CNEWS | Kota Bogor - Peta politik internal Partai Golkar Kota Bogor menjelang Musyawarah Daerah (Musda) 2026 mulai menghangat. Tiga bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Bogor, Heri Cahyono, Airlangga Pramada, dan Naufal Hadi, menyatakan sikap politik bersama dengan membangun poros perubahan sekaligus menyatakan penolakan terhadap pencalonan kembali petahana Rusli Prihatevi untuk periode 2026–2031.
Kesepakatan tersebut lahir dalam pertemuan yang digelar pada Minggu (27/7/2026). Ketiganya menegaskan bahwa langkah tersebut didorong oleh keinginan menghadirkan regenerasi kepemimpinan serta memperkuat konsolidasi organisasi demi mengembalikan Partai Golkar Kota Bogor menjadi partai yang lebih demokratis, terbuka, dan solid.
Dalam pernyataan bersama, ketiga bakal calon menyampaikan sejumlah evaluasi terhadap kepemimpinan Rusli Prihatevi. Mereka menilai pola kepemimpinan selama ini cenderung sentralistis, kurang memberikan ruang partisipasi kader, serta dinilai belum mampu membangun organisasi yang aktif dan akomodatif.
Mereka juga menyoroti beberapa persoalan yang dianggap menjadi perhatian kader, di antaranya mekanisme pergantian pengurus yang dinilai kurang transparan, pengelolaan organisasi dan keuangan partai yang dinilai perlu lebih terbuka, hingga belum terealisasinya pembangunan kantor DPD Partai Golkar Kota Bogor sebagaimana pernah dijanjikan.
Selain itu, ketiga bakal calon menilai dinamika politik yang ditunjukkan petahana dalam beberapa tahun terakhir telah menimbulkan kebingungan di kalangan kader terkait arah kepemimpinan partai.
Meski sama-sama maju sebagai bakal calon ketua, Heri Cahyono, Airlangga Pramada, dan Naufal Hadi menegaskan komitmen untuk tetap menjaga persatuan. Mereka sepakat tidak saling menyerang dan akan memberikan dukungan penuh kepada siapa pun di antara mereka yang nantinya memperoleh dukungan mayoritas kader untuk menghadapi petahana dalam Musda.
"Ini bukan semata-mata soal siapa yang menjadi ketua, tetapi bagaimana menghadirkan kepemimpinan yang lebih demokratis, terbuka, dan mampu membesarkan Partai Golkar Kota Bogor," demikian komitmen bersama yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.
Ketiganya juga berharap pelaksanaan Musda berlangsung secara jujur, adil, demokratis, transparan, serta bebas dari segala bentuk tekanan maupun intervensi sehingga seluruh kader dapat menentukan pilihan secara independen.
Hak Jawab Tetap Dibuka
Hingga berita ini diterbitkan, Rusli Prihatevi belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan sikap tiga bakal calon tersebut.
Sesuai prinsip keberimbangan pemberitaan dan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, CNews membuka ruang hak jawab dan hak koreksi kepada seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini apabila ingin memberikan klarifikasi atau tanggapan resmi. ( Davit/Red).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar