Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan Prabowo

Iklan Prabowo

Kecelakaan Maut Kereta Api vs Mobil di Tebing Tinggi: Pelintasan Tanpa Palang Kembali Makan Korban

Kamis, 22 Januari 2026 | Kamis, Januari 22, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-21T20:06:18Z


Pelintasan Tanpa Palang Kembali Telan Korban: Dugaan Kelalaian Sistemik di Tebing Tinggi


CNEWS, TEBING TINGGI, SUMATERA UTARA — Kecelakaan antara kereta api dan mobil pribadi kembali terjadi di pelintasan sebidang tanpa palang pintu di Jalan Abdul Hamid, Kelurahan Bagelen, Kecamatan Padang Hilir, Rabu (pukul 18.00 WIB). Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan di titik yang telah lama dikenal rawan namun tak kunjung dibenahi.


Laporan langsung CNEWS dari lokasi mengungkapkan bahwa pelintasan hanya dilengkapi papan peringatan pasif, tanpa palang pintu, sirene, lampu peringatan, maupun petugas penjaga. Kondisi semakin berbahaya karena penerangan jalan minim, terutama saat malam hari.



Kronologi & Fakta Lapangan


Berdasarkan keterangan warga, mobil melintas saat pengemudi tidak menyadari kedatangan kereta api. Minimnya visibilitas dan ketiadaan pengamanan aktif diduga kuat menjadi faktor pemicu.


Bukan sekali ini. Sudah sering terjadi, apalagi malam hari. Jalannya gelap dan tidak ada palang,” ujar warga setempat kepada CNEWS.


Pernyataan warga ini konsisten dengan temuan di lapangan: rel terbuka, arus lalu lintas tetap aktif, dan tidak ada sistem pencegah tabrakan

.


Korban Delapan Orang, Termasuk Anak


Dalam kejadian ini, delapan orang menjadi korban—tujuh orang dewasa dan satu anak-anak. Hingga berita ini diturunkan, otoritas terkait belum menyampaikan keterangan resmi mengenai kondisi terkini para korban.



 Kelalaian yang Berulang


Peristiwa ini memunculkan indikasi kelalaian sistemik dalam pengelolaan keselamatan pelintasan sebidang. Pelintasan tanpa palang di wilayah padat lalu lintas secara inheren berisiko tinggi, terlebih tanpa penerangan memadai.


CNEWS menelusuri bahwa keluhan warga telah berlangsung lama, namun belum direspons dengan tindakan konkret. Fakta ini menimbulkan pertanyaan serius:



Siapa penanggung jawab pengamanan pelintasan ini?

Mengapa titik rawan dibiarkan tanpa palang dan penerangan?

Apakah ada evaluasi keselamatan berkala yang diabaikan?

Tanggung Jawab & Potensi Konsekuensi




Insiden ini menempatkan PT KAI, pemerintah daerah, dan instansi perhubungan dalam sorotan tajam. Kewajiban keselamatan publik menuntut pemasangan pengamanan aktif pada pelintasan rawan. Pembiaran berulang berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum jika terbukti ada kelalaian.



Desakan Publik

Warga mendesak:


Pemasangan palang pintu dan sistem peringatan aktif (lampu/sirene)

Perbaikan penerangan jalan segera

Audit keselamatan menyeluruh seluruh pelintasan sebidang di Tebing Tinggi

Transparansi penanggung jawab dan tenggat waktu perbaikan



CNEWS akan terus melakukan penelusuran lanjutan, termasuk meminta klarifikasi resmi dari PT KAI, Dinas Perhubungan, dan Pemerintah Kota Tebing Tinggi, serta memantau langkah konkret pascakejadian. (TM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update