Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan Prabowo

Iklan Prabowo

Prabowo Klaim Swasembada Beras Tercapai Lebih Cepat, Cadangan Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah RI

Rabu, 07 Januari 2026 | Rabu, Januari 07, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-07T03:13:14Z



CNews, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto secara tegas menyatakan Indonesia telah resmi mencapai swasembada beras pada tahun 2025, jauh lebih cepat dari target awal empat tahun yang dicanangkan di awal pemerintahannya. Klaim tersebut disampaikan langsung dalam taklimat awal tahun Retret Kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026).


Dalam forum tertutup kabinet itu, Prabowo menegaskan bahwa kemandirian pangan dan energi adalah fondasi utama kedaulatan nasional dan tidak bisa ditawar dalam situasi global yang penuh ketidakpastian.


“Target awal yang saya berikan adalah empat tahun untuk swasembada pangan. Tetapi alhamdulillah, pada 31 Desember 2025 pukul 24.00 WIB, kita bisa menyatakan secara resmi bahwa Republik Indonesia telah swasembada beras,” tegas Prabowo di hadapan jajaran menteri.


Tak hanya klaim swasembada, Prabowo juga membeberkan lonjakan cadangan beras nasional yang disebutnya sebagai tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia. Ia secara terbuka membandingkan capaian ini dengan era Presiden ke-2 RI, Soeharto.


“Pada masa Presiden Soeharto, cadangan beras pemerintah pernah mencapai puncak 2 juta ton. Hari ini, cadangan beras kita di gudang pemerintah lebih dari 3 juta ton. Ini rekor tertinggi sepanjang sejarah RI,” ujarnya.


Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan politik bahwa Indonesia tidak lagi berada pada posisi rentan terhadap tekanan impor pangan, terutama di tengah konflik global, krisis geopolitik, dan gangguan rantai pasok internasional.


Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyoroti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai pilar lanjutan kebijakan pangan nasional. Program yang mulai dijalankan pada 6 Januari 2025 itu, menurut Prabowo, telah menjangkau 55 juta penerima manfaat hanya dalam satu tahun.


“Hari ini 6 Januari 2026. Program MBG telah berjalan satu tahun dan sudah mencapai 55 juta penerima manfaat,” ungkapnya.


Capaian tersebut dinilai Prabowo sebagai bukti bahwa kebijakan pangan tidak hanya berhenti pada produksi, tetapi juga menyentuh langsung aspek ketahanan gizi, kualitas sumber daya manusia, dan keadilan sosial.


Retret Kabinet Merah Putih di Hambalang sendiri disebut menjadi ruang konsolidasi strategis pemerintah dalam menghadapi tantangan global 2026, mulai dari ancaman krisis pangan dunia, perang internasional, hingga ketergantungan impor yang selama ini menghantui Indonesia.


Solon Siombing Apresiasi Pidato Presiden Prabowo: “Capaian Swasembada Beras Harus Kita Syukuri Bersama”


Jakarta — Solon Sihombing, fungsioner KADIN Pusat dan juga pengurus DPN HKTI, menyambut positif pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam taklimat awal tahun di Hambalang mengenai keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras.


Menurut Solon, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh elemen bangsa, mulai dari para petani, stakeholder, hingga pemerintah melalui Kementerian Pertanian dan lembaga terkait lainnya.


“Keberhasilan ini adalah buah perjuangan panjang dan kerja sama semua pihak. Untuk pertama kalinya sejak Republik ini berdiri, Indonesia benar-benar mampu mencapai swasembada beras secara nyata. Ini patut kita syukuri bersama,” ujar Solon kepada media, Senin pagi.


Lebih lanjut, Solon yang juga dikenal sebagai praktisi media berharap keberhasilan ini menjadi momentum untuk mewujudkan kemandirian di sektor-sektor lainnya.


“Kita berharap di tahun 2046 nanti, berbagai capaian lain dalam bidang pangan dan sektor strategis lainnya dapat terwujud. Ini langkah besar menuju ketahanan dan kedaulatan pangan nasional,” tambahnya.


Solon menegaskan, capaian ini harus terus dijaga dan ditingkatkan agar Indonesia benar-benar mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan bagi seluruh rakyatnya.


Dengan pernyataan ini, Prabowo secara terbuka mempertaruhkan legitimasi politik dan kinerja pemerintahannya pada satu narasi besar: Indonesia harus berdiri di atas kaki sendiri dalam urusan pangan — bukan sekadar slogan, tetapi angka dan stok nyata di gudang negara. ( RI/RED) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update