-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan Paskah

Iklan Paskah

Tindak Lanjut Instruksi Dirjen PAS, Rutan Ambon Bergerak Cepat: Puluhan Warga Binaan dan Petugas Jalani Tes Urine, Hasil Seluruhnya Negatif

Jumat, 08 Mei 2026 | Jumat, Mei 08, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-08T05:05:10Z


CNEWS, AmbonDirektorat Jenderal Pemasyarakatan melalui instruksi tegas terkait pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemasyarakatan langsung ditindaklanjuti oleh Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Ambon dengan menggelar tes urine terhadap warga binaan dan petugas, Jumat (08/05/2026). Langkah cepat ini menjadi bagian dari upaya nasional dalam memperketat pengawasan serta memastikan seluruh lapas dan rutan benar-benar bersih dari narkotika.


Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Rutan Ambon tersebut dilaksanakan secara ketat dengan pengawasan internal serta tetap mengedepankan prosedur pemeriksaan sesuai standar operasional. Tes urine dilakukan sebagai langkah deteksi dini guna mencegah potensi penyalahgunaan narkoba yang dapat mengganggu stabilitas keamanan dan proses pembinaan di dalam rutan.




Sebanyak 35 warga binaan dan 7 petugas mengikuti pemeriksaan tersebut. Hasilnya, seluruh peserta dinyatakan negatif narkoba. Hasil ini dinilai menjadi indikator kuat bahwa pengawasan internal, pola pembinaan, serta sistem pengendalian keamanan yang diterapkan di Rutan Ambon berjalan efektif dan konsisten.


Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Rutan Ambon, Jefry Persulessy menegaskan bahwa pelaksanaan tes urine bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk komitmen nyata jajaran pemasyarakatan dalam memerangi narkoba di lingkungan rutan dan lapas.




“Pelaksanaan tes urine ini merupakan tindak lanjut langsung atas arahan Dirjen PAS sekaligus bentuk keseriusan kami dalam menjaga lingkungan pemasyarakatan tetap steril dari penyalahgunaan narkoba. Kami tidak ingin ada ruang bagi peredaran maupun penggunaan narkotika di dalam Rutan Ambon,” tegas Jefry.


Menurutnya, perang terhadap narkoba harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui pengawasan dan pemeriksaan rutin, tetapi juga lewat pendekatan pembinaan yang berkesinambungan terhadap warga binaan. Pembinaan tersebut diharapkan mampu membangun kesadaran serta mengubah pola pikir warga binaan agar menjauhi narkoba dan menjalani masa pidana secara lebih produktif.




Ia juga menekankan bahwa integritas petugas menjadi faktor utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan. Karena itu, tes urine juga menyasar petugas sebagai bentuk penguatan disiplin dan profesionalisme aparatur pemasyarakatan.


“Petugas harus menjadi contoh. Karena itu pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh tanpa pandang bulu. Kami ingin memastikan seluruh jajaran memiliki integritas serta komitmen yang sama dalam menjaga Rutan Ambon tetap aman dan bersih dari narkoba,” ujarnya.


Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi pencegahan dini terhadap potensi gangguan keamanan yang kerap dipicu oleh peredaran narkoba di dalam lembaga pemasyarakatan. Dengan pemeriksaan berkala, pihak rutan berharap setiap potensi pelanggaran dapat terdeteksi lebih cepat sebelum berkembang menjadi gangguan serius.


Selain tes urine, Rutan Ambon juga terus memperkuat pengawasan melalui razia kamar hunian, monitoring aktivitas warga binaan, peningkatan pengamanan internal, hingga pelaksanaan program pembinaan kepribadian dan mental bagi warga binaan. Seluruh langkah tersebut dijalankan sebagai bentuk dukungan terhadap program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mewujudkan lapas dan rutan bebas narkoba di seluruh Indonesia.


Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap berbagai kasus penyalahgunaan narkoba di sejumlah lembaga pemasyarakatan di Indonesia, langkah cepat yang dilakukan Rutan Ambon menjadi sinyal kuat bahwa pengawasan internal terus diperketat. Upaya ini juga menunjukkan bahwa reformasi pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada aspek pengamanan, tetapi juga pada pembangunan integritas serta pembinaan manusiawi bagi warga binaan.


Dengan terciptanya lingkungan rutan yang aman, tertib, dan bersih dari narkoba, proses pembinaan terhadap warga binaan diharapkan dapat berjalan lebih optimal. Pemerintah pun menaruh harapan besar agar warga binaan yang nantinya kembali ke tengah masyarakat mampu menjadi pribadi yang lebih baik, produktif, dan terbebas dari pengaruh narkotika ( C)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update