CNews, JAKARTA – Aktivis antikorupsi, Yerry Basri, S.H., M.H., menyatakan dukungan penuh terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menelusuri dan mengusut tuntas dugaan kecurangan dalam Program Makan Bergizi Gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Yerry menegaskan, secara konsep dan tujuan, Program Makan Bergizi Gratis merupakan kebijakan strategis dan sangat mulia, terutama untuk menjamin pemenuhan gizi anak-anak sekolah di seluruh Indonesia.
“Program ini sangat bagus dan kami sebagai aktivis sangat mendukung penuh. Ini menyangkut masa depan anak-anak bangsa,” tegas Yerry kepada wartawan.
Namun demikian, Yerry mengaku sangat prihatin atas munculnya temuan dugaan kecurangan di lapangan, khususnya terkait pemotongan anggaran makanan yang seharusnya diterima siswa.
Menurut Yerry, di sejumlah daerah ditemukan indikasi bahwa anggaran makanan yang seharusnya bernilai Rp10.000 per anak, diduga hanya direalisasikan sekitar Rp8.000, sementara sisanya diduga “menghilang” di tingkat pelaksana.
“Potongan seperti ini tidak bisa ditoleransi. Ini bukan sekadar pelanggaran administratif, tapi kejahatan terhadap hak anak dan pengkhianatan terhadap kebijakan presiden,” ujarnya.
Yerry menyebut praktik semacam ini bukan kasus sporadis, melainkan indikasi kuat adanya permainan sistematis oleh oknum-oknum tertentu yang memanfaatkan program strategis negara untuk kepentingan pribadi atau kelompok.
Sebagai aktivis nasional antikorupsi, Yerry secara tegas mendorong KPK turun langsung, melakukan penyelidikan menyeluruh, menelusuri rantai anggaran dari pusat hingga daerah, serta mengungkap siapa pun yang terlibat.
“Siapa pun yang bermain-main dalam program makan bergizi gratis ini harus ditangkap dan diproses sesuai undang-undang. Jangan ada tebang pilih,” tegasnya.
Ia juga menilai pengusutan kasus ini penting untuk menjaga wibawa pemerintahan Prabowo–Gibran, sekaligus memastikan program unggulan nasional tidak dirusak oleh praktik korupsi di tingkat pelaksana.
“Kalau program sebagus ini dirusak oleh oknum, maka yang rusak bukan hanya anggaran negara, tapi kepercayaan publik,” pungkas Yerry. ( Red/YBM)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar