CNews, Jakarta — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini nasional menyusul kemunculan tiga sistem siklon tropis aktif yang secara bersamaan kembali mendekati wilayah Indonesia. Fenomena ini dinilai tidak lazim dan berpotensi memicu cuaca ekstrem berskala luas di berbagai wilayah Tanah Air dalam beberapa hari ke depan.
Kepala BMKG menegaskan, ketiga siklon tersebut saat ini berada di utara dan selatan Indonesia, namun dampaknya langsung memengaruhi dinamika atmosfer nasional, terutama peningkatan curah hujan lebat, angin kencang, hingga gelombang laut tinggi yang membahayakan pelayaran dan aktivitas pesisir.
“Ini bukan sekadar hujan biasa. Kombinasi tiga siklon tropis berpotensi memperkuat konvergensi angin, meningkatkan awan hujan masif, dan memicu bencana hidrometeorologi,” ujar pejabat BMKG dalam keterangan resminya.
Wilayah Paling Berisiko
BMKG memetakan sejumlah wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi, antara lain:
Sumatra bagian tengah dan selatan
Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur
Bali dan Nusa Tenggara
Kalimantan bagian selatan
Sulawesi dan Maluku
Perairan selatan Jawa hingga Samudra Hindia
Curah hujan diperkirakan dapat mencapai kategori lebat hingga sangat lebat, disertai angin kencang di atas normal musiman serta gelombang laut setinggi 2,5–6 meter di sejumlah perairan strategis.
Ancaman Nyata Bencana
BMKG secara tegas mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk tidak meremehkan situasi ini, mengingat potensi:
Banjir dan banjir bandang
Tanah longsor di daerah rawan
Pohon tumbang dan kerusakan infrastruktur
Gangguan transportasi laut dan udara
Risiko kecelakaan nelayan dan kapal kecil
“Kewaspadaan adalah kunci. Pemerintah daerah harus segera mengaktifkan langkah mitigasi, sementara masyarakat diminta menghindari aktivitas berisiko tinggi, terutama di wilayah pesisir dan perbukitan,” tegas BMKG.
Sorotan Iklim Global
Fenomena kemunculan beberapa siklon secara berdekatan ini juga kembali membuka diskursus serius soal anomali iklim dan perubahan iklim global, yang disebut BMKG turut memengaruhi pola cuaca ekstrem di Indonesia.
BMKG memastikan pemantauan dilakukan 24 jam penuh dan akan terus memperbarui informasi kepada publik. Masyarakat diminta mengakses informasi resmi BMKG, bukan berspekulasi berdasarkan kabar di media sosial yang berpotensi menyesatkan.( Red)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar