CNEWS | Serdang Bedagai, Sumatera Utara — Pembangunan gedung baru SD Negeri 102050 Pekan Tanjung Beringin yang berlokasi di Desa Pekan Tanjung Beringin, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, dilaporkan telah rampung dan dikerjakan sesuai standar operasional prosedur (SOP) serta spesifikasi teknis yang ditetapkan.
Proyek yang selesai pada akhir tahun 2025 tersebut kini telah mulai dimanfaatkan sebagai fasilitas belajar mengajar bagi siswa. Secara umum, bangunan baru ini dinilai telah memenuhi peruntukan sebagai sarana pendidikan yang layak, baik dari segi fungsi, struktur, maupun estetika.
Namun demikian, temuan retakan pada sejumlah bagian dinding sempat menjadi perhatian. Berdasarkan pantauan di lokasi, retakan tersebut muncul dalam bentuk retak rambut hingga retakan memanjang yang mengikuti struktur plesteran, terutama di sudut-sudut bangunan dan beberapa ruang kelas.
Pihak terkait menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan merupakan kerusakan struktural serius, melainkan bagian dari dinamika teknis bangunan baru yang masih berada dalam masa perawatan (maintenance period). Perbaikan pun telah dilakukan oleh pelaksana proyek sesuai ketentuan yang berlaku.
“Retakan itu sudah ditangani. Ini masih dalam masa perawatan, jadi menjadi tanggung jawab pihak pelaksana. Secara umum tidak ada masalah yang mengganggu fungsi bangunan,” ujar salah satu sumber di lingkungan sekolah.
Para guru dan siswa yang sebelumnya menaruh harapan besar terhadap kehadiran gedung baru ini tetap menyambut positif fasilitas yang ada. Bangunan tersebut dinilai memberikan kenyamanan lebih baik dibandingkan kondisi sebelumnya, meskipun muncul kekhawatiran awal terkait kualitas hasil pekerjaan.
Dari sisi teknis, proses pembangunan disebut telah melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan yang sesuai dengan standar. Hal ini mencakup penggunaan material, metode konstruksi, serta pengujian kelayakan sebelum bangunan difungsikan.
Meski demikian, munculnya retakan dini tetap menjadi catatan penting dalam evaluasi proyek infrastruktur pendidikan, terutama terkait kualitas finishing dan kontrol mutu di lapangan. Pengawasan berkelanjutan dinilai krusial untuk memastikan bangunan tetap aman dan layak digunakan dalam jangka panjang.
Pengamat konstruksi menilai, retak rambut pada bangunan baru umumnya dapat terjadi akibat proses penyusutan material (shrinkage) atau perubahan suhu, selama tidak berdampak pada struktur utama. Namun, transparansi dan respons cepat dalam penanganan tetap menjadi indikator penting dalam menjaga kepercayaan publik.
Dengan telah dilakukannya perbaikan, gedung SD Negeri 102050 diharapkan dapat berfungsi optimal sebagai sarana pendidikan yang representatif bagi masyarakat Pekan Tanjung Beringin, sekaligus menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Serdang Bedagai.
Ke depan, pengawasan terhadap masa perawatan serta audit kualitas konstruksi menjadi langkah penting agar setiap pembangunan fasilitas publik benar-benar memberikan manfaat maksimal tanpa menyisakan persoalan teknis di kemudian hari.
(MZ Bambang)

.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar