Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan Prabowo

Iklan Prabowo

Marubeni Paparkan Agenda Energi Baru Global, Koperasi Tamara HKTI Siap Bangun Aliansi Strategis Infrastruktur dan Teknologi Hijau

Senin, 12 Januari 2026 | Senin, Januari 12, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-12T17:28:08Z



CNews, JAKARTA — Koperasi Tamara HKTI kian memantapkan langkahnya menembus panggung bisnis global. Dalam rapat strategis tingkat tinggi yang digelar di Gedung Arsip Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Koperasi Tamara HKTI resmi menjajaki kerja sama internasional dengan Marubeni Corporation Jepang, raksasa multinasional yang telah beroperasi di berbagai belahan dunia dan dikenal sebagai pemain utama sektor energi, infrastruktur, dan teknologi masa depan.



Pertemuan tersebut tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan menjadi forum awal pembahasan kolaborasi konkret lintas sektor strategis, terutama di bidang energi baru, infrastruktur berkelanjutan, teknologi dekarbonisasi, dan pengelolaan sumber daya modern.



Marubeni Tunjukkan Keseriusan Lewat Paparan Bisnis Global


Keseriusan Marubeni ditunjukkan melalui kehadiran langsung pejabat kunci perusahaan, yakni:


Haruka Watanabe, Marketing Manager


Shofiyudin, Manager Next Generation Business Development Department




Dalam rapat tersebut, Marubeni memaparkan portofolio bisnis globalnya bertajuk “Power, Infrastructure, and New Energy”, yang menegaskan fokus perusahaan pada pengembangan energi berkelanjutan, infrastruktur air, teknologi rendah karbon, dan energi generasi baru.


Berdasarkan materi presentasi yang diperoleh Cnews, Marubeni saat ini mengembangkan dan mengelola proyek-proyek strategis di berbagai negara, termasuk Eropa dan Amerika Serikat, yang selaras dengan agenda transisi energi global dan target penurunan emisi karbon.



Energi Hijau dan Dekarbonisasi Jadi Pilar Utama


Salah satu fokus utama yang dipaparkan Marubeni adalah pengembangan teknologi Bio-Energy with Carbon Capture and Storage (BECCS), sebuah pendekatan inovatif untuk mencapai carbon negative.


Teknologi ini menggabungkan:

Pemanfaatan energi biomassa

Penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS)

Skema Carbon Dioxide Removal (CDR)


Marubeni menegaskan bahwa teknologi BECCS tidak hanya berdampak pada efisiensi energi, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan dalam menekan pemanasan global dan memperkuat pasar kredit karbon internasional.



Infrastruktur Air dan Waste to Fuel


Selain sektor energi, Marubeni juga memaparkan pengalaman globalnya dalam Water Infrastructure and Service, termasuk proyek konsesi pengelolaan air bersih di Portugal. Isu kelangkaan air, pertumbuhan populasi, perubahan iklim, serta infrastruktur air yang menua disebut sebagai tantangan sekaligus peluang bisnis strategis di masa depan.


Tak kalah penting, Marubeni mengembangkan teknologi Waste to Fuel, yang mengubah limbah menjadi sumber energi hijau. Teknologi ini dinilai mampu:


Mengurangi emisi metana

Mendorong ekonomi sirkular

Menyediakan energi terbarukan

Mendukung transisi energi dan pertumbuhan ekonomi hijau

HKTI Hadir dengan Kepemimpinan Lengkap

Dari pihak Koperasi Tamara HKTI, rapat dihadiri jajaran pengurus inti, antara lain:

Mayjen (Purn) Winston Simanjuntak, Ketua Koperasi Tamara HKTI

Carry Pratomo, Sekretaris

Solon Sihombing, Direktur Humas dan Publikasi

serta pengurus lainnya


Ketua Koperasi Tamara HKTI, Mayjen (Purn) Winston Simanjuntak, menegaskan bahwa HKTI membuka ruang kerja sama yang nyata, saling menguntungkan, dan berorientasi jangka panjang.


“Kami mengharapkan terbangunnya kerja sama yang benar-benar sinergis di berbagai bidang strategis, khususnya infrastruktur dan teknologi. Marubeni adalah perusahaan global yang sangat mapan, memiliki rekam jejak kuat, dan reputasi internasional yang tidak diragukan,” tegas Winston.



Langkah Transformasi Koperasi Menuju Kelas Dunia


Direktur Humas dan Publikasi Koperasi Tamara HKTI, Solon Sihombing, menyatakan bahwa paparan Marubeni menjadi fondasi penting dalam membangun kolaborasi bisnis yang lebih luas dan terstruktur.


“Ini bukan sekadar penjajakan simbolik. Ini adalah langkah strategis menuju kemitraan konkret antara koperasi nasional dengan korporasi multinasional kelas dunia,” ujar Solon.


Menurutnya, kerja sama ini sejalan dengan visi HKTI dalam mentransformasi koperasi menjadi entitas bisnis modern, profesional, dan berdaya saing global, khususnya dalam mendukung pembangunan nasional berbasis teknologi dan keberlanjutan.



Arah Baru Koperasi Nasional


Pertemuan ini dinilai sebagai tonggak penting perubahan paradigma koperasi di Indonesia—dari entitas konvensional menjadi aktor strategis dalam rantai bisnis global. Jika kerja sama HKTI–Marubeni terealisasi, kolaborasi ini berpotensi menjadi model baru koperasi nasional yang mampu bermitra sejajar dengan perusahaan multinasional.



Hingga berita ini diturunkan, rapat masih berlangsung dengan pembahasan teknis lanjutan, termasuk pemetaan sektor prioritas, skema investasi, dan bentuk kolaborasi yang akan dikembangkan di Indonesia. ( RI/RED)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update