CNEWS | SERDANG BEDAGAI — Aksi kriminal jalanan kembali menghantui pengguna Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di wilayah Rampah Kiri, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Pada Rabu dinihari sekitar pukul 03.31 WIB, seorang pemuda bernama Ardiansyah Putra menjadi korban dugaan pembegalan brutal saat melintas seorang diri menggunakan sepeda motor.
Peristiwa ini menambah daftar panjang keresahan masyarakat terhadap kondisi keamanan di jalur strategis nasional yang selama ini dikenal rawan tindak kriminal, terutama pada malam hingga menjelang subuh.
Korban diketahui merupakan keponakan dari Pujianto, seorang jurnalis televisi nasional. Saat kejadian, Ardiansyah baru pulang dari kawasan Firdaus usai menemui rekannya dan melintasi Jalinsum Rampah Kiri dengan mengendarai sepeda motor jenis metik milik pamannya.
Namun nahas, ketika memasuki titik jalan yang minim aktivitas warga dan penerangan, korban diduga telah dibuntuti oleh dua pria tak dikenal yang berboncengan menggunakan sepeda motor.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga serta rekaman CCTV yang beredar di kalangan masyarakat, kedua pelaku mendekati korban dari arah belakang sebelum salah satu pelaku diduga menendang korban hingga kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke badan jalan.
Korban yang panik langsung bangkit dan berlari menyelamatkan diri ke arah permukiman warga sekitar guna menghindari kemungkinan aksi kekerasan lanjutan. Sementara para pelaku dengan cepat membawa kabur sepeda motor korban dan melarikan diri ke arah Jalinsum.
Aksi tersebut berlangsung sangat cepat dan diduga telah direncanakan. Modus memepet lalu menendang korban dinilai menunjukkan pola kejahatan jalanan yang terorganisir dan berbahaya bagi pengguna kendaraan roda dua yang melintas sendirian pada jam rawan.
Ironisnya, sebelum kejadian, Pujianto selaku pemilik sepeda motor sempat mengingatkan korban agar tidak pulang terlalu dini hari karena kondisi jalan yang sepi serta meningkatnya kekhawatiran terhadap aksi kriminal di kawasan tersebut.
Sepeda motor itu sendiri rencananya akan digunakan Pujianto untuk pergi ke masjid menunaikan salat Subuh. Namun peringatan tersebut berakhir menjadi firasat buruk setelah kendaraan miliknya justru dibawa kabur pelaku begal.
Peristiwa ini kembali memunculkan sorotan publik terhadap lemahnya pengawasan keamanan di sepanjang Jalinsum Sei Rampah hingga Rampah Kiri yang selama ini kerap dikeluhkan warga sebagai titik rawan kriminalitas, balap liar, hingga aksi pencurian dengan kekerasan.
Warga sekitar mengaku resah dan meminta aparat penegak hukum tidak hanya bergerak setelah kejadian viral, melainkan melakukan patroli rutin dan tindakan preventif secara konsisten, khususnya pada jam-jam rawan antara tengah malam hingga subuh.
“Jalur ini memang sering bikin takut kalau lewat malam. Sudah beberapa kali terjadi kejadian kriminal. Kami berharap polisi benar-benar rutin patroli, jangan hanya datang setelah ada korban,” ujar salah seorang warga sekitar lokasi kejadian.
Sejumlah masyarakat juga menilai minimnya penerangan jalan di beberapa titik Jalinsum turut memperbesar peluang pelaku kejahatan menjalankan aksinya dengan leluasa.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui identitas para pelaku maupun keberadaan sepeda motor korban. Awak media telah mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak kepolisian, termasuk Kapolsek Firdaus, terkait langkah penyelidikan dan upaya pengejaran pelaku.
Namun sampai saat ini belum ada keterangan resmi yang disampaikan kepada publik.
Masyarakat berharap aparat kepolisian segera mengungkap pelaku pembegalan tersebut sebelum kembali memakan korban lain. Pasalnya, Jalinsum merupakan jalur vital yang setiap hari dilalui warga, pekerja, pelajar, hingga pengendara antar kabupaten dan provinsi.
Jika situasi keamanan terus dibiarkan rawan, bukan hanya keselamatan masyarakat yang terancam, tetapi juga menimbulkan ketakutan berkepanjangan bagi pengguna jalan yang melintas pada malam hari di wilayah Serdang Bedagai. ( Firman Rangkuti)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar