CNEWS | Serdang Bedagai, Sumatera Utara — Di tengah suasana hangat pasca-Idulfitri 1447 Hijriah, Bupati Serdang Bedagai, Darma Wijaya, menggelar kegiatan halal bihalal yang sarat makna emosional dan historis. Acara tersebut berlangsung di Desa Dolok Manampang, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, dengan nuansa yang jauh dari formalitas—lebih menyerupai reuni akbar lintas waktu.
Kegiatan acara di mulai pada Minggu pukul 16.00 ( 29/03/2026) di rumah kediaman Bupati desa Dolok manampang kecamatan Dolok Masihul kabupaten Serdang Bedagai
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum mempertemukan kembali jejak-jejak persahabatan lama yang terjalin sejak masa sekolah hingga perjalanan hidup penuh dinamika. Para sahabat lama Bupati hadir, mulai dari teman sekolah, rekan bermain di masa kecil, hingga mereka yang pernah berbagi cerita dalam suka dan duka
.
Suasana penuh keakraban langsung terasa sejak awal acara. Gelak tawa, canda ringan, dan nostalgia mengalir tanpa sekat, menciptakan atmosfer yang hangat dan menyentuh. Halal bihalal ini pun secara substansi dapat dikategorikan sebagai reuni penuh makna—sebuah refleksi perjalanan hidup yang dipertautkan kembali dalam bingkai kebersamaan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, serta tokoh pemuda setempat. Kehadiran Kepala Desa Dolok Manampang dan Ketua DPRD Kabupaten Serdang Bedagai, Togar Situmorang, semakin menegaskan pentingnya acara ini sebagai ruang silaturahmi lintas elemen.
Dalam sambutannya, Bupati Darma Wijaya menekankan pentingnya menjaga dan merawat hubungan sosial yang telah terbangun sejak lama. Ia menyampaikan bahwa di tengah dinamika kehidupan dan kesibukan masing-masing, momen seperti ini menjadi sangat berharga untuk kembali menyambung tali persaudaraan.
“Kita mungkin dipisahkan oleh waktu dan kesibukan, tetapi kenangan dan persahabatan tidak pernah benar-benar hilang. Halal bihalal ini menjadi jembatan untuk kembali merangkai kebersamaan itu,” ujar Darma Wijaya.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya sebagai tradisi seremonial, tetapi sebagai ruang memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Nuansa Lebaran yang masih terasa kental semakin memperdalam makna acara. Tradisi saling memaafkan menjadi inti dari pertemuan tersebut, di mana setiap individu hadir dengan kerendahan hati, membuka lembaran baru dalam hubungan yang mungkin sempat terputus oleh waktu.
Meski digelar secara sederhana, kegiatan ini justru meninggalkan kesan mendalam. Tidak ada sekat jabatan, tidak ada jarak status sosial—yang ada hanyalah kehangatan manusiawi dalam balutan kenangan dan persahabatan.
Di tengah arus kehidupan modern yang kian individualistik, langkah Bupati Serdang Bedagai ini menjadi simbol penting bahwa kekuatan sosial tidak hanya dibangun melalui kebijakan, tetapi juga melalui sentuhan personal dan kedekatan emosional dengan masyarakat.
Halal bihalal bernuansa reuni ini pun menjadi pesan kuat: bahwa memimpin bukan sekadar soal kekuasaan, tetapi juga tentang menjaga akar—akar persahabatan, kebersamaan, dan nilai-nilai kemanusiaan yang tak lekang oleh waktu. ( MZ. Bambang )

Tidak ada komentar:
Posting Komentar