-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Aktivis Papua Desak Presiden Evaluasi Total Program MBG Usai Dugaan Keracunan Massal Siswa di Jayapura

Rabu, 05 Agustus 2026 | Rabu, Agustus 05, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-05T03:41:20Z


CNEWS, JAYAPURA, PAPUA – Aktivis Papua, Yerry Basri Mak, SH, MH, mendesak Presiden  untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul dugaan insiden keracunan yang menimpa sejumlah pelajar di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Selasa (5/8/2026).


Dalam keterangannya kepada CNews, Yerry menyebut insiden tersebut diduga mengakibatkan sejumlah siswa tingkat SMP dan SMA mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG. Menurutnya, para siswa kemudian mendapatkan penanganan medis di puskesmas, rumah sakit pemerintah, maupun rumah sakit swasta di Jayapura.


"Keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas utama. Jika benar terjadi keracunan, maka pemerintah perlu melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap sistem pengadaan, distribusi, hingga pengawasan kualitas makanan dalam program ini," ujar Yerry.


Ia menyatakan keprihatinannya atas dugaan berulangnya kasus serupa di berbagai daerah. Menurutnya, apabila ditemukan kelemahan dalam pelaksanaan program, pemerintah perlu segera melakukan pembenahan agar tidak kembali menimbulkan korban.


Yerry juga mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan skema alternatif, yakni memberikan bantuan dalam bentuk uang tunai kepada keluarga penerima manfaat sehingga makanan dapat disiapkan langsung oleh orang tua di rumah sesuai kebutuhan anak.


Selain itu, Yerry menyampaikan pandangannya bahwa program MBG berpotensi menimbulkan penyimpangan apabila sistem pengawasan tidak diperkuat. Karena itu, ia meminta pemerintah melakukan audit dan pengawasan secara ketat terhadap seluruh rantai pelaksanaan program guna mencegah potensi penyalahgunaan anggaran.


Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari instansi pemerintah terkait mengenai penyebab dugaan keracunan di Distrik Depapre maupun hasil pemeriksaan medis terhadap para siswa. CNews masih menunggu konfirmasi dari pihak berwenang untuk melengkapi pemberitaan ini.

Pemberitaan ini akan diperbarui setelah tersedia informasi resmi dari pemerintah dan aparat terkait.( Tim) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update