Viral Video Perjalanan Tenaga Kesehatan Picu Sorotan terhadap Akses Pelayanan Publik di Pedalaman Papua
CNEWS | TIMIKA, PAPUA TENGAH — Viral video seorang tenaga kesehatan (nakes) yang mengaku harus menempuh perjalanan hingga 12 jam berjalan kaki menuju lokasi tugas di Kabupaten Mimika memicu perhatian publik dan perdebatan mengenai kondisi akses pelayanan kesehatan di wilayah pedalaman Papua.
Menanggapi polemik tersebut, Ketua LSM WGAB Papua, Yerry Basri Mak, SH, MH, menilai fokus utama pemerintah daerah seharusnya bukan pada kemarahan terhadap video yang beredar, melainkan pada upaya mencari solusi atas persoalan yang dihadapi tenaga kesehatan di lapangan.
Menurut Yerry, seorang kepala daerah harus menjadikan informasi yang muncul di ruang publik sebagai bahan evaluasi untuk memastikan apakah benar tenaga kesehatan mengalami kesulitan akses transportasi menuju lokasi pelayanan masyarakat.
"Kalau ada nakes yang mengaku harus berjalan kaki berjam-jam menuju tempat tugasnya, yang perlu dilakukan pertama adalah memverifikasi fakta di lapangan. Jika benar terjadi, pemerintah harus segera mencari solusi agar pelayanan kesehatan tidak terhambat," ujar Yerry kepada media.
Ia menegaskan bahwa tenaga kesehatan merupakan garda terdepan pelayanan publik yang setiap hari berhadapan langsung dengan kebutuhan masyarakat, terutama di daerah terpencil yang memiliki keterbatasan sarana dan prasarana.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu memastikan tersedianya transportasi yang memadai agar tenaga medis dapat menjangkau lokasi tugas dengan cepat dan aman, sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu
.
"Yang harus dipikirkan adalah bagaimana nakes bisa lebih cepat sampai ke lokasi kerja untuk melayani dan menyelamatkan masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis. Itu yang seharusnya menjadi prioritas," tegasnya.
Yerry juga mengingatkan bahwa seorang pemimpin daerah harus terbuka terhadap berbagai informasi yang berkembang di masyarakat, termasuk kritik dan keluhan yang muncul dari aparatur pelayanan publik.
"Pemimpin tidak boleh hanya menerima laporan yang menyenangkan. Kenyataan di lapangan harus dilihat secara objektif agar persoalan yang dihadapi masyarakat maupun petugas pelayanan publik dapat diselesaikan dengan baik," katanya.
Kasus viral ini kembali membuka diskusi lebih luas mengenai tantangan pembangunan infrastruktur, transportasi, dan layanan kesehatan di wilayah-wilayah terpencil Papua yang hingga kini masih menghadapi berbagai keterbatasan.
Publik kini menunggu langkah konkret Pemerintah Kabupaten Mimika untuk memastikan kebenaran informasi tersebut sekaligus menghadirkan solusi yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di daerah pedalaman.
CNEWS ANALISIS: Ketika seorang tenaga kesehatan harus menempuh perjalanan berjam-jam untuk mencapai tempat tugas, persoalan yang muncul bukan sekadar soal jarak, tetapi juga menyangkut akses pelayanan publik, pemerataan pembangunan, dan kehadiran negara dalam menjamin layanan kesehatan bagi seluruh warga tanpa terkecuali.
( Tim)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar