-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan HUT Kemerdekaan RI

Iklan HUT Kemerdekaan

MENGAJI JADI BEKAL PERUBAHAN, WARGA BINAAN RUTAN DUMAI TEKUN BELAJAR AL-QUR’AN

Kamis, 15 Oktober 2026 | Kamis, Oktober 15, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-15T01:25:39Z


Pembinaan Rohani di Masjid Al-Maghfirah Jadi Ruang Introspeksi, Menumbuhkan Keimanan dan Mempersiapkan Warga Binaan Kembali ke Tengah Masyarakat


Cnews, DUMAI, RIAU — Di balik tembok Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Dumai, semangat memperbaiki diri terus tumbuh. Sejumlah warga binaan tampak tekun belajar membaca Al-Qur’an di Masjid Al-Maghfirah. Mereka saling membantu, membimbing, dan memperbaiki pelafalan ayat-ayat suci dalam suasana penuh kebersamaan.


Kegiatan mengaji tersebut bukan sekadar mengisi waktu selama menjalani masa pidana, melainkan bagian dari pembinaan kepribadian dan keagamaan yang diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran diri, memperkuat keimanan, serta membangun tekad untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.


Di tengah keterbatasan ruang gerak, kesempatan untuk belajar agama menjadi salah satu jalan bagi warga binaan untuk melakukan introspeksi dan menata kembali arah kehidupan mereka.


BELAJAR BERSAMA, MENUMBUHKAN KEPEDULIAN


Suasana pembelajaran di Masjid Al-Maghfirah memperlihatkan kebersamaan antarsesama warga binaan. Mereka yang telah lebih dahulu menguasai bacaan Al-Qur’an turut membantu rekan-rekannya yang masih dalam tahap belajar.


Pola belajar bersama tersebut mencerminkan semangat saling mendukung dalam proses pembinaan. Kemampuan membaca Al-Qur’an yang terus diasah diharapkan menjadi awal untuk memperdalam pemahaman agama dan menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.


Pembinaan rohani memiliki arti penting dalam proses pemasyarakatan. Selain menjalani pembinaan sesuai ketentuan, warga binaan juga membutuhkan kesempatan untuk membangun kesadaran, memperbaiki perilaku, dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan masa pidana.


BUKAN SEKADAR KEGIATAN RUTIN, TETAPI BEKAL MENATA MASA DEPAN


Perubahan diri tidak terjadi dalam semalam. Dibutuhkan kemauan, kedisiplinan, pendampingan, serta lingkungan yang mendukung agar nilai-nilai agama dapat diterapkan secara nyata.


Karena itu, kegiatan mengaji di Rutan Dumai diharapkan tidak berhenti sebagai rutinitas, tetapi menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi warga binaan, baik selama berada di dalam rutan maupun setelah kembali ke masyarakat.


Nilai kesabaran, kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama merupakan hal-hal yang dapat diperkuat melalui proses pembelajaran dan pengamalan ajaran agama.


Pada akhirnya, keberhasilan pembinaan tidak hanya dilihat dari terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari upaya mempersiapkan warga binaan agar mampu menjalani kehidupan yang lebih baik, menaati hukum, dan berkontribusi positif di lingkungan sosialnya.


PEMBINAAN HUMANIS, HARAPAN UNTUK KEMBALI KE MASYARAKAT


Pembinaan keagamaan di Rutan Kelas IIB Dumai menjadi salah satu gambaran bahwa proses pemasyarakatan juga membuka ruang bagi setiap warga binaan untuk belajar, berbenah, dan menumbuhkan harapan baru.


Masyarakat pun memiliki peran penting dalam mendukung proses reintegrasi sosial. Kesempatan untuk berubah perlu diiringi dengan penerimaan yang wajar, dukungan keluarga, serta lingkungan yang memberikan ruang bagi mantan warga binaan untuk kembali menjalani kehidupan secara bertanggung jawab.


Melalui kegiatan mengaji di Masjid Al-Maghfirah, harapan itu terus dirawat: bahwa masa pidana dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki diri, memperkuat spiritualitas, dan mempersiapkan langkah baru menuju kehidupan yang lebih baik.( Ira)


CNEWS | MENGGALI INFORMASI BERSAMA RAKYAT — Mengawal Informasi, Menyuarakan Perubahan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update