Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan Prabowo

Iklan Prabowo

Teror Air Keras Aktivis KontraS: Empat Pelaku Ditangkap TNI, Aktivis Papua Desak Aktor Intelektual Dibongkar dan Diadili Terbuka

Kamis, 19 Maret 2026 | Kamis, Maret 19, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-19T09:37:47Z


CNEWS, Jakarta/Papua – Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS kembali mengguncang ruang demokrasi dan penegakan HAM di Indonesia. Empat terduga pelaku disebut telah ditangkap dan kini ditahan oleh aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI). Namun, desakan publik kini mengarah pada satu hal krusial: siapa aktor intelektual di balik aksi brutal tersebut?


Aktivis Papua sekaligus Ketua LSM WGAB, Yerry Basri Mak, secara tegas meminta agar kasus ini tidak berhenti pada pelaku lapangan semata. Ia menilai, pengungkapan dalang utama merupakan kunci untuk memastikan keadilan dan mencegah terulangnya teror terhadap pejuang HAM.


“Empat pelaku memang sudah ditangkap dan ditahan oleh TNI. Tapi pertanyaannya, siapa aktor di balik penyiraman air keras ini? Ini yang harus dibuka secara terang-benderang. Kami para aktivis tidak akan tinggal diam,” tegas Yerry kepada media.


Menurutnya, praktik kekerasan terhadap aktivis bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan ancaman serius terhadap kebebasan sipil dan demokrasi. Ia menilai, jika aktor intelektual tidak diungkap, maka kasus ini berpotensi menjadi preseden buruk bagi perlindungan aktivis di Indonesia.


Lebih jauh, Yerry mendesak agar keempat pelaku dijatuhi sanksi tegas, termasuk pemecatan tidak hormat dari institusi militer serta diproses melalui peradilan terbuka.


“Keempat pelaku harus dipecat dari kesatuan mereka dan diumumkan secara terbuka kepada publik. Masyarakat berhak tahu bahwa mereka telah diberhentikan. Selain itu, proses persidangan harus dilakukan secara transparan dan terbuka, serta dijatuhi hukuman seberat-beratnya sesuai perbuatan mereka,” ujarnya.


Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap aktivis HAM di Indonesia yang kerap menyisakan tanda tanya besar terkait aktor di balik layar. Sorotan kini tertuju pada komitmen aparat dalam menuntaskan perkara secara menyeluruh—tidak hanya menyentuh pelaku, tetapi juga membongkar jaringan dan motif di baliknya.


Publik menanti: apakah negara berani mengungkap kebenaran hingga ke akar, atau kembali berhenti di permukaan? ( Tim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update