Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan Prabowo

Iklan Prabowo

LMND KUTUK KERAS INTERVENSI MILITER AS DI VENEZUELA, DESAK PEMERINTAH INDONESIA BERSUARA TEGAS

Kamis, 08 Januari 2026 | Kamis, Januari 08, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-07T19:19:44Z


CNews JAKARTA —- Ketua Umum Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Muh. Isnain Mukadar, menyatakan penolakan tegas terhadap operasi militer unilateral yang dilakukan Pemerintah Amerika Serikat di Venezuela, yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores. Lei menerangkan bahwa aksi tersebut adalah kejahatan politik yang mencerminkan wajah baru imperialisme yang terus merajalela dan melanggar kedaulatan bangsa lain.


Pernyataan LMND ini muncul di tengah gelombang reaksi internasional atas serangan udara besar-besaran yang dilakukan AS pada awal Januari 2026 di sejumlah wilayah Venezuela, yang menurut laporan menyebabkan Presiden Maduro dan istrinya ditangkap dan dibawa ke Amerika Serikat untuk menghadapi tuntutan pidana. Langkah tersebut telah memicu kecaman luas dari berbagai negara dan organisasi internasional sebagai pelanggaran hukum internasional dan kedaulatan negara. 


Isnain menegaskan bahwa sebagai bangsa yang pernah mengalami penjajahan, Indonesia memiliki tanggung jawab moral dan historis untuk menolak segala bentuk campur tangan asing dalam urusan internal sebuah negara. Menurutnya, tindakan tersebut tidak sekadar menyerang kedaulatan Venezuela, tetapi juga menunjukkan motif ekonomi dan geopolitik, terutama mengingat cadangan minyak Venezuela yang sangat besar. Ia bahkan menyebutnya sebagai upaya eksploitasi sumber daya oleh kekuatan imperialis.


Dalam pernyataannya, LMND menilai:


  • Operasi militer AS merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan nasional Venezuela dan hukum internasional dan bukan bentuk dukungan demokrasi.
  • Penangkapan Presiden Maduro merupakan pembenaran praktik illegal law enforcement yang menyerupai penculikan kepala negara.
  • Sanksi koersif, blokade ekonomi, dan tekanan politik yang berlangsung selama bertahun-tahun merupakan bagian dari strategi lawfare dan perang ekonomi terhadap negara yang menolak tunduk pada kepentingan AS.



Lebih jauh, LMND mendesak Pemerintah Amerika Serikat untuk:


  1. Membebaskan tanpa syarat Presiden Nicolás Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores yang dinilai ditahan secara ilegal sebagai implikasi dari intervensi militer tersebut.
  2. Menghentikan semua bentuk intervensi imperialis terhadap Republik Bolivarian Venezuela, termasuk sanksi ekonomi, blokade, dan penyitaan aset.
  3. Menghormati kedaulatan semua bangsa, khususnya negara-negara di Global South, dan menolak praktik eksploitasi sumber daya alam mereka.



LMND juga menyerukan solidaritas internasional untuk melawan kebijakan imperialisme dan memperjuangkan tatanan dunia yang adil. “Kedaulatan setiap bangsa adalah hak mutlak. Setiap negara berhak menentukan jalan politik dan ekonominya sendiri tanpa intervensi asing. Perjuangan ini harus terus dilakukan demi keadilan dan perdamaian dunia,” tegas Isnain.


Di ujung pernyataannya, Isnain mengajak seluruh elemen bangsa Indonesia untuk turut serta dalam perjuangan tersebut:

“Hidup Rakyat! Viva Venezuela! Viva Nicolás Maduro!”


Pernyataan LMND ini menjadi bagian dari respons yang lebih luas di tingkat global, di mana banyak negara menolak operasi militer AS yang dianggap sebagai pelanggaran hukum internasional dan ancaman bagi prinsip non-intervensi serta perdamaian dunia. (Tim)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update