CNews, JAKARTA — Koperasi Tamara HKTI kian memantapkan langkahnya menembus panggung bisnis global. Dalam rapat strategis tingkat tinggi yang digelar di Gedung Arsip Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Koperasi Tamara HKTI resmi menjajaki kerja sama internasional dengan Marubeni Corporation Jepang, raksasa multinasional yang telah beroperasi di berbagai belahan dunia dan dikenal sebagai pemain utama sektor energi, infrastruktur, dan teknologi masa depan.
Pertemuan tersebut tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan menjadi forum awal pembahasan kolaborasi konkret lintas sektor strategis, terutama di bidang energi baru, infrastruktur berkelanjutan, teknologi dekarbonisasi, dan pengelolaan sumber daya modern.
Marubeni Tunjukkan Keseriusan Lewat Paparan Bisnis Global
Keseriusan Marubeni ditunjukkan melalui kehadiran langsung pejabat kunci perusahaan, yakni:
Haruka Watanabe, Marketing Manager
Shofiyudin, Manager Next Generation Business Development Department
Dalam rapat tersebut, Marubeni memaparkan portofolio bisnis globalnya bertajuk “Power, Infrastructure, and New Energy”, yang menegaskan fokus perusahaan pada pengembangan energi berkelanjutan, infrastruktur air, teknologi rendah karbon, dan energi generasi baru.
Berdasarkan materi presentasi yang diperoleh Cnews, Marubeni saat ini mengembangkan dan mengelola proyek-proyek strategis di berbagai negara, termasuk Eropa dan Amerika Serikat, yang selaras dengan agenda transisi energi global dan target penurunan emisi karbon.
Energi Hijau dan Dekarbonisasi Jadi Pilar Utama
Salah satu fokus utama yang dipaparkan Marubeni adalah pengembangan teknologi Bio-Energy with Carbon Capture and Storage (BECCS), sebuah pendekatan inovatif untuk mencapai carbon negative.
Teknologi ini menggabungkan:
Pemanfaatan energi biomassa
Penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS)
Skema Carbon Dioxide Removal (CDR)
Marubeni menegaskan bahwa teknologi BECCS tidak hanya berdampak pada efisiensi energi, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan dalam menekan pemanasan global dan memperkuat pasar kredit karbon internasional.
Infrastruktur Air dan Waste to Fuel
Selain sektor energi, Marubeni juga memaparkan pengalaman globalnya dalam Water Infrastructure and Service, termasuk proyek konsesi pengelolaan air bersih di Portugal. Isu kelangkaan air, pertumbuhan populasi, perubahan iklim, serta infrastruktur air yang menua disebut sebagai tantangan sekaligus peluang bisnis strategis di masa depan.
Tak kalah penting, Marubeni mengembangkan teknologi Waste to Fuel, yang mengubah limbah menjadi sumber energi hijau. Teknologi ini dinilai mampu:
Mengurangi emisi metana
Mendorong ekonomi sirkular
Menyediakan energi terbarukan
Mendukung transisi energi dan pertumbuhan ekonomi hijau
HKTI Hadir dengan Kepemimpinan Lengkap
Dari pihak Koperasi Tamara HKTI, rapat dihadiri jajaran pengurus inti, antara lain:
Mayjen (Purn) Winston Simanjuntak, Ketua Koperasi Tamara HKTI
Carry Pratomo, Sekretaris
Solon Sihombing, Direktur Humas dan Publikasi
serta pengurus lainnya
Ketua Koperasi Tamara HKTI, Mayjen (Purn) Winston Simanjuntak, menegaskan bahwa HKTI membuka ruang kerja sama yang nyata, saling menguntungkan, dan berorientasi jangka panjang.
“Kami mengharapkan terbangunnya kerja sama yang benar-benar sinergis di berbagai bidang strategis, khususnya infrastruktur dan teknologi. Marubeni adalah perusahaan global yang sangat mapan, memiliki rekam jejak kuat, dan reputasi internasional yang tidak diragukan,” tegas Winston.
Langkah Transformasi Koperasi Menuju Kelas Dunia
Direktur Humas dan Publikasi Koperasi Tamara HKTI, Solon Sihombing, menyatakan bahwa paparan Marubeni menjadi fondasi penting dalam membangun kolaborasi bisnis yang lebih luas dan terstruktur.
“Ini bukan sekadar penjajakan simbolik. Ini adalah langkah strategis menuju kemitraan konkret antara koperasi nasional dengan korporasi multinasional kelas dunia,” ujar Solon.
Menurutnya, kerja sama ini sejalan dengan visi HKTI dalam mentransformasi koperasi menjadi entitas bisnis modern, profesional, dan berdaya saing global, khususnya dalam mendukung pembangunan nasional berbasis teknologi dan keberlanjutan.
Arah Baru Koperasi Nasional
Pertemuan ini dinilai sebagai tonggak penting perubahan paradigma koperasi di Indonesia—dari entitas konvensional menjadi aktor strategis dalam rantai bisnis global. Jika kerja sama HKTI–Marubeni terealisasi, kolaborasi ini berpotensi menjadi model baru koperasi nasional yang mampu bermitra sejajar dengan perusahaan multinasional.
Hingga berita ini diturunkan, rapat masih berlangsung dengan pembahasan teknis lanjutan, termasuk pemetaan sektor prioritas, skema investasi, dan bentuk kolaborasi yang akan dikembangkan di Indonesia. ( RI/RED)

.jpg)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar