Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan Paskah

Iklan Paskah

BUPATI SERGAI DORONG ASN “BIKE TO WORK” DALAM RADIUS 10 KM: STRATEGI HEMAT ENERGI SAAT WFH MASIH MENGGANTUNG

Senin, 06 April 2026 | Senin, April 06, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-06T04:14:07Z

CNEWS, Senin, 6 April 2026. Serdang Bedagai – Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, mulai menyiapkan langkah alternatif dalam merespons wacana kebijakan work from home (WFH) yang tengah digodok pemerintah pusat. Di tengah ketidakpastian petunjuk teknis dari Kementerian Dalam Negeri, Bupati Sergai H. Darma Wijaya justru melontarkan kebijakan tak biasa: mendorong aparatur sipil negara (ASN) berangkat kerja dengan sepeda.


Kebijakan ini bukan sekadar imbauan gaya hidup sehat, melainkan bagian dari strategi efisiensi energi di tengah tekanan global terhadap konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Fokusnya jelas—ASN yang berdomisili dalam radius sekitar 10 kilometer dari kantor diminta mempertimbangkan penggunaan sepeda sebagai moda transportasi utama.


“Kalau rumahnya dekat, misalnya sekitar 10 kilometer, itu masih sangat memungkinkan ditempuh dengan sepeda. Ini akan segera kita dorong implementasinya,” tegas Darma Wijaya.


WFH Belum Jelas, Sergai Siapkan Skema Alternatif


Hingga kini, Pemkab Sergai masih menunggu kepastian dari Kementerian Dalam Negeri terkait skema resmi pelaksanaan WFH yang direncanakan berlaku pada April 2026. Namun, Darma Wijaya menegaskan bahwa tanpa kejelasan status—apakah wajib atau sekadar imbauan—Pemkab tidak akan gegabah menerapkan kebijakan tersebut secara menyeluruh.


“Kalau sifatnya hanya imbauan, tentu tidak akan kita paksakan. Tapi semangat efisiensi energi tetap harus berjalan,” ujarnya.


Di sinilah konsep “bike to work” masuk sebagai solusi antara: ASN tetap bekerja dari kantor, tetapi dengan pola mobilitas yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan.


Efisiensi Energi Jadi Fokus Utama


Bupati menekankan bahwa esensi dari wacana WFH bukan semata bekerja dari rumah, melainkan pengurangan konsumsi energi, khususnya BBM yang selama ini menjadi tulang punggung mobilitas harian ASN.


Dengan mendorong penggunaan sepeda, Pemkab Sergai ingin:


Mengurangi ketergantungan ASN pada kendaraan bermotor

Menekan konsumsi BBM di sektor pemerintahan daerah

Mengurangi emisi karbon di wilayah Sergai

Mendorong pola hidup sehat di kalangan aparatur


“Rohnya tetap efisiensi. ASN harus tetap produktif, tapi dengan cara yang lebih hemat energi dan berkelanjutan,” kata Darma Wijaya.


Tantangan Implementasi di Lapangan


Meski terdengar progresif, kebijakan ini diprediksi tidak lepas dari sejumlah tantangan, mulai dari:


Infrastruktur jalan yang belum sepenuhnya ramah pesepeda

Faktor cuaca di Sumatera Utara yang cenderung panas dan lembap

Kesiapan ASN, baik dari sisi fisik maupun kebiasaan

Keamanan dan keselamatan pesepeda di jalan raya


Namun demikian, langkah ini dinilai sebagai terobosan awal yang berani di tingkat pemerintah daerah dalam merespons isu energi secara konkret.


Potensi Jadi Model Nasional


Jika berhasil diterapkan secara konsisten, kebijakan “bike to work” ASN di Sergai berpotensi menjadi model nasional, khususnya bagi daerah-daerah dengan karakteristik geografis serupa.


Di tengah isu global seperti krisis energi dan perubahan iklim, langkah kecil di daerah seperti Sergai bisa menjadi pemicu perubahan besar dalam tata kelola pemerintahan yang lebih efisien dan berkelanjutan.


Menunggu Arah Pusat, Bergerak dari Daerah


Untuk saat ini, Pemkab Sergai memilih tidak menunggu terlalu lama. Sambil menanti kejelasan kebijakan WFH dari pusat, langkah-langkah efisiensi tetap dijalankan secara mandiri.


“Kita tidak harus menunggu untuk berbuat. Yang penting tujuan besarnya jelas: hemat energi, tetap produktif, dan memberi contoh kepada masyarakat,” tutup Darma Wijaya.

(MZ Bambang/RI)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update