CNEWS Internasional| Rabat – Tokyo — Peringatan 70 tahun hubungan diplomatik antara Jepang dan Kerajaan Maroko menjadi momentum bersejarah dalam percaturan politik internasional setelah Pemerintah Jepang secara resmi menyatakan dukungan terhadap integritas wilayah Maroko, termasuk atas kawasan Sahara Maroko yang selama ini menjadi sengketa regional.
Dukungan strategis Tokyo tersebut dituangkan dalam Komunike Bersama yang ditandatangani Menteri Luar Negeri Maroko, Nasser Bourita, dan Menteri Luar Negeri Jepang, Motegi Toshimitsu, melalui konferensi video resmi pada Jumat, 8 Mei 2026.
Dalam pernyataan itu, Jepang menegaskan bahwa proposal otonomi Sahara di bawah kedaulatan Maroko merupakan solusi paling realistis, kredibel, dan berkelanjutan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama puluhan tahun di kawasan Afrika Utara.
Sikap Tokyo sekaligus memperkuat dukungan internasional terhadap Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa Nomor 2797 yang diadopsi pada Oktober 2025 lalu, yang mendorong penyelesaian politik realistis dan permanen atas persoalan Sahara.
Jepang Siap Selaraskan Diplomasi dan Ekonomi
Tidak hanya menyampaikan dukungan politik, Pemerintah Jepang juga mengindikasikan kesiapan untuk menyelaraskan kebijakan diplomatik dan kerja sama ekonominya dengan posisi tersebut.
Tokyo menyatakan akan memperkuat hubungan ekonomi bilateral, termasuk membuka peluang investasi dan pengembangan kerja sama strategis di wilayah Sahara Maroko.
Langkah Jepang dipandang sebagai sinyal kuat bahwa negara maju Asia tersebut mulai menempatkan stabilitas Sahara sebagai bagian penting dari kepentingan geopolitik dan ekonomi global.
Selain itu, Jepang mendukung penuh upaya Sekretaris Jenderal PBB beserta utusan pribadinya dalam memfasilitasi dialog antar pihak yang bersengketa, dengan menjadikan proposal otonomi Maroko sebagai dasar utama menuju solusi damai.
Posisi Maroko Semakin Kokoh di Mata Dunia
Dukungan Jepang dinilai sebagai kemenangan diplomatik besar bagi Mohammed VI dan Pemerintah Maroko.
Selama beberapa tahun terakhir, Rabat terus memperkuat diplomasi internasional guna memperoleh pengakuan global atas integritas wilayah Sahara. Kini, semakin banyak negara besar yang mendukung pendekatan otonomi di bawah kedaulatan Maroko.
Masuknya Jepang ke dalam barisan pendukung memiliki dampak strategis besar karena Tokyo dikenal sangat hati-hati dalam menentukan posisi terhadap konflik internasional.
Pengamat menilai langkah Jepang dapat memengaruhi sikap negara-negara Asia lainnya terhadap isu Sahara Maroko di masa mendatang.
Wilson Lalengke: Dunia Semakin Mengakui Kebenaran Sahara Maroko
Menanggapi perkembangan tersebut, Presiden Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko, Wilson Lalengke, menyampaikan apresiasi tinggi atas keputusan Pemerintah Jepang.
Menurut Wilson Lalengke, dukungan Tokyo merupakan bukti bahwa komunitas internasional semakin memahami fakta sejarah dan pentingnya menjaga stabilitas kawasan Sahara Maroko.
“Dukungan Jepang bukan sekadar formalitas diplomatik, tetapi pengakuan terhadap realitas sejarah dan solusi damai yang realistis. Dunia kini semakin bulat mendukung integritas wilayah Maroko,” ujar Wilson Lalengke dari Jakarta, Sabtu, 9 Mei 2026.
Tokoh pers nasional yang juga dikenal aktif dalam isu HAM internasional itu menilai stabilitas Sahara Maroko akan membawa dampak positif bagi perdamaian Afrika Utara, hubungan Asia–Afrika, serta pertumbuhan ekonomi kawasan.
Tonggak Baru Diplomasi Asia–Afrika
Peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Jepang–Maroko kini menjadi simbol lahirnya babak baru kemitraan strategis Asia–Afrika.
Hubungan kedua negara yang selama ini terjalin erat di bidang perdagangan, teknologi, pendidikan, energi, dan investasi diperkirakan akan semakin kuat dengan adanya kesamaan pandangan politik terkait Sahara Maroko.
Bagi Maroko, dukungan Jepang memperkuat legitimasi internasional terhadap proposal otonomi Sahara. Sementara bagi Jepang, langkah ini menunjukkan semakin aktifnya peran Tokyo dalam menjaga stabilitas geopolitik global melalui jalur diplomasi damai.
Di tengah ketegangan dunia yang semakin kompleks, kesepahaman Jepang dan Maroko menjadi pesan kuat bahwa diplomasi, kerja sama ekonomi, dan penghormatan terhadap kedaulatan negara tetap menjadi fondasi utama terciptanya perdamaian internasional. ( Tim)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar