Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan Paskah

Iklan Paskah

Listrik 24 Jam untuk Pulau Terluar: Bupati Zukri Tekan PLN Tuntaskan Proyek Kabel Bawah Laut Mendol Mei 2026

Selasa, 07 April 2026 | Selasa, April 07, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-07T13:59:11Z

CNEWS, Pelalawan — Komitmen menghadirkan keadilan energi bagi wilayah terluar kembali diuji. Pemerintah Kabupaten Pelalawan bersama PT PLN (Persero) mempercepat proyek strategis pembangunan kabel listrik bawah laut menuju Pulau Mendol—langkah krusial yang selama ini dinantikan masyarakat yang hidup dalam keterbatasan akses listrik.


Bupati Pelalawan, Zukri Misran, menerima langsung audiensi jajaran PLN di ruang kerjanya, Senin (6/4/2026). Pertemuan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi forum evaluasi progres sekaligus penegasan target penyelesaian proyek yang menyangkut hajat hidup ribuan warga di wilayah pesisir dan kepulauan.



Dalam paparannya, Manager UP3 PLN Pekanbaru, Wilsriza Wilman, mengungkapkan bahwa progres pembangunan kabel bawah laut telah mencapai sekitar 50 persen. Ia memastikan bahwa proyek masih berada dalam koridor target penyelesaian pada Mei 2026, meski di lapangan menghadapi tantangan teknis yang tidak ringan.


“Pemasangan kabel bawah laut ini sangat bergantung pada kestabilan arus dan kesiapan sistem penyaluran energi. Kami terus melakukan penyesuaian teknis agar proses berjalan sesuai standar dan tidak mengganggu ekosistem maupun keamanan jaringan,” jelasnya.



Pulau Mendol dan kawasan Penyalai selama ini masih bergantung pada pasokan listrik terbatas dengan jam operasional yang tidak penuh. Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas ekonomi, layanan pendidikan, hingga fasilitas kesehatan. Proyek kabel bawah laut ini diproyeksikan menjadi solusi permanen untuk mengakhiri ketimpangan energi yang telah berlangsung bertahun-tahun.


Bupati Zukri menegaskan, kehadiran listrik 24 jam bukan lagi sekadar kebutuhan, tetapi hak dasar masyarakat yang harus segera dipenuhi. Ia memberikan apresiasi kepada PLN, namun sekaligus menekankan pentingnya konsistensi dan ketepatan waktu.



“Ini bukan hanya proyek infrastruktur, tetapi tentang masa depan masyarakat. Listrik 24 jam akan membuka akses ekonomi, meningkatkan kualitas pendidikan, dan memperbaiki layanan kesehatan. Kita tidak boleh lagi bicara keterlambatan,” tegasnya.


Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Pelalawan siap memberikan dukungan penuh, termasuk mempercepat koordinasi lintas sektor, mempermudah perizinan, serta memastikan tidak ada hambatan administratif di lapangan yang dapat mengganggu progres pembangunan.


Lebih jauh, proyek ini juga dipandang sebagai bagian dari agenda nasional pemerataan energi di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Infrastruktur kelistrikan berbasis kabel bawah laut dinilai sebagai solusi efektif untuk wilayah kepulauan yang selama ini sulit dijangkau jaringan konvensional.


Dengan capaian progres yang telah menyentuh angka 50 persen, harapan masyarakat Pulau Mendol kini semakin nyata. Jika target Mei 2026 tercapai, maka untuk pertama kalinya wilayah tersebut akan menikmati listrik tanpa henti—sebuah lompatan besar yang diyakini akan menggerakkan roda ekonomi lokal, menarik investasi, serta meningkatkan taraf hidup masyarakat secara signifikan.


Di tengah sorotan publik terhadap pemerataan pembangunan, proyek ini menjadi ujian konkret: apakah negara benar-benar hadir hingga ke pulau-pulau terluar, atau justru kembali tertinggal dalam janji. Kini, waktu menjadi penentu—dan masyarakat Pulau Mendol menunggu bukti, bukan sekadar komitmen.(Syd Pelor) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update