-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan HUT Kemerdekaan RI

Iklan HUT Kemerdekaan

TUNTASKAN BANJIR JL. SUKA SEHAT MEDAN JOHOR, SDABMBK MEDAN PASANG U-DITCH & BOX CULVERT,

Rabu, 28 Oktober 2026 | Rabu, Oktober 28, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-27T17:42:40Z


‎HARDY SIBARANI "JIKA DRAINASE STM & ALFALAH SELESAI, SUKA SEHAT TAK AKAN BANJIR LAGI WALAU HUJAN DERAS"

‎

CNEWS, MEDAN JOHOR  –  ‎Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) terus mengebut pembangunan drainase penanggulangan banjir di Jalan Suka Sehat, Kelurahan suka Maju, Kecamatan Medan Johor.

‎

‎Pembangunan ini menjadi jawaban atas keluhan warga bertahun-tahun. Dari foto yang dikirim warga, sebelum dibangun Jl. Suka Sehat selalu terendam banjir setinggi lutut hingga masuk ke rumah warga saat hujan deras.

‎

‎Kini, saluran lama yang dangkal dan tersumbat total dibongkar dan diganti dengan konstruksi modern yang lebih besar.

‎

‎Kepala Bidang  Drainase SDABMBK Kota Medan,  *Hardy Patuan Sibarani, ST*, saat dikonfirmasi dilapangan Selasa (27/10) menjelaskan teknis pembangunan tersebut.

‎

‎ “Untuk penanggulangan banjir di Jl. Suka Sehat kita melakukan pembangunan drainase dengan pemasangan *U-Ditch precast dan Box Culvert*. U-Ditch yang kita pasang ukuran 80x80 dan 100x100, sedangkan di persimpangan kita tanam *Box Culvert 100x100* sebagai pertemuan arus agar aliran lebih lancar dan tidak bottleneck,” ujar Hardy.

‎

‎*TANGGAPI KELUHAN WARGA MULA TUA LUBIS SOAL AIR PDAM MATI*

‎

‎Dalam proses pembangunan, muncul keluhan dari salah satu warga Jl. Suka Sehat, Mula Tua Lubis, yang menyampaikan bahwa akibat galian drainase, aliran air PDAM ke rumah warga tidak berjalan.

‎

‎Menanggapi keluhan tersebut, Hardy bergerak cepat dan langsung berkoordinasi dengan pihak PDAM.

‎

‎ “Begitu ada laporan dari warga Pak Mula Tua Lubis soal air PDAM tidak mengalir, saya langsung *menghubungi pihak PDAM Tirtanadi*. Kita minta PDAM turun ke lapangan untuk cek pipa eksisting yang terdampak galian. Kita cari solusi agar warga tidak kekurangan air bersih selama pekerjaan berlangsung,” tegas Hardy.

‎

‎“Memang ada pipa PDAM yang terkena alat saat penggalian. Itu risiko di lapangan. Tapi sudah kita koordinasikan, PDAM akan lakukan relokasi dan penyambungan ulang. Kita minta kontraktor di lapangan lebih hati-hati dan kalau ada kebocoran langsung diperbaiki hari itu juga,” tambahnya.

‎

‎*PENJELASAN SOAL GENANGAN & PENGAWASAN KETAT DI LAPANGAN*

‎

‎Terkait foto genangan yang masih terlihat di lokasi proyek, Hardy memberikan penjelasan rinci.

‎

‎ “Genangan yang nampak di foto itu bukan karena drainase Suka Sehat gagal. Jadi begini sistemnya, *Jl. Suka Sehat ini bermuara ke Jl. Alfalah dan Jl. STM*. Saat ini, *di Jl. Alfalah dan Jl. STM juga sedang kita bangun drainase secara bersamaan dan belum selesai*,” jelas Hardy.

‎

‎“Karena itu, *Box Culvert yang sudah kita tanam di persimpangan Suka Sehat belum kita buka*. Kalau kita buka sekarang, air dari Suka Sehat tidak ada pembuangannya karena induknya di Alfalah dan STM masih dalam pengerjaan. Jadi kita tahan dulu sementara. Makanya air hujan masih tertahan di area galian.”

‎

‎Untuk pengawasan, Hardy memastikan dilakukan berlapis.

‎

‎“Pengawasan pekerjaan dari kontraktor kita lakukan ketat setiap hari. Ada *konsultan pengawas, tim direksi lapangan dari Bidang SDA, dan mandor pelaksana kontraktor* yang standby di lokasi.

‎ Setiap pemasangan U-Ditch dan Box Culvert kita cek elevasi, leveling dan kemiringannya pakai waterpass, harus sesuai gambar teknis. Tidak boleh asal pasang,” ujarnya.

‎

‎Hardy memastikan, setelah tiga paket drainase ini terkoneksi, banjir di Suka Sehat akan tuntas permanen.

‎

‎ “Saya pastikan, *kalau drainase yang dibangun di Jl. STM dan Jl. Alfalah selesai, dan Box Culvert yang di persimpangan Suka Sehat sudah kita buka, dipastikan tidak ada lagi genangan air di Jl. Suka Sehat walau hujan sederas-derasnya*.

‎

‎ Karena drainase yang kita bangun sudah berfungsi sangat baik dengan dimensi yang besar dan aliran yang lancar,” pungkas Hardy Patuan Sibarani.

‎

‎Warga berharap pembangunan segera rampung dan aliran air PDAM kembali normal serta banjir tahunan benar-benar hilang. (Anto Juntak )

‎

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update