-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan Paskah

Iklan Paskah

Kamis, 18 Juni 2026 | Kamis, Juni 18, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-18T16:29:54Z


Aksi Perampokan Berdarah di Pelalawan Gegerkan Riau, Polisi Buru Pelaku


CNEWS | PELALAWAN, RIAU – Dunia usaha di Kabupaten Pelalawan diguncang aksi kriminal brutal yang nyaris merenggut nyawa seorang kasir perusahaan. Seorang perempuan muda bernama Putriani Tamba (25) menjadi korban pencurian dengan kekerasan (curas) setelah ditusuk sebanyak 22 kali oleh pelaku yang diduga merampok uang perusahaan senilai Rp76,18 juta.


Peristiwa mengerikan tersebut terjadi di Kantor Pembayaran SPB TBS milik PT Malika Putri Tunggal (MPT) di Jalan Lintas Timur KM 43, Desa Kiyap Jaya, Kecamatan Bandar Sei Kijang, Kabupaten Pelalawan, Rabu (17/6/2026).


Dalam kondisi kritis dan bersimbah darah, korban menunjukkan semangat hidup yang luar biasa. Sesaat setelah diserang, Putriani masih sempat mengirimkan foto selfie kepada rekan kerjanya melalui aplikasi WhatsApp sebagai tanda darurat.


Foto tersebut memperlihatkan wajah korban berlumuran darah. Bersamaan dengan itu, korban mengirim pesan singkat meminta pertolongan karena merasa dirinya sedang menjadi sasaran pembunuhan.


Mendapatkan pesan darurat tersebut, dua rekan korban segera menuju lokasi kejadian. Namun saat tiba di kantor, mereka mendapati pintu dalam keadaan tertutup rapat.


Karena curiga telah terjadi sesuatu, mereka meminta bantuan warga sekitar sebelum akhirnya masuk ke dalam ruangan.


Pemandangan mengerikan pun tersaji di lokasi. Bercak darah ditemukan berserakan di lantai kantor, sementara korban tergeletak dalam kondisi setengah sadar dengan tubuh penuh luka dan kepala terkulai di atas meja kerja.


Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Efarina Pangkalan Kerinci untuk mendapatkan penanganan medis intensif.


Polisi Temukan Sejumlah Barang Bukti


Laporan kejadian langsung diterima aparat kepolisian melalui layanan darurat Polri 110. Tim Satreskrim Polres Pelalawan bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).


Dari lokasi, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti penting berupa satu unit kipas angin rusak yang berlumuran darah, sebuah gunting, dua obeng bercak darah, satu unit DVR CCTV, satu buah anting, serta kunci brankas perusahaan.


Rekaman kamera pengawas yang berada di sekitar lokasi juga telah diamankan guna membantu mengidentifikasi pelaku.


Luka Tusuk di Kepala, Perut dan Pundak


Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban mengalami sekitar 22 luka tusuk akibat senjata tajam yang mengenai bagian kepala, pundak, dan perut.


Banyaknya luka yang diderita korban menggambarkan tingkat kekerasan yang sangat tinggi dalam aksi tersebut. Meski demikian, korban berhasil bertahan hidup dan kini masih menjalani perawatan medis.


Selain melakukan penyerangan brutal, pelaku diduga membawa kabur uang perusahaan sebesar Rp76.184.860 yang berada di dalam kantor.


Polisi Kejar Pelaku


Kasat Reskrim Polres Pelalawan, AKP Bayu Ramadhan Efendi, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas pelaku serta motif di balik aksi berdarah tersebut.


Polisi telah memeriksa sejumlah saksi, melakukan visum terhadap korban, memasang garis polisi, mengamankan barang bukti, dan mendalami rekaman CCTV yang berhasil disita dari lokasi.


"Pelaku masih dalam penyelidikan. Tim terus mengumpulkan alat bukti dan melakukan pendalaman untuk mengungkap kasus ini," ujar AKP Bayu.


Alarm Serius bagi Keamanan Dunia Usaha


Kasus ini menjadi perhatian luas karena tidak hanya menimbulkan korban luka berat, tetapi juga menunjukkan tingginya risiko keamanan bagi pekerja yang menangani transaksi keuangan perusahaan.


Aksi sadis yang terjadi di siang hari tersebut memunculkan pertanyaan besar mengenai sistem pengamanan kantor-kantor pembayaran dan perlindungan terhadap karyawan yang bertugas mengelola uang dalam jumlah besar.


Hingga berita ini diterbitkan, aparat kepolisian masih memburu pelaku dan menelusuri seluruh kemungkinan motif, termasuk dugaan perampokan terencana maupun keterlibatan pihak yang mengetahui aktivitas keuangan perusahaan.


Kasus ini kini menjadi salah satu perhatian utama aparat penegak hukum di Riau. Publik menanti langkah cepat kepolisian untuk menangkap pelaku dan memastikan keadilan bagi korban yang berjuang antara hidup dan mati akibat aksi kriminal yang sangat brutal tersebut.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update