-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan Paskah

Iklan Paskah

Darurat Sampah di Dolok Masihul: Wajah Buruk Pengelolaan Lingkungan Sergai, Ancaman Kesehatan Masyarakat Kian Nyata

Selasa, 09 Juni 2026 | Selasa, Juni 09, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-09T03:53:45Z


CNEWS | SERDANG BEDAGAI – Persoalan sampah kembali menjadi sorotan serius di Kabupaten Serdang Bedagai. Kali ini, kondisi memprihatinkan terlihat di kawasan Pasar Pagi Kelurahan Dolok Masihul, Kecamatan Dolok Masihul, di mana tumpukan sampah sayuran busuk dan berbagai jenis limbah rumah tangga tampak berserakan di pinggir jalan maupun sepanjang parit, menimbulkan bau menyengat dan mengganggu kesehatan lingkungan.


Padahal, pengelolaan sampah merupakan salah satu tugas utama pemerintah daerah yang telah didukung oleh berbagai regulasi nasional, termasuk Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Berbagai anggaran juga telah dialokasikan untuk menjaga kebersihan, kesehatan masyarakat, serta kelestarian lingkungan. Namun fakta di lapangan menunjukkan persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan secara maksimal.


Pantauan di lokasi memperlihatkan tumpukan sampah organik berupa sisa sayuran membusuk bercampur dengan sampah lainnya. Kondisi tersebut tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga berpotensi menjadi sumber penyakit akibat berkembangnya lalat, tikus, dan berbagai mikroorganisme berbahaya.


Salah seorang warga yang ditemui di sekitar pasar mengaku resah dengan kondisi tersebut.


"Kami sebenarnya sangat risih melihat sampah yang menumpuk di pasar ini. Bau busuknya menyengat setiap hari. Kondisi seperti ini jelas tidak sehat bagi masyarakat maupun pedagang," ungkapnya.


Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai efektivitas sistem pengangkutan dan pengelolaan sampah di wilayah tersebut. Di tengah gencarnya kampanye kebersihan dan lingkungan sehat, masyarakat menilai persoalan sampah semestinya menjadi prioritas utama pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan kesehatan warga.


Pengamat lingkungan menilai bahwa persoalan sampah bukan sekadar masalah estetika kota, melainkan persoalan kesehatan publik dan tata kelola pemerintahan. Ketika sampah dibiarkan menumpuk dalam waktu lama, risiko pencemaran lingkungan serta penyebaran penyakit akan semakin besar.


Masyarakat kini mendesak Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai, khususnya Bupati Serdang Bedagai, untuk segera mengambil langkah konkret dan terukur dalam menangani persoalan tersebut. Mulai dari peningkatan frekuensi pengangkutan sampah, penyediaan fasilitas penampungan yang memadai, hingga pengawasan terhadap pengelolaan kebersihan di kawasan pasar tradisional.


Jika persoalan ini terus dibiarkan tanpa penanganan serius, maka bukan hanya citra daerah yang dipertaruhkan, tetapi juga keselamatan dan kesehatan masyarakat yang menjadi taruhannya.


"Sampah yang dibiarkan menumpuk bukan sekadar limbah, melainkan cerminan lemahnya tata kelola lingkungan yang dapat berujung pada krisis kesehatan masyarakat."

(Jek/Tim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update