Proyek Mangkrak Disulap Jadi Hunian Rakyat
CNEWS | Jakarta/Bekasi — Pemerintah resmi memulai babak baru proyek kawasan Meikarta dengan meluncurkan pembangunan rumah susun (rusun) subsidi skala besar yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan rusun di kawasan Cikarang, Kabupaten Bekasi, Minggu (8/3/2026).
Proyek tersebut akan memanfaatkan lahan seluas 30 hektare yang sebelumnya dimiliki oleh PT Lippo Cikarang Tbk dan kini dihibahkan kepada negara.
“Lahan 30 hektare ini luar biasa. Dari gambaran tim Danantara dan tim teknis kita, kawasan ini bisa menampung sekitar 140 ribu unit rusun subsidi,” ujar Maruarar di lokasi proyek.
Target 141 Ribu Unit Hunian
Dalam rencana pengembangannya, kawasan rusun subsidi Meikarta akan dibangun di tiga titik lahan, masing-masing seluas 10 hektare.
Setiap titik akan dibangun 18 tower, dengan kapasitas sekitar 2.600 unit per tower. Dengan skema tersebut, total hunian yang disiapkan mencapai sekitar 141.000 unit.
Unit rusun nantinya terdiri dari beberapa tipe, yaitu:
Tipe 1 kamar
Tipe 2 kamar
Tipe 3 kamar
Luas unit berkisar antara 25 meter persegi, 35 meter persegi, hingga 45 meter persegi.
Pemerintah menargetkan pembangunan fisik mulai terlihat pada Agustus 2026, sementara proyek keseluruhan direncanakan rampung pada Agustus 2028.
Tanah Dipastikan Legal oleh KPK
Maruarar juga memastikan status lahan proyek telah diperiksa dari sisi hukum dan legalitas oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.
Dengan status hibah tersebut, negara tidak perlu mengeluarkan anggaran untuk pembelian lahan.
“Tanahnya hibah untuk negara. Artinya pemerintah tidak mengeluarkan uang untuk pembelian tanah,” tegas Maruarar.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi pemerintah menekan biaya pembangunan perumahan rakyat di tengah meningkatnya harga tanah di kawasan industri Jabodetabek.
Dihadiri Tokoh Nasional dan Pengusaha Besar
Acara peletakan batu pertama proyek ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain:
Hashim Djojohadikusumo, Ketua Satgas Perumahan
Rosan Roeslani, CEO Danantara
Mochtar Riady, Pendiri Lippo Group
James Riady, pimpinan Lippo Group
Kehadiran para tokoh tersebut memperlihatkan dukungan kuat antara pemerintah dan sektor swasta untuk menghidupkan kembali proyek yang sempat terhenti bertahun-tahun.
Praktisi Media: Kebangkitan Meikarta Beri Harapan Baru
Praktisi media sekaligus pengamat kebijakan publik Solon Siombing menilai kebangkitan kembali proyek Meikarta merupakan langkah strategis pemerintah dalam menyediakan hunian terjangkau bagi masyarakat.
Menurutnya, langkah pemerintah di era Prabowo Subianto menunjukkan keseriusan untuk menyelesaikan proyek yang sempat mengalami stagnasi.
“Saya berharap Meikarta benar-benar menjadi berkah bagi masyarakat yang membutuhkan hunian, khususnya kalangan menengah ke bawah,” ujar Solon.
Ia menilai keterlibatan Satgas Perumahan yang dipimpin Hashim Djojohadikusumo serta peran aktif Menteri Maruarar Sirait menjadi sinyal kuat bahwa proyek tersebut tidak lagi dibiarkan mangkrak.
Oase Hunian di Tengah Tekanan Ekonomi
Solon juga menilai pembangunan rusun berskala besar ini dapat menjadi solusi di tengah tekanan ekonomi global dan tingginya harga properti di kawasan industri sekitar Bekasi dan Jakarta.
“Di tengah situasi ekonomi dan dinamika geopolitik global, proyek hunian rakyat seperti ini bisa menjadi oase bagi masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal layak dan terjangkau,” ujarnya.
Jika proyek ini berjalan sesuai rencana, kawasan Meikarta yang sempat dikenal sebagai proyek kontroversial berpotensi berubah menjadi salah satu pusat hunian rakyat terbesar di Indonesia.
Jika Anda ingin, saya juga bisa buatkan 5 pilihan judul yang lebih keras dan lebih “headline media nasional” (biasanya lebih menarik klik pembaca dan cocok untuk portal berita). ( Tim/Red)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar