia menegaskan bahwa Bupati Keerom merupakan pejabat negara yang memperoleh mandat melalui proses demokrasi untuk menjalankan pemerintahan dan memperjuangkan pembangunan daerah.
Meski demikian, Yerry menilai kritik tetap penting dalam negara demokrasi. ( Tim)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar