CNews, PELALAWAN — Pemerintah Kabupaten Pelalawan melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Pelalawan secara resmi menyerahkan sertifikat Program Redistribusi Tanah Tahun 2025 kepada masyarakat. Penyerahan dilakukan di Lapangan Bola Dusun III Petaling Jaya, Desa Dundangan, Selasa (6/1/2025), dan disaksikan langsung oleh Bupati Pelalawan H. Zukri, SM., MM.
Program ini menjadi bagian dari kebijakan reforma agraria nasional yang bertujuan memperkuat kepastian hukum atas tanah sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani dan warga desa.
Dalam sambutannya, Bupati Zukri menegaskan bahwa sertifikat redistribusi tanah bukan untuk diperjualbelikan, melainkan harus dimanfaatkan sebagai aset produktif jangka panjang.
“Sertifikat ini adalah modal masa depan keluarga. Jangan cepat dijual. Manfaatkan untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan,” tegas Bupati Zukri di hadapan warga penerima manfaat.
Ia juga menekankan bahwa seluruh sertifikat dibagikan tanpa pungutan biaya, sekaligus menepis praktik percaloan atau pungli yang kerap muncul dalam program pertanahan di berbagai daerah.
Menurut Bupati, apabila sertifikat hilang, masyarakat dapat langsung mengurus pencetakan ulang ke Kantor BPN Pelalawan. Selain itu, masih terdapat sekitar 100 sertifikat yang saat ini dalam proses penyelesaian dan akan segera diserahkan kepada warga yang berhak.
Lebih jauh, Bupati Zukri mendorong pemanfaatan sertifikat tanah sebagai akses permodalan produktif, bukan konsumtif. Pemkab Pelalawan, kata dia, telah menyiapkan Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Daerah dengan plafon hingga Rp50 juta dan bunga nol persen melalui Bank Dana Amanah.
“Gunakan sertifikat sebagai agunan untuk usaha—pertanian, UMKM, atau kegiatan produktif lain. Jangan habis untuk hal yang tidak menghasilkan,” ujarnya.
Program redistribusi tanah ini dinilai strategis karena tidak hanya menyelesaikan persoalan legalitas lahan, tetapi juga membuka rantai ekonomi baru di pedesaan, sekaligus menekan potensi konflik agraria.
Menutup sambutannya, Bupati Zukri mengajak masyarakat untuk menjaga aset tanah tersebut dan mendukung keberlanjutan program pembangunan daerah.
“Jika ekonomi masyarakat kuat, pemerintah juga akan semakin mampu menghadirkan lebih banyak program kesejahteraan,” pungkasnya.
(Syharudin)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar